
Aku pergi dengan Eliza ke sebuah pusat perbelanjaan untuk melewatkan waktu bersama, tak lama lagi dia akan menikah, kami akan jarang bertemu.
"Alex ke NYC lagi?" Eliza bertanya padaku, sudah sering akhir pekan dia bekerja. Aku dan Eliza punya kekasih yang sama-sama jauh dan sibuk, jadi yang bisa kami lakukan adalah pergi bersama ketika mereka tak bisa menemani kami.
"Iya dia buru-buru ada pekerjaan di sana, hanya tiga hari karena harus bertemu seseorang yang penting, dia mengajakku ikut tapi aku ada pekerjaan jadi aku tak ikut."
"Hmm, nampaknya dia sangat fokus ke pekerjaannya."
"Begitulah, dia sangat terobsesi ingin mengambil alih pimpinan utama Moskow, tapi dia berjanji kami tidak akan pindah ke Moskow, entah bagaimana melakukannya. Tapi paling cepat pengalihannya empat tahun lagi. Dia bilang mungkin dia bisa memindahkan kantor pusatnya."
"Memindahkan kantor pusat, dari Moskow? Menurutku, itu agak mustahil...." Eliza lama berpikir sebelum menjawabku.
"Sejujurnya aku juga merasa ini masalah pelik, tapi dia sudah berjanji sendiri. Dan dia tak ingin melepasku, jadi aku dan dia berjalan saja untuk sementara ini."
"Ya mungkin ada metode yang dipikirkannya. Sudahlah, kita disini untuk belanja Kakak, jangan bicarakan itu..Kita bersenang-senang saja."
Kami tidak membicarakan masalah, ini saatnya berbelanja. Eliza sebentar lagi akan pindah ke Washington DC, aku tak akan punya waktu seperti ini lagi dengannya.
Kami sibuk berbelanja tapi Eliza terganggu dengan sesuatu sesaat kemudian. Aku tak tahu apa, dia menjadi lebih diam dan beberapa kali fokus dengan ponselnya.
"Mon, aku ke toilet sebentar." Dia melambai dan menghilang dari sisiku. Perhatianku tertuju ke eyeshadow pallete di tanganku jadi aku dengan cepat mengabaikannya.
Ponselku berbunyi di kantongku. Sebuah pesan dari Eliza, kenapa dia mengirimiku pesan. Segera kubuka pesannya.
"Kita di ikuti sepertinya, kau pergilah berjalan-jalan. Aku akan memastikan apa aku benar atau salah. Berlakulah normal, bayar belanjaanmu dan berjalanlah ke bioskop, kita bertemu di sana." Diikuti?! Siapa yang mengikutiku. Jantungku langsung berdebar-debar. Walaupun ada Eliza aku bukan orang yang terbiasa menghadapi intimidasi seperti ini.
Aku membayar belanjaanku dan perlahan berjalan ke bioskop seperti tidak terjadi apapun, Eliza bilang untuk berputar dan membeli macam-macam untuk mengulur waktu. Aku menuruti kemana dia menyuruhku. Walau pikiranku membuat berbagai macam spekulasi tidak boleh ada riak yang tampak.
__ADS_1
"Bilang ke pengawalmu, untuk bekerja sama denganku, berikan nomornya padaku. Orangku belum sampai." Aku memberikan nomor pengawalku padanya.
"Apakah banyak yang mengikutiku Kakak?"
"Kurasa cuma dua orang. Belum tahu apa mereka punya backup lagi." Cuma dua orang, jika mereka menyergapku aku tak akan bisa melakukan apapun. Aku menggigil membayangkan apa yang akan terjadi jika Eliza tidak menyadari ada yang mengikutiku.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang."
"Aku perlu orang untuk mengikuti mereka di belakang mereka, kau akan kembali denganku dulu. Aku ingin tahu ini perintah siapa. Kau bersikap tidak ada apa-apa saja."
Sebuah tebakan ada di benakku. Yang mampu melakukan ini adalah keluarga Jovovich, mereka punya pengalaman dan sumber daya untuk melakukan itu tapi tujuannya apa. Entahlah, mungkin untuk mengancam Alexsey. Tidak ada tujuan lain selain itu.
"Iya baiklah, aku mengerti."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah berjalan-jalan sendiri cukup lama. Beberapa bantuan segera datang. Dan dalam beberapa saat kemudian Monica sudah mengambil alih situasi, aku bertemu dengan Monica yang sibuk dengan ponselnya di luar bioskop. Rasanya melegakan dan aman bisa berjalan berdua dengannya lagi.
"Hmm...orangku sudah datang untuk membantu pengawalmu. Mereka masih mengikuti kita tapi orangku juga mengikuti mereka."
"Kau mau apa setelah ini?"
"Kita pulang saja. Orang-orang kita akan menyergap dua orang itu di kediamanmu. Ada tenaga tambahan untuk membereskan mereka."
"Aku harus memberitahu Alexsey."
"Kemungkinan ini berkaitan dengannya?"
__ADS_1
"Hmm sepertinya begitu. Baru-baru ini Sergie mengatakan padaku dia menelepon Sergie untuk memberinya selamat kenyataannya sebenarnya Alex yang membayar wartawan investigasi itu untuk menyelidiki Theranos. Entahlah ini mungkin memicu ini." Kali yang lalu keluarga Sergie mengirim pembunuh ke Alex, sekarang seseorang membayangiku.
"Keluarga Alex ini benar-benar kacau, kenapa kau harus terlibat dengan ini?" Pertanyaan Eliza membuatku sulit menjawabnya. Aku takut Eliza akan membuat pembatasan untukku. "Aku tinggal bersamamu sementara masalah ini diurus. Akan kutelepon sendiri Alexsey sekarang." Dia mencari nomor di ponselnya dan langsung menelepon Alex.
"Alex!" Eliza mulai dengan nada lumayan tinggi. "Apa pengawal Monic sudah melapor padamu?"
"Bagaimana kau menangani ini, kau jangan menempatkan Monica dalam bahaya karena urusanmu." Entah apa yang dikatakan Alex di sana, tapi nampaknya Eliza tidak terlalu senang.
"Kau bereskan dulu masalah ini, kali ini Monic diikuti, apa tujuan mereka mengikuti Monic, lain kali entah apa yang mereka kirimkan. Aku akan menangkap mereka."
Alex bicara disana menimpali Eliza.
"Jika ini benar mereka, aku akan menelepon ibu tirimu langsung jika mereka berani menganggu adikku, aku akan membuat kehebohan diplomatik dan menyeret keluarganya yang terlibat, dia akan lihat apa aku berani melakukannya. Keluarga ibu tirimu sombong karena punya agen KGB bukan. Kita lihat bagaimana dia menangani ditegur secara pribadi oleh Presiden karena menggunakan agen KGB untuk mengurus urusan keluarganya."
Eliza langsung membuat ancaman besar. Kurasa dia bisa melakukannya. Paman David tak akan tinggal diam jika Eliza memintanya secara pribadi dan jika itu terjadi keluarga Jovovich tak akan berani macam-macam lagi dan bisa jadi mereka akan kehilangan jabatan jika dianggap sudah keterlaluan menyalahgunakan jabatan mereka.
"Bagus jika kau merasa bisa mengurusnya, itu dulu saja, harusnya kautangkap mereka yang mengikuti Eliza dulu, jika kau ingin mengirimkan bantuan kau boleh melakukannya sekarang."
Alex membalas perkataan Eliza sesaat. Aku tak tahu apa yang dia katakan, tapi nampaknya Eliza puas dengan apa yang dikatakannya.
Eliza kemudian menutup telepon. Aku penasaran bagaimana Alex akan mengurusnya sedangkan dia di NYC.
"Dia bilang dia akan mengurusnya? Bagaimana dia akan mengurusnya, penyihir itu bahkan berani nenyuruh orang membunuhnya." Aku bertanya dengan penasaran.
"Aku tak tahu, tapi dia bilang dia bisa mengurusnya. Tapi mereka akan mengatur menangkapnya dulu. Kepala dan tim pengawalnya dalam perjalanan. Well, dia bisa diandalkan juga ternyata, tadinya aku sudah siap mencercanya."
"Jadi sekarang kita pulang saja ke rumah?"
__ADS_1
"Iya kita pulang saja." Aku mengikuti Eliza berjalan pulang.
Sekarang aku berharap semua skema penangkapannya akan berjalan lamcar. Entah apa yang akan dilakukannya aku akan meneleponnya nanti untuk memastikan.