
Beberapa pengungsi sudah diteruskan ke dokter, nampaknya tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan. Seorang pengungsi wanita menarik perhatianku, beberapa bekas luka lebam yang nampaknya belum hilang sepenuhnya.
"Nona, kau luka, kau baik-baik saja?" Dia terkejut aku menyapanya. Selain di wajahnya ternyata ada bekas lain di tangannya. Dia mengikuti seorang laki-laki tadi. Aku yakin dia mengalami kekerasan dengan mengikuti pria itu.
"Ehm aku tak apa...."
"Kau dipukul?" Aku melihat ruam biru kekuningan yang hampir hilang itu. Wanita itu masih muda, kupikir dia baru berumur awal 20an.
"Ini hanya terjatuh." Dia menutupinya dengan ketakutan.
"Kau bisa bicara apapun padaku, kota ini punya 4 distrik sekarang, plus 3 divisi tambahan dibawah militer dan medik. Jika kau sampai kesini aku bisa melindungimu dari laki-laki yang semena-mena padamu dan memisahkanmu darinya. Hukum rimba tak berlaku disini tak ada yang bisa semena-mena pada wanita..." Dia melihatku dengan tak yakin.
"Bagaimana jika dia membunuhku, adikku akan sendiri." Ternyata dia hanya ingin melindungi adiknya. Aku sudah menduga ini. Bukan hanya sekali kasus seperti ini terjadi. Tapi jika kau sudah memasuki kota aman hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.
"Dimana adikmu?"
"Dia ada di luar, tak ikut bersamaku. Tapi dia ikut group kami. Dia baru berumur 13."
"Begini saja, kau minta adikmu ikut bersamamu sekarang, aku akan menempatkanmu di group support medical. Mereka punya tempat sendiri dan kau keluar dari groupmu."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Benar."
"Aku akan membawanya ke sini segera."
"Temui aku di sayap kanan, ruangan sebelah kanan dekat lobby bercat biru. Oke, namamu siapa?"
"Donna, terima kasih Nona perawat..."
"Namaku Jennifer, kau bisa memanggilku Jen, aku kepala perawat untuk shift siang ini."
"Terima kasih banyak, aku akan bekerja keras, disini. Apapun asal adikku aman."
"Kau akan aman, jangan takut, mulai sekarang jika dia mendatangimu dan mengancammu jangan takut lagi. Aku akan memberitahu pada pimpinan unitmu namanya Maria." Dia langsung mengangguk dan berterima kasih lagi padaku.
"Tenang saja, akan kuhajar siapapun yang berani menganggunya." Maria sebagai orang yang bertanggung jawab atas tim support kami itu menjalankan tugasnya.
Aku senang dia dan adiknya terlihat lega saat itu. Aku tak bisa membayangkan apa yang mereka lalui di luar sana untuk sampai kesini.
Kembali ke meja tugasku di depan. Laki-laki yang bersamanya tadi tampak mencari wanita itu. Dia mendatangi meja kami.
"Kalian melihat wanita yang duduk di ruang tunggu?" Aku langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Maksudmu Donna, dia sudah bertugas di divisi support medik, sihlakan melapor ke distrikmu sendiri untuk menerima penugasan." Distrik penggungsi biasanya di bawah pengawasan prajurit divisi konstruksi.
"Dia bersamaku. Bagaimana kalian memindahkannya begitu saja." Pria tukang pukul itu langsung protes.
"Ini kota aman di bawah komando militer, semua yang terjadi di sini menurut aturan militer. Dan sebagai kepala perawat aku punya hak memilih orang untuk tim supportku." Aku tak akan membenturkan Donna langsung ke masalah bahwa dia mengadu padaku.
"Ini tidak bisa diterima!"
"Kau harus menerimanya. Aturan itu berlaku di kota ini, dan distrik kota aman manapun di USA."
Untuk menjaga keamanan ketertipan umum semua kota dan penduduknya diatur oleh militer, tidak ada yang bisa lolos dari aturan itu jika kau masuk kota militer. Semua penduduk di kota aman berada dalam darurat militer dan polisi yang menjaga kelangsungan hidup kotanya masing-masing. Kebanyakan kota-kota besar runtuh yang bisa bertahan malah kota kecil di sampingnya.
"Dia harus bersamaku! Apa hakmu mengatur di mana dia akan ditempatkan. Apa dia menyetujui kau menempatkannya disana?!"
"Itu hakku."
"Nonsense, akan kucari dia!" Dia masih menunjukku.
"Jika kau berani akan kupanggil keamanan militer, kita lihat kau atau keamanan militer yang punya kepalan tangan lebih keras, jika kau berani menantang perintah pejabat otoritas militer disini." Kita lihat siapa yang lebih bisa berkeras sekarang.
Pria itu pergi. Aku melapor ke keamanan divisi kami sebagai tindakan pencegahan walaupun Maria juga pasti telah melapor. Kurasa dia tak akan menyerah secepat itu.
__ADS_1
Dia pasti masih berusaha menganggu Donna.