
"Kau juga bisa menghajar orang jika mau, kau banyak waktu kenapa kau tidak belajar beladiri dan menembak dengan serius." Albert mengusulkan sesuatu untuk adik kecil kami itu.
"Iya baiklah, aku tak mau ada Harrold kedua di masa depan." Rupanya Harrold membuatnya mau belajar hal yang dihindarinya selama ini.
"Itu bagus. Aku akan mengirimkan seseorang untuk mengajarmu di rumah." Aku senang adikku itu mau belajar melindungi dirinya sendiri.
"Ohh ya, Gillian menghubungiku kataya dia ingin bertemu denganku Jumat minggu depan." Tiba-tiba Albert memberi kabar.
"Pacar Kakak akan datang ke Montreal minggu depan ternyata." Monica tertawa.
"Pacar Monica, benarkah, Gilbert Gillian?" Albert langsung berkerut keningnya.
"Dia bukan pacarku."
"Dia memang pacarnya, mereka berdua..." Monica mulai membuka mulut ke Albert. Pengadu ini! Sedangkan aku tak ingin membebankan apapun ke hubungan kami karena aku sendiri tahu itu tak mungkin.
"Monica!" Monic diam, dan mencibir ke arahku,... Albert tersenyum.
__ADS_1
"Dia perwira karier, kariernya gemilang, ada sangat besar kemungkinan dia mencapai bintang 4 di kepala 4, keluarganya punya latar belakang bagus, masa depannya sangat bagus. Kurasa dia..." Albert berpikir sekarang, tapi tak mengatakan apapun yang ada di pikirannya, dia juga tahu walaupun ada sesuatu diantara kami hubungan kami terhalang jarak.
"Tak ada sesuatu yang harus dibahas soal dia,..."
"Orang seperti itu sangat menghargai kariernya."
"Memang." Aku menjawab pendek. Tahu apa tujuan Albert mengatakan itu.
"Ya baiklah. Aku mau mengatakan itu saja. Tadinya kupikir kau datang bersama Mom, aku mau mengajak makan malam di rumah." Rumah dan apartment kami bertiga tidak terlalu berjauhan.
"Kakak, si bangsat Alexsey Mashkov itu, apa dia orang berbahaya?" Tiba-tiba Monica bertanya.
"Ohh begitu. Orang militer seperti Eliza."
"Dia tidak masuk militer Monic, tapi punya latar belakang keluarga militer. Dia PHD ekonomi, otaknya encer untuk urusan uang. Dia lulus PHD Princeton di usia 22, pendidikannya dari high school di US, makanya aksennya sempurna." Aku menjawabnya, sebelum berurusan dengan seseorang aku harus mengetahui latar belakangnya.
"Seperti Eliza,... otaknya encer." Aku meringis.
__ADS_1
"Kenapa kau malah tertarik dengan latar belakangnya."
"Hmm...aku mau tahu siapa bangsat sombong itu, dia memang pantas sombong ternyata."
"Iya dia jauh kelasnya diatas Dave Thomas teman tak tahu dirimu itu." Alexsey Mashkov itu memang bukan anak orang kaya tak tahu diri penghambur kekayaan. Dia serius, karakter yang merupakan penopang keluarga dan bisa bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Nampaknya dia diberikan otoritas untuk mengambil keputusan strategis atas bisnis Mashkov di wilayah benua Amerika.
"Hmm... tetap saja blonde popular di sampingnya itu menyebalkan." Aku tertawa.
"Itu sebenarnya bentuk dia tak suka diganggu oleh wanita sembarangan yang meminta perhatiannya. Dia bukan playboy kurasa. Tapi tinggi hati, merasa bisa mengatur dunia dan sombong jelas iya
"Kau terlalu menyanjungnya Kakak."
"Aku mengatakan pandanganku."
"Aku tetap membencinya." Aku meringis.
"Kalau itu terserah padamu. Aku mau pulang. Besok aku mau menghajar Dave Thomas."
__ADS_1
"Kau ikut Kakak." Monic mengandeng lenganku, Albert juga ikut keluar.
Sebentar lagi aku bertemu Gilbert, aku sudah merindukannya, tapi setelah bertemu aku takut menjadi lebih merindukannya.