
Dua bulan kemudian ...
Aku kembali ke Moskow, aku mengajukan pinjaman ke pusat karena aku merger dengan sebuah jaringan faselitas produksi obat di US, mereka butuh dana tunai dan bersedia merger dengan tetap mempertahankan nama mereka diatasnya, kami menaruh kami dibawah mereka.
Ayah cukup kagum dengan deal ini, nilai asset yang kami tarik meningkatkan nilai valuasi kami hampir 50%nya. Aku berani karena mereka sudah punya merk-merk yang dikenal pasar, walau sesudah periode infeksi, peralatan produksi mereka banyak mengalami kerusakan sehingga mereka perlu investasi masuk setelah pembicaraan alot akhirnya mereka bersedia merger.
Dan ternyata bertepatan dengan kepulangan Sergei ke Moskow.
Aku bertemu dengannya di lorong dan tidak tahan untuk tidak menyapa anak kesayangan ini. Masalah permintaan maaf Jovovich sudah aku tinggalkan jika mereka tidak mengganguku lagi, aku juga tidak akan menggangu mereka. Itu prinsipku.
"Tuan Muda, rupanya kau juga ada di sini." Aku menyapanya dengan senyum. Dia melihatku dengan ekspresi datar.
__ADS_1
"Tampaknya ada yang punya bisnis dengan divisi investasi. Kenapa? Kau mau pinjam uang karena kekurangan modal." Dia menghinaku karena dia diberikan modal oleh kekasihnya. Sedangkan aku harus mengajukan penarikan investasi ke pusat karena tentu saja masing-masing divisi investasi masih terhubung dengan pusat.
"Ahh iya aku tak sepertimu yang suka meminta ke wanita." Aku hampir tertawa melihat ekspresi tersinggungnya atas kata-kata telakku.
"Bangsat, jaga mulutmu." Jika dia kalah kata-kata yang dilakukannya hanya mengancam sekarang.
"Aku tak ingin berkelahi denganmu, lagipula jika kita berkelahi kau pasti kalah, jadi kau tak usah memulai." Sekarang ganti mukaku yang datar. Aku berjalan mengabaikannya.
Salah satu perbedaannya adalah setelah valuasi meningkat, apakah pendapatan kotor meningkat. Investasi yang dia habiskan untuk membeli Paradise International adalah investasi hotel mewah, memang ekonomi sedang bangkit secara cepat, tapi untuk orang bisa liburan ke pulau dan menghabiskan uang banyak itu masih cukup sulit sekarang, ikat pinggang masih dikencangkan dan pengeluaran tak perlu kebanyakan masih ditekan, masih banyak yang harus dikejar.
Tentu ada beberapa kalangan yang bisa menjangkaunya tapi sangat terbatas. Bisa jadi dia bergembira memperolehnya dengan nilai diskon besar-besaran tapi apa langsung bisa menghasilkan itu akan diragukan.
__ADS_1
Tapi mungkin dia tidak tahu aku sudah melihat sampai situ. Tapi akupun tak berniat memberitahunya.
"Kau terlalu banyak bicara Sergie, kau sama sekali tak tahu bagaimana melihat gambaran besar. Jika kau tak tahu kau seharusnya meminta bantuan orang yang lebih tahu." Aku menukasnya sekaligus meremehkanya.
Kali ini dia melihatku dengan ekspresi binggung. Tidak tahu apa yang kubicarakan, tapi aku juga tidak berniat memberi tahunya.
"Kau berbicara seperti kau adalah seorang profesor ekonomi kawakan Harvard." Tentu saja dia akan meremehkan semua perkataanku. Tapi aku juga malas menanggapi ketidaktahuannya.
"Kau tak tahu apa yang kubicarakan, sayang sekali, kau memang harus minta bantuan professor Harvard."
"Terlalu banyak omong kosong." Anak manja ini mencibirku. Aku hanya menanggapinya sengan satu sudut bibir terangkat sinis.
__ADS_1
"Kalau begitu laporan keuangan nanti akan berbicara. Tak usah kita yang berbicara terlalu banyak. Perhatikan saja laporan keuanganmu."