BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 130. Family Affair


__ADS_3

"Anakmu menginginkannya di sampingnya. Dia butuh dukungan orang yang diinginkannya untuk melewati ini. Kau tunggulah dengan tenang Mam. Kau tidak bisa bertengkar di saat seperti ini, apapun urusan kalian selesaikan setelah ini selesai. Okay. Ini berat untuknya, jangan menambah beban..." Ibu itu menjadi tenang setelah aku bicara begitu. Dia tahu aku benar.


"Kau duduklah Mam, tenangkan dirimu, persalinan akan memerlukan waktu, kau sudah makan. Kami punya dapur umum di lantai bawah."


"Baiklah, aku akan menunggu di sini saja." Aku mengangguk padanya.


Tapi masalah belum selesai.


"Mana putri kita?! Kenapa kau tidak menemaninya?! Biar kuseret dia keluar!" Ada seseorang lagi yang akan membuat masalah. Yang ini tak bisa dihadapi hanya dengan bicara.


"Panggil Manning dan John! Sekarang!" Perawat junior itu berlari memanggil bawahan Tom. Sementara pria itu merangsek maju.


"Sir, ini rumah sakit militer Anda tidak bisa membuat keributan di sini." Aku menahannya dengan nada rendah.


"Dia putriku! Dan pria di dalam itu tidak berhak berada di sampingnya. Kami orang tuanya." Cinta yang tak direstui ini sangat merepotkan.


"Anda lebih baik tenang. Kalau begitu Anda bisa bicara setelah pasien stabil dan bayi selamat dilahirkan. Sekarang tak ada gunanya kau marah dan membuat keributan."

__ADS_1


"Dengarkan perawat, putri kita sedang melahirkan." Istrinya sekarang yang menariknya mundur. Tapi dia menepis tangan istrinya.


"Ini gara-gara kau tak mengawasi Isabella dengan baik! Sekarang kau minta aku tenang! Tenang?! Kau sama gilanya! Setelah ini buang bayinya dan bawa dia bersama kita! Kau dengar!" Ayah yang emosi ini tambah meradang dan sulit untuk di tenangkan.


"Keluarkan bangsat itu dari sana!" Dia maju lagi dan ingin masuk ke ruang persalinan.


"Kuperingatkan kau Tuan, ini rumah sakit, Anda tak bisa membuat keributan di sini dan menggangu pasien." Nadaku naik.


"Keluarkan bangsat itu dari sini atau aku akan menyeretnya sendiri dengan tanganku! Aku juga bisa memperingatkanmu!" Dia merangsek maju, bertepatan dengan dua orang keamananku datang berlari dan menahan langkahnya.


"Di dalam itu putriku! Jangan menghalagiku, keluarkan bangsat itu dari dalam sana!" Dia masih mencoba merangsek maju. Wajahnya sudah memerah, orang ini akan sulit dikendalikan sekerang.


"Keluarkan dia." Aku memutuskan apa yang harus dilakukan. Manning dan John menguncinya dari dua arah dan menyeretnya keluar dengan kekerasan.


"Kalian bangsat!" Di luar dua orang pasukan khusus itu akan menanganinya. Yang penting pasien dan dokter tak terganggu di dalam sini. Sementara sang Ibu tak berdaya membiarkan suaminya di seret keluar.


"Berapa umur putrimu Mam?" Aku bertanya untuk memastikan apa yang akan kami hadapi kedepannya.

__ADS_1


"23 tahun."


"Hmm...23." Itu sudah dewasa untuk memutuskan apapun. Dan menurut hukum yang berlaku gadis itu sudah berhak menentukan sikapnya sendiri. "Kalian dari sekitar kota ini Mam?"


"Kami punya pertanian luas yang aman di sebelah selatan kota ini. Ada dua ratusan orang yang bergabung dengan kami, kami punya makanan, bisa menanam makanan, punya sumber air bersih yang cukup. Dixon adalah manager ranch kami sebelumnya, lalu terlihat cinta dengan putri kami. Kami baru tahu saat kami menetap ke sana. Ayahnya tak setuju tapi mereka tetap berlanjut... Yah sisanya kau lihat sendiri apa yang terjadi."


"Maaf, tapi kami perlu menenangkan suamimu dulu."


"Iya aku mengerti, yang penting dia melewati ini tanpa masalah."


"Nanti perawat di dalam akan membiarkan kau masuk jika putrimu sudah dalam keadaan baik."


"Baik Nona Perawat, terima kasih."


Aku meninggalkannya. Akan ada masalah di depan tapi setidaknya pasien sudah selamat dan aman.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2