
"Kau sangat sibuk, benarkah? Kurasa tidak." Tawa kecilku meragukan apa yang Sergie katakan. Wajahnya berubah mendengar aku telah tahu rencananya. "Aku juga tahu siapa rekan bisnismu. Perlu aku sebutkan nama mereka padamu?"
"Aku tak pernah punya rekan bisnis di sana, kau mendengar dari orang yang salah, darimana kau tahu?" Setengah dari perkataannya adalah dia tanpa sadar mengakui bahwa aku benar.
"Kau tak perlu tahu bagaimana aku tahu, mungkin ada orang-orang di sampingmu yang lebih percaya padaku." Wajahnya mengelap saat mendengar itu.
"Omong kosong. Informasi apapun yang kau dengarkan itu salah." Dia mementahkan jawabanku dan aku memilih mengabaikan tanggapannya.
"Tak mungkin salah, itu orang dalammu..." Aku bermain teka-teki, membuat pikirannya pasti tak tenang apa benar ada orang dalamnya yang menjadi sekutuku.
Karena dia tak menanggapi aku melanjutkan.
"Sebenarnya jika kau pikirkan, jika kau memindahkan modalmu yang banyak itu ke US, bukan berarti kau bisa menyaingiku. Ada resiko investasimu tak berhasil. Kau tak memikirkan itu. Ya baiklah... itu uangmu, terserah bagaimana kau mengalokasikannya. Apa kau melihat riwayat perusahaan mereka?"
__ADS_1
Dia tidak mengatakan apapun, nampaknya masih mau mengelak bahwa dia mengambil jalan itu untuk menunjukkan keunggulannya. Baiklah, tidak ada yang bisa kulakukan karena itu uang yang dikelolanya.
"Apa kau tahu soal rencana penyeranganku?" Sergie melihat padaku.
"Aku tak tahu apapun soal penyerangan itu. Aku dan Ibu tak tahu apapun, kau jangan menuduh kami sembarangan soal itu." Aku tersenyum sinis. Benarkah dia tak tahu apapun.
"Ohhh benarkah."
"Sayang sekali, sebenarnya aku tak ingin mengusik apapun, tapi kau membuatku ikut mendendam padamu. Kupikir kau dan aku tidak punya masalah, aku juga menghargai usahamu, kita bersaing secara sehat akan lebih bagus. Jika aku menangpun kau masih dapat tetap di posisimu. Tapi rupanya aku harus membalasmu juga..."
"Sudah kukatakan aku tak tahu apapun. Itu masalahmu sendiri membuat masalah ke orang yang salah."
"Apa kau tahu aku bisa melacak siapa yang mengirim pembayaran sampai apa yang diperintahkan." Sebenarnya kami tidak bisa melacak siapa pengirim uang. Karena itu dikirim dari accounts mata uang digital yang tidak menampilkan nama sebenarnya, untuk menghilangkan indentitas, tentu saja dia tak sebodoh itu menampilkan indentitas asli.
__ADS_1
Sergie menatapku sambil tersenyum, dia tahu aku berbohong aku bisa melacak indentitas asli, dia santai saja menghadapiku karena dia tahu dia aman tak terlacak. Yang dia tak tahu adalah aku tahu nomor yang mengirimkan perintah adalah nomor Rusia
"Kakak aku tak terlihat dengan apapun yang kau tuduhkan, terserah apa katamu, jika kau tak percaya tak ada yang bisa aku katakan, yang kutahu adalah aku benar-benar tak terlibat." Lagi, dia menghindar dari ancamanku.
"Ya kita lihat saja apa pendapat Ayah nanti, yang jelas kejadian itu memang ada."
"Dan yang jelas aku tidak ada hubungannya. Jika aku bisa aku juga ingin membantumu menangkapnya. Syukurlah kau tak terluka." Masih bermain aman.
"Ahh ternyata Alexsey, bagaimana kabarmu?" Seorang wanita yang bermuka manis menyapaku. Aku mendengus kesal.
"Masih hidup tentu saja, sehat, makmur, bahagia seperti blini ini." Aku sengaja mengejek kegagalannya melenyapkanku. "Kenapa kau terlihat tertekan belakangan, apa ada hal-hal yang tak berjalan lancat." Dia melihatku dengan wajah datar.
bersambung besok---- besok.ya baru agak banyakan
__ADS_1