
😘😘😘***Hai gengs, dua episode terakhir yang double itu sudah diperbaiki ya,
Margarita Jovovich 7 & Margarita Jovovich 8***
(sebelumnya Questions 1 & 2)
Mundur kebelakang sebelum baca ini.
\=\=\=\=
Seperti biasa pesta seperti ini adalah campuran permintaan dan penawaran. Yang datang kesini adalah pria-pria dengan dompet tebal murah hati dan yang wanita adalah wanita-wanita yang melihat isi sakumu dulu sebelum maju menggodamu.
Dulu mungkin Monica adalah idola di sini, dia tidak perlu apapun perhatian akan tertuju padanya. Latar belakang sempurna, wajah cantik seperti bidadari bulan, tak heran dia banyak memicu kecemburuan dan saat dia jatuh tak heran banyak yang tertawa diatas penderitaannya.
"Monica, kau kesini?" Salah seorang menyapanya. Nampaknya salah seorang yang tidak suka dia ada di sini lahi, matanya menyipit karena tak menyangka Svetluny-ku akan datang.
__ADS_1
"Iya aku kesini, sudah lama aku tidak ke sini. Aku mau melihat kalian."
"Apa yang kau lakukan di sini, nanti pria-pria itu khawatir semeja denganmu."
"Ohh aku tak akan bergabung dengan kalian, bukankah sudah kukatakan aku hanya merindukan suasananya, aku sudah punya pacar." Svetluny-ku dengan cepat tersenyum kecil pada mereka, aku hanya mengawasinya dari bar yang jarak yang lumayan jauh, tapi dari gerak bibirnya aku tahu apa yang dia bicarakan.
"Ohh kau sudah punya pacar, pria mana yang berani mengambil resiko untukmu. Kau membayar seseorang untuk jadi invected." Kelompok gadis itu tertawa. Ini sudah cukup kenapa dia harus membuktikan diri ke kelompok tak berguna ini. Kudatangi mereka dengan cepat.
"Aku yang jadi pacarnya, aku bisa membayar mulut kalian untuk diam." Semua orang sekarang diam, mereka tentu tahu siapa aku.
"Tuan Alexsey Mashkov?"
"Tuan Alexsey, kau tak takut tertular infeksi zombie."
"Aku baik-baik saja, kurasa aku lebih takut tertular kelakuanmu." Gadis itu sekarang diam. "Ayo kita pergi kau bilang kita hanya sebentar di sini." Aku menariknya pergi, tak ada gunanya lagi berada di kelompok toxic ini.
__ADS_1
"Baiklah, sampai jumpa semua." Monica melenggang dengan santai dibawah tatapan iri wanita-wanita yang dulu adalah mungkin temannya itu.
"Kau tahu, tak ada gunanya kau terlibat dengam mereka lagi. Lebih baik kau fokus ke bisnismu, kau juga sekarang membantu di partai bukan, bicara dengan orang-orang tua itu jauh lebih berguna." aku mengatakan keberatanku jika dia terlibat lagi dengan gadis-gadis model penjaring laki-laki kaya itu.
"Aku tahu, aku hanya ingin menunjukkan pada mereka yang tiba-tiba menikamku dari belakang. Kupikir mereka teman, tapi mereka memberi tahu setiap orang aku adalah survivor infected yang harus dihindari. Kupikir mereka teman tapi ternyata mereka musuh."
"Ya sudah, mereka akan belajar banyak setelah ini. Jangan ke sini dan menemui mereka lagi. Tak ada gunannya." Aku mengajak Monica pergi, sebelum aku menangkap gambaran seseorang masuo ke ruang VIP jauh di depanku.
"Sergei? Apa yang dilakukannya di sini? Dia ada di Montreal?"
"Kau melihat siapa?"
"Ada adik tiriku di sini. Tadi aku melihatnya." Dia seharusnya ada di Paris, apa yang dia lakukan di Montreal. Aku penasaran.
"Adik tirimu, bukankah katamu dia ada di Paris."
__ADS_1
"Aku penasaran apa yang dia lakukan di sini. Ayo kita lihat..." Kutarik tangan Monica mengikutiku ke VIP room
bersambung besok----