
Ketika sampai di Montreal dia tidak menunggu, untuk meninggalkanku dan rombongan. Seperti orang yang tidak dikenal saja, mungkin Tuan Putri ini sudah terlanjur kesal denganku. Dalam sisa perjalanan setelah kami bertengkar dia sama sekali tidak bicara padaku.
Aku tak memperdulikannya.
Aku melihat dia selesai check-in di hotel yang sama duluan. Baguslah, bisa sendiri juga. Aku tak punya tanggung jawab menjaganya kurasa, Ayahnya hanya ingin melihatnya sampai ke hotel dan selesai.
Mengurus pertemuan dengan beberapa pengusaha Canada yang menjadi investor kami termasuk kakak Eliza si beberapa proyek yang menjadi tanggung jawabku.
Dan bertemu dengannya tentu saja. Kali ini kami bertemu di makan malam di restoran hotel, aku hanya di sini dua malam, dia menginap bersamaku.
"Kau sudah bertemu Albert hari ini?"
"Besok pagi. Hari ini kami presentasi proyek lain."
"Bagaimana Tuan Putri, apa dia menyulitkanmu." Eliza malah bertanya, padahal aku tak ingin membicarakannya. Kuceritakan pertengkaran kami hingga dia pergi sendiri tadi pagi.
Eliza tersenyum dan tertawa mendengar aku menceritakannya, nampaknya ini juga hiburan untuknya.
"Dia pasti membencimu habis-habisan."
__ADS_1
"Itu bagus, karena aku juga tak ingin berurusan dengannya lagi. Tapi tidak berarti dia tak berguna juga. Karena kejadian itu dia membuatku fokus pada karier." Eliza tersenyum mendengar kata-kataku.
"Jadi menurutmu dia adalah tamparan yang membuatmu sadar."
"Iya bisa dibilang seperti itu."
"Setiap orang punya titik baliknya sendiri nampaknya."
"Kau benar."
"Wah, ternyata ini pacarmu sayang. Biasa saja ternyata. " Entah dari mana aku mendengar suara Laura. Aku dan Eliza sama-sama menoleh. Dia tersenyum ke kami. Dengan "Hi... aku Laura." Eliza menatapnya dari atas ke bawah.
"Ada apa? Kenapa kau ke sini?" Kurasa dia hanya ingin memanasi Eliza. Penganggu ini hanya coba membalas dendam. Dia pikir Eliza akan terpengaruh provokasinya. Menggangu saja.
"Ini yang kau sebut gold digger itu bukan?"
"Iya, dia meminjam uang keluargaku dan masih sombong seakan dia pemilik dunia."
"Lebih cantik dia atau Monica? Dia tak ada apa-apanya dibanding Monica." Kami membicarakannya seakan dia tak ada di depan kami
__ADS_1
"Kau benar, tapi yang terutama Monica punya karier dan pencapaian, tapi dia hanya punya nama keluarga. Pekerjaannya hanya mencari laki-laki kaya yang akhirnya membuangnya juga."
"Kalian berpikir aku tak ada di sini?" Akhirnya dia tersinggung juga.
"Nona Laura, kau tak punya nomor antrian untuk bicara di sini. Kau sudah keluar dari TOP 2000 bukan? Kau meminjam uang dari kekasihku, sedangkan dia juga memintaku jadi investornya di US. Jadi secara logika posisimu sudah sangat miskin sekarang." Aku langsung tertawa ngakak sekarang. Laura memerah mukanya.
"Kau pikir siapa kau? Lihat penampilan membosankanmu itu." Eliza meringis geli.
"Kau ingin bicara, sihlakan duduk tapi kau hanya akan bicara padaku. Kalau kau berani?" Eliza menantangnya duduk dengannya.
"Kau pikir aku tak berani?"
"Ohh bagus, ayo kita bicara. Sekalian kau sudah di sini." Eliza memberi tanda ke pelayan untuk memberinya kursi tambahan. Dan dia duduk di sana, mungkin merasa menang karena mengira dia berhasil mengganggu kami.
"Eliza, kau tak perlu menghabiskan tenagamu dengan wanita ini." Eliza mengangkat tangannya.
"Aku hanya akan menghabiskan lima menit waktuku untuk mengajar gadis bodoh ini Sayang."
"Kau yang bodoh. Aku sudah pernah membuangnya dan kau memungutnya. Apa kebanggaanmu. Menang dariku, aku punya banyak laki-laki lebih baik mengejarku." Laura membalasnya dengan sengit.
__ADS_1
"Kau hanya wanita biasa yang mencari laki-laki kaya untuk menopang keluargamu yang bangkrut, kebetulan aku tahu ceritamu tentangmu. Kau mau tahu siapa aku, aku dari keluarga Dugard, aku bisnis woman yang dekat dengan PM Kanada, dan investor di US, Jenderal tersayangku ke sini untuk bicara denganku sebagai calon investor, mungkin hanya Ayahmu yang punya kapasitas bicara denganku itupun jika aku bersedia. Kau mengerti. Apa kau tak punya harga diri mengikuti kekasihku ke sini setelah apa yang kau lakukan padanya? Keluarga Top 2000, kau memang mengelikan."
"Kau perlu ingat dia tak masuk keluarga top 2000 lagi." Aku meringis lebar menyambung apa yang dikatakan Eliza.