
Dua minggu berlalu, kami mulai terbiasa dengan Kissimmee. Walau tak ada pantai, tapi kami punya danau Toho untuk dikunjungi jika sedang bosan.
Daerah pusat kota ini dan radius 30 mil sekitarnya sudah bersih seluruhnya, dalam dua minggu ada seribuan orang pengungsi baru yang ditempatkan tanpa insiden kecelakaan yang mengakibatkan seseorang terinfeksi. Tapi daerah infected yang berat memang bukan di sini tapi daerah pesisir.
Dan Michelle, well dia tetap berusaha walau dengan cara halus karena James tetap menjauhinya dan hanya bicara formal.
"Dia dikirim untuk mendokumentasi sendiri dan mengikuti perkembangan proses penyembuhan jika ada kasus. Aku tak punya urusan pekerjaan dengannya jika tak ada kasus infeksi." James dengan tegas membuat jarak sekarang dengan gadis itu.
Dia bekerja di farmasi dan tetap berada di sana.
"Boleh duduk disini?" Satu saat shift kami selesai dan kami makan malam di meja panjang itu. Kebetulan di situ ada James dan dokter yang lain yang selesai shift juga.
"Ohh sorry, sebelahku sudah ada teman. Penuh." Seorang dokter pria membloknya. Yang lain tak memperdulikannya. Dia terpaksa balik badan.
Orang-orang tahu gadis itu datang hanya untuk mengejar James dan karena kesan pertamanya sudah sangat salah, terutama setelah Martha mendengar sendiri Michelle mengeluh tentang makanan, dia menyebarkan berita itu dan semua orang beramai-ramai mempersulitnya untuk mendekati James.
"Joana, Anne kau tahu dimana aku bisa menemukan dokter James?"
__ADS_1
"Entahlah aku tak tahu." Kurasa Joana dan Anne baru menemani James operasi tadi. Kemungkinan besar dia ada di ruang observasi di lantai dua kurasa. Tapi aku tak akan memberitahunya.
"Aku juga tak melihatnya." Anne juga mengangkat bahu padanya.
"Ohh baiklah aku cari saja kalau begitu." Dia pun berlalu. Aku mendatangi mereka dengan penasaran.
"Kalian bukannya menemani operasi James tadi?" Mereka berpandangan satu sama lain lalu tertawa.
"Gadis manja seperti itu mau mendekati Dokter James, aku tak suka. Tak akan kuberitahu dia." Perawat lain juga menghalanginya dekat-dekat James. Saat dia bertanya di mana dokter James tak ada yang memberitahunya.
"Michelle kenapa kau?" Satu hari aku melihatnya duduk lemas di ruang istirahat. Apa dia sakit?
"Ehm, aku hanya kurang istirahat kurasa, dan kurang bernafsu makan. Kepalaku pusing dan lemas." Nampaknya sampai sekarang dia tak bisa menerima makanan seadanya kami.
"Ohh, kenapa kau masih tak terbiasa dengan makanannya. Kau tak bisa tidur juga." Gadis manja ini jadi sakit karena bertugas di luar kota aman. Mungkin sakit karena merindukan rumah.
"Maaf aku merepotkan. Tidak apa, kupikir aku hanya butuh istirahat saja." Dia mencoba tak merepotkan
__ADS_1
"Istirahatlah dulu jika begitu. Aku akan meminta seseorang memeriksamu."
"Tak apa. Kipikir aku bisa meminta obat tidur saja."
"Iya baiklah, nanti kuambilkan untukmu. Kau pergilah beristirahat dulu."
Kasihan juga. Jika dia sampai sakit nanti James akan disangka menelantarkan assisten professor . Jadi sekarang aku lebih baik bicara pada James untuk membantu memeriksanya.
"James, Michelle sakit, kurasa lebih baik kau memeriksanya, supaya dia lebih cepat sembuh." James melihatku sambil menaikkan alisnya.
"Sakit apa?"
"Entahlah homesick mungkin. Dia nampaknya masih tak cocok makanan di sini. Dia bilang kurang istirahat saja, dia malah minta obat tidur. Aku tak memberikannya dulu kupikir kau perlu memeriksanya untuk memastikan?"
"Suruh Anthony saja."
"Lebih baik kau saja. Micchelle adalah assisten professor, jika kau disangka menelantarkannya akan menyulitkanmu sendiri. Setidaknya walau tidak memeriksa terlalu menyeluruh, kau harusnya sedikit memperhatikannya." Dia menghela napas mendengar saranku.
__ADS_1