
Aku mengembalikan pass ke pada Mayor Hills. Bertepatan dengan keluarnya James yang sedang melapor ke kantor Walikota sehingga aku jadi berjalan di sampingnya. Sepanjang jalan banyak prajurit yang menyapaku. Aku merasa seperti selebriti dadakan sekarang.
"Kau terkenal sekarang nampaknya Tootsie?"
"Ehmm... mungkin." Aku tersenyum lebar di sampingnya.
"Kenapa kau ke kantor militer?"
"Kemarin Mayor Hills memberiku dan Laura pass ke sebuah dapur umum dengan masakan enak di Danau Toho. Dia juga bersedia mengantar kami ke sana sehingga kami tak perlu berjalan kaki."
"Ohh Mayor Hills."
"Kau mengenalnya."
"Iya aku mengenalnya, penugasannya awalnya di Jacksonville, dia sudah punya istri." Aku melihat ke arahnya, kenapa dia menyebutkan Mayor Hills sudah beristri, apa dia pikir aku ke sini untuk mendapatkan perhatian Mayor itu.
"Aku hanya mengembalikan kuponnya. Kau pikir aku pergi ke sana menggodanya?"
"Aku hanya mengatakannya kepadamu."
Dia berlagak jadi Kakak yang baik lagi. Aku diam saja tidak menanggapinya.
Aku melihat Tom di depan sana, lebih naik mengobrol dengan Tom saja, apa dia sudah makan. Sedang kesal dengan James, aku akan mengajaknya makan malam. Aku berbelok di depannya.
"Kau mau kemana?"
"Makan."
__ADS_1
"Kenapa berbelok ke sana, dapur ke arah sana."
"Aku mau mengajak Tom makan."
"Kenapa tak mengajakku makan?"
Aku tak menjawabnya tapi melengos pergi saja ke ujung sana. Aneh bukan dia ingin mengontrol kehidupan pribadiku tapi tak ingin status, dia tidak bisa melakukan hal seperti itu. Kerena sekali lagi dia bukan Kakakku, sudah kukatakan itu padanya.
"Tom, kalian sudah makan?"
"Belum, ayo makan. Paul, Mario, makan dulu ." Dia mengajak dua orang yang di timnya untuk ikut makan.
"Aku ikut." James yang mengikutiku ternyata, aku membiarkannya saja.
"Nona Jen, mau makan."
"Kurasa aku jadi pengawal artist." Sekarang James menyindirku lagi. Andrew tertawa.
"Jen, sangat terkenal belakangan. Bagaimanapun dia perawat yang merawat prajurit yang terkena infeksi, juga soal keberaniannya menyelamatkan temannya sendiri dari gigitan. Soal dia yang pernah terlibat operasi pasukan khususpun dijadikan contoh, jadi beberapa waktu belakangan dia dijadikan semacam ikon oleh para perwira atas, panutan bahwa prajurit wanita medispun berjuang bertahun-tahun bersama kami di medan tempur, dengan makanan seadaanya sama dengan kami dan tetap punya semangat membantu teman kami yang sedang berjuang terkena infeksi. Bagaimanapun itu memberikan banyak boosting energi bagi prajurit bawah Doc."
"Ahh dia dijadikan semacam bintang iklan." James mengangguk paham.
"Kenapa kau iri Boss?" Aku meringis lebar. James hanya tersenyum dia tidak mengatakan apapun.
"Aku bersedia jadi pengawalmu Nona Jen." Paul menambah kemeriahan suasana.
"Kau pikir ada prajurit yang berani macam-macam dengan Jen, tak mungkin, bisa dianggap pelanggaran disiplin disini."
__ADS_1
"Kau benar juga. Dia dijadikan ikon oleh para perwira. Tak akan ada prajurit yang berani-berani menggodanya, yang kita lihat sekarang sapaan hormat saja."
"Hebat-hebat." James mengangguk-angukkan kepalanya. Entahlah apa yang hebat. Mungkin dia bangga sebagai kakak angkat yang tak kuakui.
"Apanya yang hebat Boss?"
"Kau tentu saja."
"Kenapa aku hebat?"
"Kau jadi semacam pahlawan perang."
Aku diam-diam menghela napas. Apa dia benar tak punya perasaan apapun padaku. Apa iya? Dia hanya menganggapku adik Kenneth seperti dulu.
Berharap yang tak pasti itu sangat menyengsarakan.
"Aku dulu punya pacar Mayor. Pacarku walikota kota aman , kau tahu dia yang mengajariku semuanya dari pertahanan diri, hingga menembak dengan tepat. Dia pasukan khusus sepertimu, lalu dia dipercaya memimpin kota aman baru."
"Benarkah? Kau kekasih seorang walikota Jen? Kenapa kau sekarang tidak bersamanya." Paul yang langsung bertanya.
"Hmm... dia bertemu kekasih pertamanya yang disangkanya sudah meninggal dan diharapkannya dengan sepenuh hati."
"Diharapkannya dengan sepenuh hati, kau bercanda." James tertawa sendiri. Aku tidak memperdulikan tanggapannya.
"Aku pikir, jalan hidupku akan berbeda setelahnya di kota indah itu, ternyata sampai sekarang aku masih berkeliling dari barat ke timur..." Aku menceritakan ceritaku, Tom, Paul dan Mario mendengarkan kegalauanku.
"Mungkin kau nanti bertemu yang lain Jen. Aku bersedia jadi pacar sementaramu." Aku tahu Paul bercanda.
__ADS_1