BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 128. Don't Try 4


__ADS_3

"Baiklah." Tapi mengakui kalau aku benar juga. "Tapi kau ikut saja. Nanti dia besar kepala menyangka aku ada perhatian khusus padanya..."


"Baiklah."


Kami pergi ke asrama. Aku mengetuk sedikit sebelum masuk ke kamarku..


"Jen, kau membawa obatku." Michelle ternyata belum tidur.


"Aku membawa dokter James untuk memeriksamu, memastikan kau tak apa." James muncul dibelakangku, Michelle sekarang terkejut nampaknya, sekaligus salah tingkah.


"Dokter James? Sudah kubilang aku hanya kurang istirahat ke Jen. Hanya butuh resep obat tidur dari farmasi saja." James menarik kursi untuk duduk di samping bednya yang membuat dia tak lepas memandangi James. Yah dia memang tergila-gila dengan James.


"Kau punya masalah tidur sebelumnya?"


"Tidak, ini hanya karena tempat baru. Bukan masalah yang serius, aku tak pernah sekamar dengan begitu banyak orang, plus aku masih kesulitan menyesuaikan diri, ini hanya belum terbiasa. Maaf merepotkan, kau tak usah mengkhawatirkanku Doc."

__ADS_1


"Kau perlu aku menelepon Professor dan menarik penugasanmu kembali. Sudah kubilang garis depan bukan tempat yang cocok untukmu. Seminggu sekali pasti ada konvoi ke Atlanta." Ini malah jadi kesempatan memulangkannya.


"Tidak, tidak perlu. Aku akan baik-baik saja. Aku hanya perlu membiasakan diri. Kau bahkan tidak perlu memeriksaku, aku sendiri tahu bagaimana keadaanku. Jika ada yang serius pasti aku akan minta saran darimu."


"Ini sudah tiga minggu. Jika kau tidak bisa membiasakan diri maka tidak bisa. Kau bekerja membantu di farmasi bukan sekarang. Kudengar dari Jen teman-temanmu yang lain agak bermasalah denganmu. Jika kau sakit begini kau akan lebih dikatakan sebagai putri manja dan tak cocok di sini, sudah kukatakan dari awal garis depan bukan untuk orang sepertimu. Kau lebih baik tidak memaksakan diri untuk berada di sini jika memang tak bisa. Masalah tugasmu akan kucari oraang yang mengumpulkan datanya seperti yang kau mau."


Ternyata James memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuruhnya pergi.


"Aku bisa, bukan masalah besar. Aku tak akan pergi. Aku bisa bekerja, aku hanya minta istirahat sehari saja, besok aku pasti sudah pulih." Dia tetap tak mau pergi, jika dipikir-pikir apa lagi yang dicarinya disini. James tak akan berada dalam jangkauannya lagi.


"Tidak, aku sendiri yang meminta tugas ini, aku akan menyelesaikannya, aku tak akan menyusahkan orang lain."


"Baiklah, jika kau sudah baik melaporlah ke Jen. Kuberikan vitamin dan obat yang ku minta." James berhenti sebentar.


"Sebenarnya satu lagi, kutegaskan sekali lagi, aku dan kau tak akan pernah terlibat satu sama lain sampai kapanpun. Aku disini untuk bekerja dan menolong orang bukan mencari pacar. Aku pimpinan tim ini, aku juga tak mau merusak reputasiku sendiri." James mengatakan itu padanya bahkan di depanku, bukannya harusnya ini dikatakan hanya berdua?

__ADS_1


"Aku pergi dulu, kalian bicaralah." Aku berniat menyingkir sekarang.


"Tak usah Jen. Tetap di sini saja." Dia mengalihkan pandangannya ke Michelle "Jen tak akan menyebarkan pembicaraan kita, aku percaya penuh padanya."


"Ya aku tahu. Maaf aku memang membuat masalah untukmu. Tidak aku tidak akan menganggumu lagi, ku hanya ingin menyelesaikan tugas yang kuminta sendiri, itu saja." Dia akhirnya sekarang berdamai dengan kenyataan dia tak akan pernah mendapatkan James.


"Ya sudah istirahatlah. Jika kau tak betah, benar ingin pulang katakan padaku. Aku akan mengaturnya, masalah pengumpulan data bisa diserahkan ke dokter lain."


"Iya terima kasih Dokter James, aku akan baik-baik saja. Terima kasih kau sudah bersedia datang ke sini."


"Ini aku bawa obatnya. Setelah minum ini cobalah untuk istirahat duluan. Kau bisa memakai kamar khusus di ruang paling ujung, itu memang untuk yang butuh istirahat tak diganggu, untuk mereka yang sakit. Kau bisa mengunci kamarnya dari dalam."


"Ohh benarkah? Terima kasih."


Akhirnya nampaknya masalah ini akan selesai. Setelah ini tak ada lagi yang mengejar James nampaknya.

__ADS_1


__ADS_2