
"Memang memgkhawatirkan, apa boleh buat mereka sipil. Tak pernah menerima pelatihan, apalagi kota ini kota aman. Akan kucoba menakuti mereka sehingga mereka bersedia menerima pelatihan tambahan."
"Baiklah, lebih baik kita coba saja. Sebelum kita harus packing peralatan. Sekarang mereka masih bisa diberi latihan tambahan."
"Perhatian semua! Perawat Jen yang adalah pimpinan khusus dari perawat militer kalian. Dia dan timnya sudah ditugaskan kurang lebih satu tahun di daerah zona hitam, atau lebih tepatnya mereka sudah membahayakan hidup mereka selama setahun di zona hitam. Perawat Jen akan menutup sesi latihan menembak ini."
Aku maju ke depan.
"Pekerjaan ini penting untuk rekomendasi karier di masa depan. Tapi kita juga akan masuk ke zona hitam, walaupun kawasan kita nanti sudah steril atau kita mungkin akan dikawal oleh konvoi pasukan, tapi akan ada kondisi yang mengharuskan kita menghadapi kondisi-kondisi khusus...." Kuceritakan beberapa pengalaman yang membuat nyawa terasa di ujung tanduk." Mereka terdiam mendengarku bicara. ".... untuk yang merasa masih kurang bisa meminta latihan ke tim keamanan, karena percayalah, nyawa kalian ada di tangan kalian sendiri, tidak ada yang lebih melegakan dari bisa melindungi diri sendiri di kondisi apapun."
Aku mengambil senjata dan magazine yang di berikan padaku.
__ADS_1
"Kalian akan menemukan perbedaan satu tembakan yang berhasil dan meleset mungkin berarti nyawa kalian atau nyawa teman kalian." Aku memasukkan magazine dengan cepat dan menembak dengan tenang. Lima tembakan bersih ke kepala, tanpa meleset sekalipun.
Tim pelatih dan para peserta memberikan tepuk tangan untukku.
"Kalian bisa memperoleh latihan tambahan. Ini untuk keselamatan kalian sendiri juga. Yang mau mendaftar latihan tambahan sihlakan sekarang ke Letnan Scott." Akhirnya ditutup oleh Tom kembali, nampaknya aku berhasil menakuti mereka. Banyak yang bergegas mendaftar untuk mengikuti kelas tambahan, walaupun itu sama sekali tak dibayar, tapi ini untuk melindungi nyawa mereka sendiri.
Dia kembali padaku.
"Well, Mam. Ini sangat bagus nampaknya Anda berhasil membuat mereka latihan lagi. Tugas kami juga semangkin ringan dengan ini." Aku juga senang bisa membantu kapten ini, ditambah aku juga tak ingin ada korban jiwa.
"Ohhh apa itu." Aku sekarang bercerita soal Michelle, jika bisa dipersulit, mungkin dia bisa membantu James dengan cara menggugurkannya di training.
__ADS_1
"Begitu, aku akan coba bersikap lebih kejam dan melakukan intimidasi sedikit. Tapi dia bisa membandingkan dirinya dengan orang lain juga masalahnya, apalagi dia punya surat tugas resmi. Jika dia memang bisa melewatinya akan cukup sulit."
"Aku tahu, jika dia memang bisa ya memang tak ada yang bisa kau lalukan, yang jelas jangan beri dia kemudahan jika dia memang lemah."
"Dimegerti, aku akan memberi perhatian khusus padanya. Saya akan merekap daftar nilai mereka sebentar, nanti diantarkan kepada Anda."
"Tandai mereka yang ingin masuk pelatihan lagi, itu bisa jadi poin tambahan untuk mereka. Aku akan meluluskan mereka yang benar-benar ingin berusaha walau nilai mereka jelek."
"Baik. Dalam dua jam rekapan akan diberikan ke Anda."
"Terima kasih kapten." Aku tersenyum padanya.
__ADS_1
Mudah-mudahan Michelle memang lemah, tapi jika tidak kami harus melihatnya sering muncul di depan kami. Lebih tepatnya James haris menyabarkan dirinya ketika putri manja itu melingkar di lengannya.
\=\=\=\=\=\=\=