
Dan dengan kata-kata itu aku meninggalkannya pergi. Aku akan pergi mengunjungi kantor Vladimir, perusahaan ini adalah perusahaanku. Berbeda dengan Sergie yang tidak punya bagiannya di sini, perusahaan ini tercatat atas namaku di pembukuan internal.
Vladimir tahu setiap aku datang ke Moskow akan mengunjunginya, walaupun aku menyerahkan semuanya padanya kami akan tetap jadi rekan kerja yang baik untuk bertukar pikiran.
"Boss, kata Nyonya Irina (Bibi Alex) kau punya jaringan lab produksi baru di bawahmu. Kau seperti gurita di sana nampaknya."
"Ohh mereka punya basic produksi beberapa obat bebas yang merk dagangnya sudah terkenal, aku mengambil kesepakatan merger, baru tanda tangan minggu kemarin." Aku menjelaskan ke Vladimir.
"Nampaknya itu kesepakatan yang bagus, kau tak usah membangun nama lagi."
"Jelas. Aku tak mengambil kesempatan yang buruk."
"Apa ada yang menyusahkanmu di sini?"
"Kurasa tidak, orang militer menyerahkan banyak hal untuk kutangani tanpa intervensi asal aku memberikan laporan rutin kepada mereka, situasi aman. Hanya kadang orang yang tidak perlu terlibat di dalam sini."
__ADS_1
"Orang yang tidak perlu? Siapa?"
"Kadang ada keluarga Ibu tiri Anda Jovovich yang kesini bersama dengan penghubung kementrian. Aku tak tahu kenapa dia muncul di sini. Dia sering mendekatiku, sangat ramah, aku waspada niat orang ini, karena Nyonya juga tidak percaya dengan niatannya."
"Aneh sekali kenapa dia muncuk di sana." Kenapa dia muncul di kantorku, apa keuntungan yang bisa diperolehnya dengan mendekati Vladimir. "Apa penghubung yang ditempatkan di kantormu mengatakan sesuatu tentang dia?"
"Penghubungku dari kementrian kesehatan. Tidak sama sekali tidak, dia juga tak tahu kenapa Jovovich bisa ikut."
"Apalagi yang mereka rencanakan." Jovovich tidak bisa berhenti membuat masalah denganku nampaknya, bukankah kemarin mereka yang sudah minta maaf, sekarang mereka mencoba memulai keributan lagi, apa yang sebenarnya mereka coba usahakan.
"Kalau begitu biarkan saja dia. Saat pembukaan dulu juga dia bersikap sok akrab dan pamer dia ada hubungannya dengan Ayahku. Asal dia tidak merugikan atau menghalangi pekerjaanmu biarkan saja."
"Apa dia tidak tahu kau pemiliknya?"
"Dia tahu tentu saja. Seperti katamu dia hanya ingin pamer hubunganya dengan semua orang." Mungkin dia menyangka ancamanku omong kosong.
__ADS_1
Aku menelepon Ayah setelah menemukan anomali itu.
"Dia memang sedang pamer, dia dinominasikan menjadi Deputy Prime Minister, jadi dia perlu menunjukkan dia punya hubungan baik dengan orang-orang termasuk juga CEOmu yang sekarang, Vladimir. Dia punya kans cukup besar untuk naik. Saingannya Anton Kotyakov, Ayah juga punya hubungan dengannya."
Ternyata begitu. Kemampuannya untuk memanfaatkan orang lain memang mengagumkan dan memuakkan.
"Apa itu ada untungnya buat kita."
"Hmm... untuk Ayah itu mungkin tambahan pengaruh karena kita masuk lingkaran circle keluarga inti. Tidak ada manfaat yang pasti. Seperti biasa kita bisa mengambil manfaat koneksi dekat. Ayah rasa kau tak usah mempermasalahkannya. Mereka memang begitu pamer koneksi."
Baiklah terserah jika dia ingin mengambil keuntungan, anggap saja Ayah bisa mengambil keuntungan. Ayah tidak meyuruhku menghentikannya, maka biarlah.
Sebuah telepon masuk ke ponselku hari itu. Nomor yang tidak kukenal.
"Ahh selamat sore, saya Anton Kotyakov. Senang bisa bicara dengan Anda Tuan Alexsey Mashkov." Aku sesaat lupa dimana aku pernah mendengar nama Anton Kotyakov, lalu aku ingat itu adalah nama orang yang terlibat persaingan dengan Artur Jovovich.
__ADS_1
"Ohh tuan Kotyakov, saya pernah mendengar nama Anda." Aku langsung ingat dia adalah saingan Artur Jovovich.