
Sementara sudah ada penyidik polisi yang menerima juga lokasi dan bilang dia akan mengirimkan orang untuk menyelidiki area segera.
Kami tiba di titik terakhir lokasi sinyal. Yang berarti kami harus mencari di lokasi ini.
"Mapnya menunjukkan kita harus masuk ke jalan kecil ini. Ada senjata di bawah kakimu, raba di bawah dashboard ada tombol yang bisa kau tekan." Aku mencari dimana tombol yang dia maksud, tak lama aku menemukannya.
Dia mengambil senjatanya sendiri dibawah jok dibawah kakinya. Sementara kami masuk ke jalan kecil tanah dan bebatuan yang entah mengarah ke mana itu. Hari mulai temaram, hampir jam 8 malam, untunglah kami masih punya cahaya matahari yang hampir terbenam.
Kami bergerak sepelan mungkin sambil mengamati situasi sekeliling. Masuk lebih jauh ke jalan tanah tapi bisa dilewati mobil.
"Kurasa itu mobilnya..." Aku menunjuk di kejauhan. Ada mobil terlihat di tinggalkan begitu saja, itu sama dengan jenis mobil kami.
"Kita turun di sini. Walau kemungkinan besar tak ada orang lagi kita harus berhati-hati."
"Baiklah." Kuharap itu kosong, kuharap mereka meminta tebusan dan ini adalah hanya soal uang. Uang tebusan masih bisa di cari, lagipula aku akan membalas mereka yang berani mengusik adikku.
"Kanan." Gillian memberi tanda bahwa dia yang akan mengambil kiri dan aku kanan. Kami memutar sambil mengawasi sekeliling kami memastikan tidak ada bahaya tersembunyi diantara vegetasi rendah dan pepohonan.
Tak terdengar apapun hanya suara langkah kaki kami yang menyibak semak dan dedaunan dengan perlahan. Dan memang tak ada siapapun di sana, mobil di tinggalkan begitu saja.
Tapi ada bayangan seseorang terbaring di sana. Harrold?! Jangan-jangan...
__ADS_1
Gillian membuka pintunya. Dan menyentuh nadi di lehernya untuk memastikan. Dia menggelengkan kepalanya padaku. Aku merasa sedih untuk Harrold, dia sudah tiga tahun bekerja bersama kami. Tapi kekhawatiranku pada keselamatan Monica lebih besar.
"Ini sama sekali tak bagus, jika mereka ingin meminta uang, lebih banyak sandera lebih bagus. Tapi sekarang mereka membunuh Harrold." Aku menyimpulkan apa yang terjadi. Apa yang mereka mau dari Monica.
"Kita harus tahu alasan mereka dan siapa yang menculiknya. Polisi harusnya bisa melacak ini, mobil ini pasti tercatat rutenya. Lebih baik kita menunggu forensik, siapa tahu ada sesuatu yang bisa mereka dapat." Gilbert memberi saran yang kupikir benar.
Aku melapor ke Kakak dan memberitahu Charles, memberitahunya telepon detektif Griffin yang ditugasi membantu langsung kasus kami. Sekaligus menelepon setektif Griffin Menceritakan untuk meminta evakuasi dan forensik.
Tak lama mereka datang dan melakukan pekerjaan mereka. Aku kembali ke pusat kota Ottawa dan akhirnya kami ke kantor pusat kepolisian Ottawa. Mereka melacak berdasarkan data yang dikirimkan oleh GPS mobil sekarang, Charles bergabung denganku bersama assistennya tak lama kemudiam, dia yang membantuku sekarang mengawasi semuanya.
"Gilbert, terima kasih, kau membantuku sejauh ini. Sudah ada Charles, sudah ada yang membantuku dan polisi."
"Jika ada yang bisa kubantu, informasi apapun yang kau inginkan, saran, aku bisa mengusahakannya untukmu. Kau tinggal telepon saja." Dia bersungguh-sungguh, aku sudah banyak mendapat bantuan darinya.
"Ini aneh kenapa adikmu yang ditargetkan untuk apa kalau tak meminta tebusan."
"Aku benar-benar tak tahu. Kau punya tebakan?" Dia berpikir sebentar.
"Aku sebenarnya tak tahu. Kupikir ini karena uang, dengan siapa dia pergi sebelumnya. Apa ada pacar sakit hati? Atau hubungan pribadi yang gagal?"
"Tidak, dia tidak punya pacar, kekasihnya meninggal saat pandemi infeksi terjadi. Dan saat orang tahu dia survivor dari infeksi, mereka punya kekhawatiran dia menularkan infeksi walaupun sebenarnya tidak. Sudah berlalu dua tahun dari kesembuhannya. Baru kali ini dia diajak pesta sepertinya. Tapi aku tak bisa mencurigai Dave Thomas dia sudah memulangkannya seperti yang dijanjikannya."
__ADS_1
"Dave Thomas?"
"Anak pemilik Magna International. Assistenku yang kau temui kemarin, yang kau bilang cantik, itu adikku."
"Ohh dia adikmu? Tidak mirip denganmu?"
"Dia mirip Ibu, aku mirip Ayah." Sekarang dia baru tahu itu adikku.
"Ternyata begitu. Magna International, tetap saja mencurigakan karena dia tiba-tiba mengajak adikmu."
"Kau berpikir begitu?"
"Bagaimana dia mengajak adikmu? Apa mereka teman dekat sebelumnya?"
"Sebenarnya tidak, kemarin mereka kebetulan bertemu di restoran hotel dan dia mengajak Monica ke pesta yang diadakan di yatchnya, walaupun di masa lalu dia punya riwayat menyukai adikku. Tapi Albert kakakku tidak begitu menyukainya, jadi Monica juga tak pernah menyukainya."
"Aku tidak pernah suka kebetulan. Kebetulan itu sangat mencurigakan dan tidak mungkin." Gilbert mengatakan hal yang masuk akal. Tidak ada kebetulan untuk kasus seperti ini semuanya harus dicurigai.
"Kau berpikir begitu."
"Iya."
__ADS_1
"Mereka orang kuat, apa gunanya menculik Monica. Bisnis kami pun selama ini tidak bersinggungan." Aku berpikir apa masalah mereka sekarang dan tidak dapat menemukan alasannya kenapa mereka harus menculik Monica.
------- bersambung besok