
Aku sampai ke rumah dengan dua jahitan di pelipis, tapi orang-orang itu semuanya tertangkap dan berada di kantor polisi.
"Sir, kami sudah mengamankan enam orang tim penyerangmu. Saya akan mendapatkan pengakuan dan bukti siapa yang menyuruh mereka. Anda bisa istirahat sekarang." Kepala keamanan meneleponku ketika mereka memasukkan penyerangku ke kantor polisi.
"Yang kuinginkan adalah kesaksian mereka siapa yang membayar mereka, tukar itu dengan pengurangan hukuman."
"Saya mengerti Sir." Aku meninggalkan mereka untuk bekerja bersama polisi. Aku masuk ke rumah
"Ya Tuhan, Boss kau baik-baik saja?!" Anna sampai ke rumah jam 2 pagi melihatku. Dia tahu aku dalam masalah malam ini, dia nampaknya meminta update ke Charlos.
"Apa yang kau lakukan disini pagi buta begini." Aku melihatnya yang terlihat kuatir.
"Kata Charlos kau masuk UGD, aku tadi juga mengabarkan Monica kau masuk UGD, itu dijahit? Tapi katanya kau diantar pulang?bKau terbentur? Mobilmu dimana?" Bertepatan dengan Maria juga yang melihat wajahku yang biru dan keningku yang diperban, dia yang tak tahu ada masalah apa, hanya diberitahu ada orang yang sengaja menabrakku.
__ADS_1
"Iya, hanya tiga jahitan, aku baik-baik saja, tapi aku mendapatkan mereka, bukan hal yang besar. Mobilku jelas di kantor polisi sebagai barang bukti." Aku menjelaskan apa yang terjadi sekarang.
"Kau baik-baik saja dengan itu Sir? Ada yang perlu aku bantu?" Giliran Maria yang bertanya. Dua wanita baik hati ini mengkhawatirkanku.
"Aku baik-baik saja, Anna pulanglah istirahat, aku perlu bantuanmu besok di kantor, aku mungkin harus ke kantor polisi, besok geser semua jadwal pertemuanku... Maria ini hanya tiga jahitan, bukan hal yang besar. Besok buatkan aku sarapan saja jam 7 aku harus makan obat dan ke kantor polisi Sekarang aku mau mandi dan tidur saja."
Sekarang mereka berpandang-pandangan. Aku tak ada sesuatu yang perlu mereka khawatirkan.
"Nampaknya kau tak apa, baiklah. Hubungi aku jika kau perlu sesuatu. Akan kugeser semua jadwal pertemuan besok, jika ada sesuatu yang kau perlukan dari yang lain katakan saja, karena nampaknya kau perlu ke polisi bukan?"
"Aku pulang jika begitu." Anna pergi.
"Tuan tidak perlu sesuatu?" Maria masih perlu meyakinkan dirinya untuk istirahat.
__ADS_1
"Tidak Maria, aku mau mandi dan istirahat, kau juga boleh istirahat."
"Baiklah Tuan."
Aku naik ke kamarku, melepas baju kotorku dan mandi. Merasa lega hari ini bisa berlalu dengan baik. Setidaknya kartu ular itu sudah kubongkar sekarang. Keluar dari kamar mandi dengan perasaan lebih baik, tapi ternyata aku mendapat kejutan lagi malam ini.
"Kau baik-baik saja?!" Svetluny datang dengan terburu-buru, ini pasti karena Anna yang mengabarkan padanya. Dia melihat lebam dan perbanku. "Kata Anna kau setelah ditabrak ditembaki? Kau tak apa bukan?" Segera dia mendekati dan memeriksa apa yang terjadi padaku.
"Aku tak apa. Hanya tiga jahitan dan sedikit lebam karena terbentur." Sungguh senang bisa melihatnya di akhir malam ini. Karena ini sudah terbongkar aku tak perlu khawatir untuk membahayakan Svetluny-ku lagi. "Berita daei Anna pasti membuatmu khawatìr. Aku tak apa." Tangannya menyentuh perban anti air yang menempel di sisi kiri kepalaku.
"Syukurlah kau baik-baik saja, aku sudah ketakutan kau masuk UGD." Dia sekarang memelukku. Aku memeluknya lebih erat. Rasanya juga lega aku bisa melewati yang satu ini.
"Aku tak apa. Tapi yang lebih penting lagi kau dan aku sekarang bisa bertemu bebas tanpa takut ada yang akan mencelakaimu." Dia tersenyum.
__ADS_1
"Jadi aku boleh mengatakan ke semua orang kau kekasihku."
"Iya kau boleh katakan aku kekasihmu sekarang."