BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 57. Susan dan D'Angelo 3


__ADS_3

Hai semua, aku update kembali Fred ama Susan, tapi ini updatenya gak  banyak satu partnya  dikit-dikit. Tapi tetep lanjut krn dikasih insentif buat lanjut hehehe.... tapi krn  insentifnya dikit mak  fokusnya nanti abis selesain cerita Louis, fokus ke Cold Revenge. Mungkin kalian bisa tumpuk dulu bacanya seminggu sekali. Thanks buat yang masih nungguin...Love you. Kalau mau vote atau kasih hadiah di Louis saja.


\====== ***======


Aku tahu aku tak bisa melawan takdir, tapi menerimanya begitu berat.  Antara Dallas dan El Paso, kenapa rasanya begitu sulit untuk menerima dia mungkin  sudah tak ada di dunia ini. Tujuh bulan menanti, Ibunya menyerah, dan setelah penantian yang rasanya begitu  lama aku harus belajar membunuh harapanku.


Tapi hari ini hari pernikahan Susan, aku ingin turut berbahagia untuknya. Aku menghapus air mataku, untuk berbahagia untuknya.


“Kau sudah cantik.” Aku menyelesaikan lipstiknya, turut terharu dia terlihat begitu cantik pagi hari ini.


“Terima kasih. Kau tahu aku tak menyangka di saat seperti ini aku  akan menikah. Kau tahu perasaanku campur aduk, tapi D’Angelo bilang mungkin orang tua kami pun tak dapat hadir, tapi hari esok tak dapat ditebak. Menikah  dalam kondisi seperti ini, tak seperti impian pengantin.”


“Walaupun tak ada yang membayangkan seperti ini tapi mungkin kau harus bersyukur, keadaan akan lebih baik dimasa yang akan datang. Kita mungkin bisa menghalau kiamat ini.” Tujuh bulan kami memulai mimpi buruk ini, mempertahankan  kehidupan, walau seperti hujan badai tak berkesudahan ada pelangi diantaranya yang bisa membangkitkan harapan.

__ADS_1


“Aku berharap  begitu. Jangan memikirkan masa depan, tak akan habis kau  memikirkannya sekarang. Hari  ini calon pengantin akan datang, aku berharap  semoga kalian bersama dan bahagia hingga akhir.”


Pagi itu kami membuat acara pemberkatan sederhana. Komandan kami  bersedia menjadi pemimpin upacara sederhana ini. Pernikahan ini  juga digunakan untuk menaikkan moral tim, bahwa  masih ada hal-hal baik yang terjadi di tengah bencana yang kami alami, para koki sengaja membuat masakan istimewa, ruang aula pertemuan kali ini dipenuhi  bunga-bunga liar yang di hias sebisanya, tapi sudah  cukup bagus.


Aku berjalan mengantar pengantin melalui aisle sederhana, tamu undangan kami melihat  pengantin kami yang sudah bergaun putih dan rambutnya dipenuhi hiasan bunga. Susan yang memang sudah cantik  dari lahir seperti katanya itu memang tak perlu apapun lagi untuk membuat mata D’Angelo tak bisa beralih dari awal.


Aku tiba di row depan, kali ini bersama dengan  Andrew  yang menjadi pendamping penganti pria.


“Hi Capt... “ Aku menyapanya sedikit. Dia tersenyum padaku. Pagi itu dia terlihat tampan dengan baju bersih setidaknya. Tidak ada dari kami yang membawa baju pesta kesini.


“Mereka berdua memang beruntung.”


Komandan kami memimpin upacara. Membacakan hal yang harus dibacakan untuk mengesahkan perkawinan mereka.

__ADS_1


Mereka bertemu diantara kacaunya dunia, namun beberapa dari kami berpisah di tengah kekacauan ini. Setiap orang punya waktunya masing-masing. Aku berharap dimana pun kau berada kau bahagia Fred, entah di dunia ini atau  sudah di  dunia lain, aku beruntung pernah memilikimu, mungkin kau yang terbaik yang pernah terjadi padaku, aku terharu melihat teman baikku menikah tapi juga sedih ketika aku tahu aku  merelakan apapun yang akan terjadi. Mungkin sudah saatnya


“...and groom may kiss the bride (pengantin pria boleh mencium pengantin wanitanya).”  Kalimat diakhir itu  membuat air mataku menetes, entah untuk siapa, mungkin keduanya.  Kami bersorak  dan bertepuk tangan untuk mereka.


“Ini hari bahagia, kenapa kau menangis.” Andrew menyenggolku.


“Ini terlalu bahagia.” Aku tertawa, menghapus air mataku, mencoba untuk tidak menangis lagi. Aku mungkin termasuk lebih beruntung dibanding banyak orang yang ada di luar sana.  Jadi sudahlah, tawa dan air mata mereka bagian dari hidup yang harus dijalani. Andrew menatapku, dia tidak berkata apapun, mungkin dia tahu apa yang kusembunyikan, tapi setiap orang punya pergulatan di hatinya masing-masing.


“Kau akan bahagia nanti.”


“Iya, pasti.”


“Mari bersemangat memberantas zombie  saja, itu akan membuat bahagia.” Andrew meringis.

__ADS_1


“Ya setidaknya itu juga kebahagiaan.”


Perayaan kecil hari itu membuat kami semua antara bahagia dan sedih. Yang lain kehilangan, yang satu mendapat  kebahagiaan. Mungkin besok ceritanya akan berganti. Tapi hari ini aku ikut tertawa untuk kebahagiaan pengantin.  Berharap di masa depan aku juga bisa berbahagia juga.


__ADS_2