BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 81. Sergie Mashkov


__ADS_3

"Aku akan menyingkirkan orang-orang itu. Jangan khawatir." Sebuah pesan dari Alexsey sampai ke padaku setelah Eliza menelepon.


Dia sudah bicara panjang dengan Eliza, aku mempercayai pengaturan yang dia lakukan saja. Lagipula dengan Eliza menemaniku aku sedikit tenang.


Aku kembali ke apartmetku bersama Eliza, setelah seorang koordinator lapangan tiba, ada 7 orang yang terlibat operasi lapangan ini. Sementara aku dan Eliza berakting tidak ada apapun yang menarik perhatian kami saat dalam perjalanan pulang.


"Kita tak usah melakukan apapun?" Aku sekarang bersama Eliza, sampai situasi dikendalikan. Kupikir Eliza akan turun tangan sendiri. Tapi dia hanya duduk tenang dengan sesekali melihat ponsel.


"Tidak, hanya menunggu mereka menangkap orang-orang yang mengikutimu. Orang yang Alex kirim bisa mengatur


Tapi walaupun begitu aku tak berpikir akan mudah mengorek apapun. Yang terakhir saat Alex di serang kalian hanya bisa mendapatkan negara, itupun setelah penyelidikan dalam melibatkan hacker. Saat inipun kurasa akan sama, jejak mereka ditutup dengan baik." Eliza mengatakan pikirannya.


"Apa mereka mau membunuhku." Kenapa mereka di suruh mengikutiku.


"Oh tidak, tidak ada gunanya kau dibunuh. Mereka mau memberi tekanan ke Alex, yang salah adalah mereka tak tahu siapa yang mereka seret ke dalam ini. Jika mereka mau membunuhmu tak perlu dua amatir itu yang mengawasimu, akan ada profesional yang melakukannya."


Aku mau tak mau merinding, pengalaman saat hidupku di ujung tanduk adalah saat yang mengerikan. Aku tak mau mengulangi saat-saat itu lagi.


Eliza sampai ke apartmentku dan bersikap santai, sementara aku gelisah dan menunggu.


"Mon, tak usah khawatir semuanya akan baik-baik saja." Dia akhirnya bicara setelah melihatku duduk tak bisa diam.


"Itu agen KGB, mendengarkannya saja membuat khawatir."


"Mereka hanya berani bertindak melalui orang lokal, tidak terlibat langsung, mereka lebih takut ketahuan. Aku tak tahu metode apa yang akan digunakan Alex, tapi dia bilang ini terakhir kali dia akan membiarkan mereka bertindak mengancammu. Jadi kita lihat saja, pengawalmu juga akan di tambah. Jadi harusnya tidak ada


"Begitu." Aku sedikit tenang dengan kata-kata Eliza.


"Aku secara pribadi akan menelepon Margarita sialan itu, memalukan anaknya tak bisa bersaing tapi malah menggunakan kau untuk menambahkan tekanan. Penyihir tua licik." Setelah kupikir-pikir lagi Eliza memang benar, bagaimana aku bisa terlibat dengan keluarga kacau ini. Dengan ini tekadku tambah kuat, aku tak akan mau pindah ke Moskow sampai kapanpun. Membayangkan harus menghadapi ini setiap hari membuatku takut.

__ADS_1


"Dia kelihatannya memang pendendam, ..." Kuceritakan siapa Margarita dan masa lalunya yang menyebabkan Alex menjadi sasaran tembak.


"Hmm...wanita picik yang berhati pendendam. Akan kuberi nama dia nama penyihir." Eliza baru saja mendapatkan nomor telepon penyihir itu dari Alex.


Aku hanya bisa meringis dengan kata-kata Eliza. Kakak perempuanku ini tak takut ke siapapun. Malam ini Eliza tinggal bersamaku. Membuatku merasa aman.


"Aku akan mengurus ular itu, kau tak usah takut." Alex meneleponku saat sudah malam.


"Bagaimana kau akan mengurusnya."


"Ular itu masih butuh uang Ayah, jika dia tidak mendapatkan uang Ayah keluarganya tidak bisa bertahan lagi. Dan keluarganya yang sangat ingin ikut campur itu, dia pikir dia saja yang punya orang di pemerintah."


Alex punya cara menghadapinya, aku jadi bisa menghela napas lega sekarang.


Hanya dalam kisaran tiga jam mereka berhasil mengamankan orang-orang yang memata-mataiku. Dan orang Alex akan melakukan interogasi langsung setelahnya. Orang-orang Tuan Mafia ini bisa diandalkan untuk mengendalikan situasi hingga


Hasilnya segera keluar saat mereka menemukan pola yang sama. Orang-orang ini dihubungi lewat telepon, dan dibayar dengan transfer dari bank crypto.


Dia melihat ponselnya dan menghela napas.


"Aku akan menelepon penyihir tua ini. Jam berapa di Moskow sekarang?" Dia mengotak-atik ponsel. "Lebih cepat delapan jam, jam lima sore. Waktu yang bagus. Kau dengarkan bagaimana mengancam penyihir tua ini, jika kau bertemu dengannya tak usah takut dengannya, dia yang harus minta maaf padamu buka kau yang harus mendatanginya..." Dia meringis, nampaknya ini pekerjaan yang menyenangkan untuknya.


"Selamat sore Nyonya Margarita." Dia bicara bahasa Inggris, Ny. Margarita ini tahu Inggris dengan baik menurut Alex.


"Selamat sore. Siapa ini?"


"Aku Elizabeth Dugard, Kakak Monica Dugard. Kau memang punya keberanian bermain denganku."


"Apa maksudmu bermain?" Tanpa sadar dia tidak bertanya siapa Dugard seakan dia sudah tahu siapa Dugard itu. Ini mengkonfirmasi banyak hal sehingga Eliza tidak usah berdebat dia tidak tahu apa yang kami katakan.

__ADS_1


"Nyonya Margarita, ini peringatan pertama dan terakhir karena kau berani mengirimkan orang untuk mengawasi adikku. Jika kau berani melibatkan adikku dengan urusanmu dengan Alexsey, kali berikutnya aku akan meminta Perdana Menteri Kanada menelepon Presidenmu secara pribadi mengadukan kelakuan Jovovich memakai agen KGB untuk urusan keluarga dengan cerita lengkap. Kudengar Paman David dengan Presidenmu punya hubungan cukup baik..."


"Apa yang kau bicarakan?"


"Sudah terlambat berakting kau tak tahu apa-apa. Sudahi omong kosongmu. Memalukan, anakmu kalah dan tak bisa mencapai apapun tapi kau memakai cara kotor. Kau ingat kata-kataku penyihir tua sekali lagi kau mencari masalah dengan keluargaku, aku akan mencari membuatmu sangat menyesal."


"Aku tak tahu apa yang kau bicarakan. Kau tiba-tiba meneleponku dan mengatakan hal-hal gila."


"Kau lebih baik teliti latar belakang keluarga Dugard sebelum kau melakukan sesuatu, penyihir tua." Eliza terus mengancamnya tanpa memberinya kesempatan membela diri.


"Apa..." Sebelum dia bicara lagi, Eliza sudah memutuskan telepon. Dia mengambil toast yang kubuat dan melanjutkan makan seakan tak terjadi apapun.


"Kau pikir dia akan berenti?"


"Dia akan berenti, orangnya bahkan baru melakukan tugas di hari pertama dan langsung tertangkap. Dan Alexsey yang akan menyelesaikan sisanya."


"Alexsey bisa menyelesaikannya."


"Sebenarnya Margarita sudah di tahap putus asa, mendengar cerita Alexsey, anaknya baru saja rugi besar di Theranos. Walaupun masih ada dua tahun, itu kerugian yang tidak bisa dipulihkan karena Theranos ditutup begitu saja dan semua assetnya dilelang."


"Iya itu benar..."


"Dan Alexsey bilang keluarga Jovovich harus meminta bantuan Ayahnya untuk mempertahankan bisnisnya. Alex punya modal untuk mengancam Margarita. Ayahnya juga mengawasi Margarita."


"Begitu ternyata. Jadi seharusnya kita tak usah melakukan apapun?"


"Ya seharusnya begitu.Tapi pengawalmu tetap mengikutimu untuk berjaga-jaga." Eliza melihatku sambil berpikir. "Kau tahu, masalah ini harus selesai sebelum kalian menikah. Mereka harus punya kesepakatan sehingga tidak saling menggangu. Kurasa berbahaya membiarkan keadaan seperti ini tanpa kesepakatan."


"Iya aku juga berpikir begitu."

__ADS_1


Jika mereka tetap tidak bisa menerima Alexsey, sementara Alex juga berkeras dia menginginkan jabatan itu, apa yang akan terjadi.


__ADS_2