
East Bound Rest Area, Interstate Road 40
Hanryetta, Oklahoma
Day
--------
Perjalanan ke East Bound Rest Area Interstate Road 40 sejauh kurang lebih 80 mil kami tempuh dengan Helicopter selama hampir setengah jam. Rata-rata kecepatan helicopter adalah 160mph (140 knots) walaupun ada beberapa helicopter misal Airbus Eurocopler X3 yang bisa mencapai 267mph/432kph
Kesibukan terlihat disana, rumah sakit sudah selesai didirikan oleh para team military engineer. Kami memiliki level 2 emergency hospital yang terdiri ruang operasi, ICU darurat , bangsal pasien, radiology dan lab , ruang pharmacy tentu saja. Saat datang kami langsung dijelaskan susunan ruangan yang mereka buat dan susun dari kontainer yang sudah jadi.
Mereka didatangkan dengan helicopter pengangkut CH-47 Chinook dan S-64 Aircrane yang bisa mengangkut antara 19-22 ton perlengkapan apapun yang butuh dipindahkan dengan cepat.
Chinook AK 47
S64 AirCrane
Dan kami 16 orang perawat langsung ke posisinya masing-masing untuk menyusun logistik yang kami yang sudah dibawa dengan bantuan para prajurit. Dan ternyata disini ada kamp pengungsi juga mengingat daerah ini belum aman.
Jadi kemungkinan besar kami juga akan merawat penduduk sipil. Aku melihat daerah sekeliling kami ini Interstate 40 merupakan daerah yang banyak vegetasi cottonwood dan willow, sebagian dipangkas untuk menjadikan daerah ini lebih terang. Tapi warna kehijauan tetap mendominasi pemandangan.
Area terlindung disekitar kamu dipagari dengan pagar kawat, demikian juga camp pengungsi. Ada area dapur restoran yang dijadikan tempat makan dan memasak di bagian bangunan lainnya. Dan bagian bangunan lainnya dijadikan markas operasi.
__ADS_1
Listrik bisa dipasok dengan baik disini dari pembangkit listrik tenaga air di Eufala Dam jadi kami tidak kesulitan akses listrik sama sekali dan wilayah pembangkit ini sudah diamankan.
"Jen, kau dan Noah akan menangani Triage,mulai besok faselitas ini beroperasi..." Dokter Xavier di akhir hari sudah menentukan shift kami dan rotasi tugas. Walaupun kami harus tetap bersiap-siap di luar shift jika terjadi lonjakan dengan para prajurit medic.
Triage adalah entrance emergency unit yang menentukan apakah pasien berada di daftar emergency yang harus secepatnya ditangani atau prioritas atau yang paling rendah bisa menunggu penanganan.
Jika tidak ada kejadian luar biasa kasus rendah bisa ditangani oleh prajurit medic yang membantu di emergency sementara emergency dan prioritas harus ditangani tim dokter dan perawat. Tugas triage staff adalah menentukan keputusan ini.
"Noah, kita selalu satu tim..."
"Tentu saja, kita memang selalu kompak." Setelah kejadian pertempuran di misi pertama kami menghadapi infected, aku dan Noah sudah seperti memiliki pertemanan seperti saudara.
"Bagus, aku tim kalian..." Dan James ikut bergabung di tim kami sebagai dokter bedah senior. Ada 4 dokter dan 8 perawat dibantu dengan 20 prajurit medic di setiap shift.
"Dokter James, ini penugasan pertamamu di luar faselitas. Kau gugup..." Satu timku yang lain rata-rata sudah pernah berhadapan di medan ekstrim. Hanya James yang berasa di tahun pertama walaupun dia adalah dokter senior.
Infantry sudah mulai diterjunkan dan memulai operasi sementara gelombang berikutnya akan menyusul besok.
"Besok shift 2 akan diminta bantuan menangani penduduk sipil mulai jam 11, ada sekitar 600 orang berlindung disini dan istirahat jam 3 sore. Sebelum kita mulai shift jam 7 malam." James memberi tahu ke kami sebagai pimpinan tim.
"Istirahatlah kalian sudah sangat lelah memgurus logistics hari ini. Dia membubarkan kami yang sudah selesai makan menuju bangsal istirahat kami. Aku mengikutinya keluar ruangan.
"Kau baik-baik saja..." James melihatku saat aku menjejerinya berjalan.
"Baik, sudah kubilang rasanya seperti kemping. Kau tak perlu mengkhawatirkanku."
"Kau memang bodoh! Kau seharusnya tetap berada di faselitas utama Norman. Kenapa kau harus berada di tengah hutan begini." Aku tetap tak mengerti kenapa dia mau bertugas disini. Dia tersenyum kecil mendengar gerutuanku.
"Entahlah Tootsie, belakangan aku merasa aku tidak punya siapapun, tunanganku meninggal dan aku masih merindukannya terkadang. Mom juga tiba-tiba tak bisa diselamatkan, cuma tinggal kakakku. Kurasa aku lebih baik menyusul mereka saja kadang ..."
__ADS_1
"James..." Aku sungguh bersedih mendengar kata-katanya. Kenapa dia punya perasaan putus asa seperti itu.
"Aku tak apa, cuma rasanya aku seperti kehilangan tujuanku untuk sesaat dan kau tahu aku memutuskan tujuanku adalah untuk melindungimu sementara ini. Mungkin aku akan kehilangan nyawa nanti tapi jika iya aku bisa bertemu kakakmu dan menceritakan sesuatu kepadanya tentangmu. Dan sementara Fred belum bisa bersamamu anggaplah aku membantunya menjagamu, Ibumu masih menunggumu di rumah. Kau harus selamat melalui ini semua..."
Aku tak bisa bicara mendengar perkataannya. Aku menggenggam tangannya dan dia melihatku.
"James berjanjilah padaku kau tidak melakukan perbuatan bodoh disini..." Aku takut tiba-tiba dia melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Dia langsung tertawa.
"Jen, aku belum ingin mati. Aku hanya kehilangan tujuan. Kau pikir aku mau mati dan menjadi infected. Aku hanya menjadikan kau tujuanku untuk hidup sekarang. Jangan kuatirkan aku, aku tak akan mencoba bunuh diri... " Aku menghela napas panjang.
"Disini banyak prajurit wanita cantik bertugas. Sebentar lagi kau akan mendapatkan banyak penggemar, setelah itu kau bisa menpunyai tujuan lain aku yakin..." Dia kembali tertawa.
"Kau selalu tahu cara memanfaatkan orang Tootsie. Kau pikir aku tak tahu kau menjual nomor teleponku kepada gadis-gadis...." Aku membelalak. Dan mukaku langsung panas. Tapi di tetap tersenyum lebar.
"Kau ...Kau tahu?" Aku meringis untuk mendapatkan maaf darinya.
"Aku tahu, tapi kupikir kau memang sedang perlu uang untuk sesuatu saat kusadari kau harus berhutang untuk biaya kuliahmu. Jadi aku membiarkannya, walaupun aku tahu setelah kau bertemu Fred lagi kau berhenti melakukannya... Kau pasti sudah menjalani hidup yang berat sejak Ken tidak ada. Kenapa kau tak cerita..."
Aku terdiam. Itu dulu, tapi kupikir keadaan memberikan aku kedewasaan bersikap sekarang. Yang sudah berlalu biarlah sebagai kisah masa lalu.
"Itu cerita masa lalu James, ... sekarang aku tak mau mengingatnya.... Kita lakukan saja yang terbaik disini." Dia mengangguk mengerti.
"Sudah ada kabar dari Fred...?" Aku menggeleng sedih. "Mungkin aku perlu mengharapkan keajaiban ..."
"Kita semua memerlukan keajaiban sekarang..."
Hari kami masih panjang. Entahlah, tapi aku akan mencoba bertahan hidup. Masih ada Mom dan Fred yang menantiku. Kuharap dimanapun mereka berada mereka tetap baik-baik saja.
----------
__ADS_1
Hei girls , votenya di I Hate My Boss aja yaa jangan disini.