
Kami sampai ke kamar kemudian. Seperti biasa hanya aku sendiri penghuni kamar berkapasitas 3 orang ini.
"Aku akan mengambilkan makanan untukmu, kau belum makan apapun dari siang. Tunggu sebentar."
"Iya terima kasih." Dia menghilang, aku menganti baju pasien dengan baju tidurku sendiri. Tak lama kemudian James sampai membawa makanan.
"Jangan terlalu banyak bergerak, jika kau tak mau kembali ke bangsal perawatan."
"Aku akan istirahat dengan benar, tidak akan menyusahkan. Aku berjanji." Dia melihatku makan, tak banyak bicara. Aku melanjutkan. "Berapa lama kalian berjalan setelah aku pingsan?"
"Tidak sampai sejam, sudah tidak hujan. Jalanan juga lebih mudah di lalui. Mereka membawamu dengan tandu."
"Aku benar-benar menyusahkan banyak orang."
"Yang penting kau selamat. Berhentilah bicara dengan Andrew. Apa perlunya kau bicara dengannya." Dia tampak masih terganggu dengan ini. Aku tak tahu bagaimana menjawabnya, yang kuinginkan sebenarnya kami putus baik-baik tanpa insiden apapun. Lagipula Andrew tetap baik padaku.
__ADS_1
"Iya baiklah." Lebih baik menurutinya, dia benar-benar marah ke Andrew tadi, jadi aku pikir lebih baik aku tak memancing emosinya lagi. Dia mungkin hanya khawatir padaku, dia membelaku begitu jauh.
"Obatmu minumlah, besok akan kuminta Maria mengantar makanan untukmu. Hari pertama kau masih ditahan di kamar untuk observasi, jika kau tak bisa menuruti ini kau harus kembali ke bangsal perawatan."
"Iya aku akan menuruti kata-katamu. Kau juga perlu istirahat tidak usah menungguiku. Aku akan baik-baik saja, jika aku merasa tak baik aku akan bilang. Terima kasih James, aku tak tahu bagaimana jika tak ada kau."
"Aku akan melihatmu besok pagi. Istirahatlah yang benar."
"Iya Doc."
"Tak usah memikirkan bangsat itu lagi."
"Bagus. Tidurlah, blueberrymu sudah kuberikan kepada koki, dia akan memberikannya padamu besok pagi setelah dibersihkan." Aku tersenyum lebar sekarang.
"Kau yang terbaik." Sekarang dia ikut tersenyum setidaknya, tidak kaku lagi wajahnya seperti tadi.
__ADS_1
"Tidurlah." Dengan kata-kata itu dia meninggalkanku.
\=\=\=\=\=\=
Pagi hari, aku bangun karena seseorang masuk ke kamar. Itu Maria, wajah ramahnya tersenyum padaku.
"Bagi Jen, pagi-pagi aku sudah diingatkan untuk mengantarkan makanan padamu oleh doktermu. dan secara spesifik berpesan "jangan lupakan blueberrynya!", " Aku tertawa Maria mengatakannya sambil berkacak pinggang menirukan James. "Koki bilang besok kita akan dapat es-krim blueberry, tapi ini hasil petikanmu di atas sana." Dia tersenyum lebar dengan mendorong nampan penuh makanan ke dalam kamar. Beserta satu mangkok blueberry segar yang kupetik kemarin. "Dia bilang akan mengecekmu jam 10, kau dihukum diam di kamar hari ini. Apa kau butuh bantuanku."
Maria membuatku tersenyum.
"Tidak aku hanya dalam observasi karena menembak tidak memperhatikan posisi lalu jatuh dan membenturkan kepalaku sendiri ke pohon. Itu sangat bodoh."
"Itu kecelakaan bukan kebodohan Jen. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Jika aku yang berhadapan dengan infected itu, yang kupikirkan bukan menembaknya tapi lari sejauh-jauhnya." Maria tertawa.
"Kami khawatir kau belum pulang saat langit sudah gelap. Sampai kami mendengar dari Susan kau kecelakaan dan harus di jemput. Itu sangat mengkhawatirkan. Yang menjemputmu suami Susan." Aku baru tahu D'Angelo yang menjemputku.
__ADS_1
Sebuah ketukan lain. Susan yang datang kali ini.
"Kenapa kau di sini? Kenapa tak di bangsal. Aku bisa membantu merawatmu di sana?!" Susan langsung menceramahiku.