
Beberapa hari kemudian perhitunganku tentang cepatnya pasukan maju sesuai dengan harapan, aku yakin sekarang bisa mempercepat waktu kami masuk ke Toronto tapi aku tak akan masuk ke kota sebelum menerima laporan dari regu pengintai.
"Sir, ada yang harus kubicarakan." Steve berbisik padaku saat aku ada di ruang komando utama. Aku menyingkir ke ruanganku sendiri. Apapun itu nampaknya laporan ini terbatas dan tidak boleh didengarkan oleh pihak Kanada.
"Ada apa?"
"Wonder women itu berbohong soal dia membawa 3 batalyon ke sini. Dia memang membawa 3 batalyon tapi 1 batalyon tidak penuh dia hanya membawa 500 orang per batalyon, artinya dia cuma membawa 1.500 orang. Itu bahkan tak ada setengah kekuatan kita."
"Rubah licik..." Dia akan membayar karena mengakaliku seperti ini. "Apa lagi, apa tim pengintai sudah tiba di posisi?"
"Hari ini mereka tiba."
"Ingat jika ada perubahan perilaku infected setiap Kapten tidak boleh mengambil resiko..Pastikan setiap Kapten di satuan unit tahu itu. Kita tidak tahu sampai batas mana infected ini bermutasi."
"Kami pastikan."
"Segera laporkan padaku setelah laporan regu pengintai masuk, aku ingin laporan lengkap di 4 pengintaian."
"Mengerti."
__ADS_1
"Tak ada yang boleh tahu kita tahu kita tahu informasi yang mereka sembunyikan. Apa kediaman Dugard sudah dipastikan?"
"Kami meminta bantuan informasi dari kedutaan. Kami sudah menemukan alamatnya."
"Setelah laporan perilaku selesai. Perintahkan 4 group pengintai mengamankan radius 500m, laporkan kondisi kepadatan infected di sana. Cek apa ada manusia di sana."
"Siap."
"Bilang ke Leo di depan, sambungkan aku ke dokter James. Kau boleh dismiss." Rubah licik ini memang memanfaatkan pasukanku untuk kepentingan pribadinya. Dia akan membayar kebaikan hatiku.
"Komandan, Dokter James ." Leo masuk dan memberiku sambungan yang kuperlukan.
"Ada, saat itu tim membawanya ke Lab khusus? Tadinya hanya di temukan satu. Tapi kemudian kami tahu mereka satu kelompok."
"Lalu?"
"Salah satu eksperimen lanjutan menemukan hasil bahwa mereka bisa di pulihkan dengan obat yang sekarang, tapi mereka kehilangan sebagian besar ingatan mereka."
"Benarkah? Karena kemungkinan sebagian infeksi di Toronto dengan pola yang sama."
__ADS_1
"Maksudmu satu kota?! Kau mengirim pasukan ke sana? Kau harus sangat berhati-hati dengan itu."
"Aku tahu. Aku akan... " Wonder Woman masuk ke ruanganku. Aku jadi menghentikan kata-kataku. "Aku akan meneleponmu lagi nanti, bisakah kau mendapatkan data lebih lengkap soal itu."
"Oke. Akan ku minta data lengkapnya. Nanti kujelaskan padamu lebih rinci setelah aku mendapat keterangan lengkap."
"Aku akan menunggu darimu, aku memerlukan data itu. Dokter dari Kanada sudah tiba di site kalian?"
"Sudah, bukankah sudah kukatakan padamu kemarin." Aku sedang bermain drama di depan wonder women ini.
"Oh baiklah. Nanti kutelepon lagi kalau begitu." Kuputuskan sambungan teleponnya. Dan sekarang aku akan menghadapi wonder women yang ada di depanku.
"Komandan Dugard ada yang bisa kubantu?" Aku tersenyum padanya. Berusaha agar dia tidak mencurigaiku.
"Ehm, aku malah ingin bertanya apa ada yang bisa kubantu untukmu. Kemajuan kita sangat signifikan, aku tak tahu membersihkan daerah seperti ini merupakan pekerjaan mudah bagi kalian." Pujian bersalut senyuman ini, dia memang rubah licik cantik. Tunggu tanggal mainnya aku kan membuatmu menyesal pernah mencoba mengakaliku.
Ingin kujawab dia 'Jika kau benar mengirim 3 batalyon akan lebih signifikan lagi perkembangannya.' Sayangnya tidak bisa.
"Hmm tidak ada kukira, kau sudah membantu biaya operasional, tugasku jadi ringan. Aku tadi menelepon James untuk memastikan mereka sudah memberikan pelatihan kepada orang-orang kalian."
__ADS_1