
"Apa aku mengenalmu?" Charlie Addams berbalik dan melihat ke Alexsey.
"Alexsey Mashkov. Kekasih Monica." Dia berdiri di depan Charlie dengan merangkulku menyatakan kepemilikannya.
"Mashkov? Apa hubunganmu dengan Sergie Mashkov?"
"Sergie, dia adikku."
"Adikmu?"
"Iya." Charlie diam, tampak memikirkan sesuatu. "Kau teman Monica?"
"Tuan Charlie Addams adalah pemilik line kosmetik yang menjadikan aku sebagai modelnya. Sebelumnya kami belum pernah bertemu." Aku menjelaskan kepada Alexsey, aku tak ingin dia mencari masalah ke Charlie.
"Begitu. Aku baru mendengarnya. Karena kau sudah di sini, senang berjumpa denganmu." Alexsey memberiku muka juga dia tidak mengatakan kata-kata konfrontasi kepada Charlie, itu lebih bagus.
"Kau adiknya Sergie, kau tinggal di Kanada?"
"Aku Kakaknya."
"Oh, Kakaknya. Kau mengenalku?"
"Sedikit." Alexsey tersenyum ke Charlie.
__ADS_1
"Benarkah?" Charlie nampaknya memikirkan sesuatu. Dia menatap Alexsey, "CSL Technology America bukan?"
"Kau mengenalku?"
"Sedikit." Ganti Charlie yang tersenyum padanya. "Tapi aku tak tahu kau kekasih Monica Dugard."
"Sekarang kau tahu." Alexsey mencari masalah. Kenapa harus bicara menantang seperti itu.
"Kudengar perusahaanmu ditutup oleh pemerintah Federal." Sebuah senyum muncul di wajah Alexsey saat Charlie mengungkit itu.
"Dan kudengar Theranos menjadi 0 sahamnya dalam hanya dua bulan." Satu sama lain nampaknya saling mengukir. Bagus sekarang mereka akan bertengkar satu sama lain. "Selalu ada kesalahan dan keputusan investasi yang buruk. Selalu ada cara memperbaikinya."
"Kau benar."
Mereka pasti tidak cocok, karena Charlie pada dasarnya adalah teman Sergie.
"Siapa bilang, aku pemiliknya."
"Benarkah?" Wajahnya skeptis meragukan apa yang dikatakan Alexsey.
"Kau bisa tanya Sergie." Sekarang Charlie diam.
"Nampaknya kau punya keberuntungan yang bagus."
__ADS_1
"Itu bukan keberuntungan tapi kerja keras."
Aku hanya berharap Alexsey tidak sengaja membuat marah. Tapi nampaknya Alexsey tahu diri juga, pembicaraan selanjutnya dia tidak akan memprovokasi apapun. Dan akhirnya aku bisa meloloskan diri dari sesi melelahkan ini.
"Kenapa dia datang ke sini?"
"Aku tak tahu kenapa dia bisa datang." Kuceritakan pertemuan kami sebelumnya bersama Eva dan bahwa dia adalah teman dengan kekasihku sebelumnya.
"Apa dia pikir dia bisa mengajakmu kencan?"
"Ya mungkin. Kau cemburu Tuan Mafia. Terima kasih untuk tidak tidak sengaja mencari masalah denhannya." Aku tersenyum dan menarik dasinya. "Katamu besok kau baru kembali? Kenapa kembali begitu cepat...
"Aku kembali cepat karena harus ke NY besok, jadwal mendadak, sampai Senin." Akhir pekan yang sibuk lagi. Mengecewakan, sampai akhir pekan pun sering dikorbankan untuk bekerja. "Bagaimana kalau kau ikut ke NY." Nampaknya dia mengerti aku kecewa tak ada akhir pekan bersama minggu ini.
"Aku harus bertemu beberapa supplier besok Jumat. Kau sibuk sekali, .. apa tidak bisa bekerja hari kerja saja."
"Jadwal pertemuannya dengan sebuah jaringan rumah sakit besar. Aku tak bisa menunda, sangat sulit untuk bertemu dengannya. Jika aku dapat order ini akan sangat bagus. Ini tak bisa ditangani marketing biasa."
Aku menghela napas. Sudahlah ini pekerjaannya aku tak bisa menghalanginya. Lebih baik dia bekerja mengejar target dengan baik daripada dia mengejar gadis lain.
"Jangan melirik gadis lain di NY."
"Aku milikmu Svetluny-ku. Aku di sana untuk bekerja." Aku tersenyum lebar dengan perkataan manisnya.
__ADS_1
"Hatu-hati dan kembalilah dengan cepat."
Alexsey pergi lagi. Semoga Charlie juga tidak muncul lagi.