BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 76. Hit


__ADS_3

"Kylie!" Dia sama sekali tak merespon panggilanku. Nampaknya benturan membuat trauma di kepalanya yang membentur kaca samping. Sementara kami seperti sendiri di jalan sepi itu tanpa ada yang lewat. Aku ketakutan, langsung  memeriksa napasnya dan denyut nadinya,  dia masih bernapas. Syukurlah. 


Aku tahu rumah sakit terdekat, dengan kondisi kendaraan yang masih  bisa berjalan  dengan cepat kuputuskan membawa Kylie secepatnya ke UGD, beberapa pecahan kaca yang mengoresku tak kuhiraukan. 


"Tolong!" Dalam kurang dari lima menit aku mencapai UGD sebuah rumah sakit dan berteriak untuk bantuan. "Ada orang tertabrak bersamaku, tolong..." Dengan cepat para petugas medis mengikutiku. 


"Dia terhantam kaca samping tanpa memakai seat belt, ..." Mereka melakukan pemeriksaan awal langsung di mobil untuk menentukan apa ada cedera leher dan mengeluarkannya dengan hati-hati. 


"Berapa lama kau sampai di sini Sir?" 


"Kurang lebih lima menit. Kami di tabrak tak jauh dari sini. Dia tadi minum, agak mabuk..." 


Mereka menanganinya kemudian. Luka sobekan di kepalanya membuat kondisinya terlihat kacau. Kondisi ini akan membuat lebih banyak masalah terjadi. Anak keluarga Warner. Walaupun kami punya hubungan baik, aku tetap akan disalahkan dan menjadi penyebab kecelakaan ini. 

__ADS_1


"Sir, duduklah, kami akan membalut luka-luka Anda. Anda juga terlihat kacau." 


"Saya tak apa ini hanya tergores." Aku baru akan menelepon George kakakku dan assistenku untuk memberitahu apa yang terjadi. Ketika seorang  perawat mendekatiku. 


"Luka kecil jika dibiarkan juga akan bisa terinfeksi Sir, duduklah... Anda bisa menelepon sambil duduk." Akhirnya perawat itu bisa memaksaku untuk duduk sambil memegang telepon. 


"George, mobilku ditabrak oleh orang tak dikenal sekarang, aku baik-baik saja sekarang sedang di rumah sakit, tapi aku kembawa Kylie Warner bersamaku, dia cedera kepala, cukup parah. Bisa kau minta William mengurus laporan  ke polisi dulu." William adalah kepala keamanan di kantor. Aku langsung saja ke persoalan. 


"Dimana rumah sakitnya. Sekarang aku ke sana dengan William." 


Masalah belakangan hanya satu Mark Humphrey. Jika dia berani sepertinya dia tak menyangka 'korban sampingannya' adalah Kylie Warner. 


"Aku harus menelepon Kakaknya Kylie. Entah bagaimana tanggapannya." Kakakku George datang tak lama setelah aku meneleponnya, sementara William sedang dalam perjalanan ke kantoe polisi untuk melaporkan semuanya. 

__ADS_1


"Kakak akan menemanimu bicara ke mereka, aku secara khusus sudah menghubungi Sir Lynch kepala polisi DC untuk memberikan bantuan penyidikan, dia segera mengirim penyidik malam ini ke sini. Setidaknya dengan itu kita bisa mengatakan ke kakaknya Kylie dan orangtuanya kita akan menangani ini dengan benar." 


Aku menelepon kakak Kylie, Richard untuk mengabarkan keadaan Kylie. 


"Bagaimana ini bisa terjadi. Bagaimana keadaan Kylie sekarang? Orang tua kami sedang berada di Miami, mereka tidak bisa ke sini." 


"Keluarga Kylie Warner." Pertanyaan pertama dari Richard bertepatan dengan dokter yang keluar menemui kami. 


"Dokter bagaimana keadaan adik saya." Semua orang menghampiri dokter. 


"Dia akan masuk observasi, gegar otak, 10 jahitan, tapi untunglah lehernya tidak cedera. Tapi kami menahannya untuk beberapa waktu untuk mengobservasi apa ada cedera kepala yang lain. Saat sekarang hidupnya tidak dalam bahaya." 


Mendengar itu aku menghela napas lega. Semua orang sebenarnya. Setidaknya hidupnya tidak dalam bahaya atau ada cedera menetap. 

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini, mobilmu ditabrak bukan?" Kakak Kylie, Richard langsung bertanya apa yang terjadi pada kami.


__ADS_2