
Kenyataan bahwa yang melakukan semua inì adalah Sergie membuatku memandangnya dengan pandangan baru.
Dia berani menikam dari belakang, tapi jika di depanku menawarkan kesepakatan. Licik seperti Ibunya. Itu yang bisa ku simpulkan. Dan aku tak akan melepasnya. Dia akan kuhajar dengan tanganku sendiri.
Walaupun aku malas berdebat dengannya bukan berarti dia dapat lolos tanpa kubalas begitu saja. Ayah, Bibi dan Paman sekarang berada di sisiku, jika anak manja ini melakukan kesalahan lagi, ada harga yang harus dia bayar.
Jadi aku akan mulai membalasnya dengan melaporkan masalah ini ke Bibi.
"Sergie? Kau yakin dengan ini?" Aku menceritakan ini ke Bibi dulu, tidak ke Ayah. Aku belum ingin mengambil tindakan apapun. Tapi yang jelas aku menceritakan ini ke Bibi, bagaimana aku bisa sampai ke kesimpulan ini.
"Aku yakin, jika tidak tidak mungkin reaksinya seperti itu."
"Mengejutkan..." Bibi mengumam rendah. Aku juga tak menyangka Sergie begitu berani. "Kita semua menyangka yang mengatur ini Margarita, Bibi tak pernah berpikir Sergie akan bertindak seberani itu. Apa kau ingin mengambil tindakan?"
"Aku akan menghajarnya dan mendisiplinkannya dengan tanganku sendiri jika aku bertemu dengannya. di Moskow. Aku akan membuat keturunan Jovovich ini patuh ke garis komando, seperti dia harus mematuhi Ayah. Aku akan bicara ke Ayah sendiri nanti saat kami bertemu di Maslenitsa berikutnya."
__ADS_1
"Itu bagus. Dia memang perlu diajar untuk mematuhi otoritas, jika dipikir-pikir dia berani menggerakkan dana sebesar itu untuk investasi sia-sia Theranos sangat sia-sia. Itu merugikan CSL Group secara keseluruhan." Bibi juga setuju dengan tindakanku.
"Bibi akan coba bicara dengan Paman dan Ayahmu, semua kasus dan kerugian yang tak main-main ini harusnya sudah cukup untuk bertindak dalam hal internal. Divisi keuangan investasi Eropa barat tak bisa diserahkan ke anak itu."
Satu tujuanku tercapai, sekarang dia akan dibatasi dalam memegang dana Investasi di Eropa Barat. Jika divisi investasi Eropa tak lagi dibawah tangannya itu sama saja dengan menutup brankas uangnya dan melemparkan kuncinya ke laut.
"Mungkin dia akan memindahkan dana ke keluarga Ibunya." Aku tertawa karena aku mengancam tidak akan mengeluarkan kredit untuk keluarganya jika aku duduk di kantor pusat.
"Hmm aku tak tahu kurasa dia tidak punya keberanian. Ayah akan mencekiknya. Tapi jika di desak Ibunya mungkin saja. Begitu uang sudah berpindah tak akan mudah mendapatkannya lagi."
"Itu juga yang Bibi pikirkan, ide dia memegang uang harus dihilangkan. Demi mengalahkanmu dia membuat keputusan investasi buruk. Lain kali dia akan menaruhnya ke meja judi." Bibi sudah memutuskan. Melemparnya ke meja judi mungkin berlebihan, tapi siapa tahu apa yang akan terjadi jika dia membuat keputusan investasi buruk lagi karena ingin mengejarku. Itu sama dengan menaruh uang di meja judi.
"Iya Bibi benar juga." Aku lebih baik menyerahkannya ke orang tua. Daripada aku mengurus anak manja itu, belum saatnya bagiku untuk turun tangan langsung.
__ADS_1
...-------...
...****************...
...---------...
Setelah masalah ini selesai aku kembali ke Montreal mengerjakan pekerjaanku. Monica nampaknya tak begitu terpengaruh dengan ini. Untungnya di depan Eliza aku berhasil mengendalikan situasi jika tidak hubunganku dan Monica bisa saja menghadapi hambatan.
Aku menceritakan apa yang kudapat juga ke Monica, dia mengangkat alisnya.
"Jadi kau menyimpulkan pelakunya adikmu, itu sangat berani."
"Iya. Anak manja itu belum pernah dihajar." Nanti ada saatnya aku menggosok tinjuku dan menggunakan tangan besi untuk mengendalikannya.
"Kau pikir Ibunya akan rela kau menghajar anaknya." Mana ada Ibu yang rela tapi pilihan bukan di tangannya.
__ADS_1
"Dia tidak punya pilihan sayang, dia perlu uang keluarga Mashkov, jika dia membuat masalah tak ada akan ada hal baik yang terjadi dengan keluarga maupun anak kesayangannya." Aku menjelaskan pada Monica tapi dia melihatku dengan tidak puas.