
"Kau masih punya keluarga?" Aku bertanya kepada Aaron dalam perjalanan kami.
"Keluargaku jauh di pantai barat. Aku berasal dari Oregon. Sebuah kota pantai bernama New Port, keluargaku aman, kotaku adalah salah satu yang aman. Tapi delapan bulan sudah berlalu aku belum bisa kembali, tadinya aku di Jackson untuk urusan bisnis. Tapi ternyata aku tak bisa pulang sampai sekarang, tapi keluargaku tahu aku masih hidup."
"Kau masih punya harapan untuk pulang, kau harus bersemangat Aaron."
"Iya Nona, aku masih punya keluarga yang menungguku di rumah, aku akan bersemangat. Aku akan bertemu mereka lagi." Aku tersenyum mendengar semangatnya, dan aku masih punya Ibuku, dan mungkin Andrew yang menungguku kembali.
Kami sudah di setengah perjalanan, ada beberapa rintangan kecil tadi, mulai dari mobil-mobil yang berserakan, beberapa pohon tumbang, dan infected yang berjalan lambat yang mencari makan.
Aku jarang berada di luar kota aman, melihat infected masih merupakan sesuatu yang membuat perasaanmu sangat tidak nyaman.
"Kau sering melihat mereka di luar?"
__ADS_1
"Cukup sering, jika hanya satu atau dua kelompok kami kadang membunuhnya. Tapi jika banyak kami biasanya menghindarinya."
"Berapa banyak kelompok kalian?"
"20 orang, kami hidup awalnya hidup di pertanian yang rumahnya cukup terlindung setelah kabur dari kota yang kacau. Tapi kemudian makanan kami menipis dan kami harus mencari makanan ke luar. Sehingga ditemukan oleh prajurit dan menawarkan kami masuk ke kota aman."
"Kita akan memasuki daerah berbahaya Grand Avenue Park, daerah yang kita lewati ini belum tersentuh pembersihan sama sekali. Kita baru aman setelah menyentuh Little Rock Downtown. Setengah bagian Little Rock masih zona hitam. Tapi kita sudah diberi arahan jalan aman." Seorang prajurit yang merupakan prajurit pengawal yang harus bersama kami memberi arahan."
"Mengerti Kapten." Aku meraba dua pistol di pinggangku.Dan persediaan magazine cukup banyak. Semoga aku tak menggunakannya. Aaron tidak bisa menembak tapi dia tahu memukul yang benar jika keadaan memaksa kami. Dan jika yang kami hadapi infected kurang makanan yang lambat.
"Kau bisa menembak Nona?"
__ADS_1
"Kami terlatih belakangan ini, aku pernah terlibat pertarungan 10 orang melawan ratusan infected."
"Itu hebat."
Tak lama iringan berhenti. Ini masalah. Berhenti adalah masalah.
"Ada apa?" Aku bertanya dengan takut. Ini belum jauh dari kota.
"Di depan kita ada populasi infected, dari jauh cukup banyak kita tak tahu apa kita bisa menembusnya, group di depan sedang mengirim drone. Astaga populasi infected.
Prajurit yang menjaga kami turun sementara kami diperintahkan untuk tetap di dalam mobil truk transport itu. Aku harap kami bisa menembusnya dengan menubruk kencang saja. Tapi jika mereka sampai harus berhenti dan melihat dengan drone, berarti masalah tak akan sesederhana itu.
"Nampaknya kita ada masalah besar di depan." Aaron ikut terlihat khawatir.
__ADS_1
"Entahlah, jika hanya puluhan mereka bisa menabraknya. Tapi jika mereka harus memakai drone kita nampaknya populasinya bisa ratusan sampai ribuan."
Aku dan dua prajurit turun akhirnya, ada satu Humvees dan dua truk militer kendaraan personel yang ikut dalam iringan.