BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 34. Brother and Sister 3


__ADS_3

"Kami mohon Anda tidak mempersulit hukuman untuk Dave Nona?" Aku sekarang berhadapan dengan kepala keluarga Thomas. Ayah Dave Thomas, Herry Thomas.


Sudah kami duga dengan pasti arah pembicaraan ini. Aku sudah membicarakannya bersama Albert dan Paman David. Kali ini kami akan membiarkannya mengeluarkan uang sama dengan Mashkov, plus membuat permintaan maaf yang sama, lagipula ini akan membantu Paman ke partainya dan restribusi masyarakat Ottawa, balas budi kami kerena dia sudah sangat membantu menemukan Monica.


"Apa maksud Anda tidak mempersulit hukuman? Maksudmu mengatur hukuman, itu diputuskan oleh hakim sesuai hukum. Anda berpikir saya yang mengaturnya, atau Anda ingin menyuap hakim meringankan hukumannya?"


"Kami mohon keringanan dari Anda, saya tahu kami bersalah. Kami akan membayar dengan setimpal kesalahan kami. Anak kami dipenjara tapi kami mencoba dengan mendapatkan minimal." Caranya bicara tidak mengecewakan demi hukuman minimal anaknya.


"Sangat bagus, rupanya Anda semua, entah Mashkov atau Anda berpikir uang dapat memuluskan segalanya. Anak Anda tidak bisa bebas dari hukuman karena ini sudah kasus yang diliput media secara luas.


"Saya tahu, saya hanya meminta hukuman minimal untuk anak saya."


Saya tidak mau repot-repot bicara lagi pada Anda, ini yang Anda harus lakukan..." Aku langsung menyebutkan jumlah dan apa saja yang harus dia lakukan. "Anda jelas Tuan Thomas?"


"Iya saya jelas, saya akan melakukan apa yang Anda minta. Segera setelah saya menyelesaikannya saya akan mengabarkan Anda, saya sangat berterima kasih atas bantuan Anda."


"Anda tak mempermasalahkan anak Anda yang saya hajar?" Aku ingin melihat reaksinya.


"Saya mengerti alasan Anda melakukannya. Bagaimanapun itu kesalahan kami." Dia tidak berani mengeluh ternyata.

__ADS_1


"Bagus. Kalau begitu pertemuan kita sampai di sini saja Tuan Thomas."


Aku menyelesaikannya semua masalah yang berhubungan dengan Mashkov dan Thomas.


"Mashkov itu sudah membayar santunan ke keluarga Harrold, dan Thomas juga, istrinya menyampaikan terima kasih Kakak. Rasa bersalahku menjadi berkurang, setidaknya dengan uang santunan sebesar itu dia bisa menjamin pendidikan dan kebutuhan anak mereka. Kau juga menerimanya bekerja, dia bilang sangat berterima kasih."


"Itu sudah tanggung jawab kita. Kita tak akan melupakan mereka. Latihanmu lancar?"


"Latihannya berat." Aku tertawa.


"Kau jarang olahraga belakangan, mengaku saja." Aku menyindirnya langsung.


"Ohh ya aku mendapat undangan makan dari Paman David Jumat malam, ikutlah denganku.


"Baiklah. Semacam pesta partai bukan."


"Iya, biasanya aku dan Albert yang pergi tapi kali ini Albert tak bisa jadi aku membawamu saja."


"Beres Kakak. Oh ya, Gilbert bukanya mau datang sekitar Jumat juga, kau belum mendapat telepon darinya. Iya dia bilang Kamis dia ke sini, tapi dia ada beberapa pertemuan. Sabtu dia baru makan siang dengan Albert."

__ADS_1


"Jadi kalian bertemu kapan."


"Sabtu malam. Dengan makan malam." Aku tersenyum membayangkan pertemuan kami.


"Nampaknya akan jadi akhir pekan yang menyenangkan, kapan aku akan punya pacar."


"Bukankah yang mengejarmu banyak."


"Entahlah, belum ada yang ku suka kakak. Rasanya aku masih teringat Jordan. Kejadian itu sama sekali tak bisa kulupakan." Jordan tak seberuntung Monica, dia terpapar infeksi, tapi tak bisa mengembangkan kekebalan seperti Monica.


"Itu sudah lama berlalu, kau harus merelakannya."


"Iya sudah tiga tahun, tapi entahlah. Aku tak tahu , rasanya sangat berat merelakannya." Aku menepuk bahunya.


"Akan ada saatnya nanti."


"Iya Kakak. Akan ada saatnya." Dia tersenyum


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2