BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 92. Hiking to Sanderson Lake


__ADS_3

Pagi-pagi aku sudah bersemangat dengan ransel minuman dan makanan kami, penduduk lokal memberikan kami peta trail sekitar Hot Spring yang bisa kami tempuh.


Sebenarnya karena ini kota wisata kami bisa menempuh perjalanan dengan mobil, trail tracking ini sudah di aspal sampai danau diatas sana. Diatas sana juga ada pemukiman para survivor.



"Banyak penduduk yang turun naik biasanya Nona, mereka membawa ikan dari danau atau hasil panen untuk ditukar dengan makanan lain di sini." Maria, koordinator umum yang membantu tenaga medis yang juga adalah penduduk lokal daerah sini memberitahuku.


Beginilah kehidupan sekarang, uang mungkin sudah sulit karena keadaan ini dan orang-orang jadi tukar menukar dari apa yang mereka bisa usahakan dari alam. Yang penting sekarang adalah kau bisa hidup, bertahan dan beradaptasi.


"Itu bagus, jika ada apa-apa mungkin kami bisa minta bantuan."


"Selama ini cukup aman, pernah beberapa kali ada yang bertemu infected tapi sekarang sudah sangat jarang. Karena daerah ini sudah dibersihkan dan menjadi kota aman, lagipula sekarang kita semua sudah kebanyakan terlatih menghadapi infected." Itu berita yang baik. Aku merasa lebih aman.


"Kami ingin mencari wild blueberry, pasti banyak diatas."

__ADS_1



"Ahhh kau benar Nona. Banyak di atas sana, jika kau mendapatkannya aku minta."


"Aku akan bawa banyak Maria."


Dan aku membawa kantong besar untuk mengumpulkannya. Pekerjaan yang menyenangkan hanya dari membayangkannya saja.


Aku bertemu dengan Andrew, dia heran tidak melihatku dalam baju tugasku tapi membawa ransel ke dapur umum.


"Andrew, Bella sudah baikkan." Aku bisa tersenyum hari ini menyapanya.


"Ohh aku mau tracking ke atas." Aku memperlihatkan map di tanganku.


"Kau sendiri, biar aku minta seseorang menemanimu." Dia tetap baik seperti biasa. Aku akan mendapatkannya sebagai teman baik mulai sekarang.

__ADS_1


"Ohh tidak, D*ickhead menemaniku. Aku akan baik-baik saja."


"Siapa Di*ckhead?" Aku kelepasan memanggil James dengan Dic*kh*ead.


"Ohh maaf, itu panggilan masa kecil untuk Dokter James. Aku kelepasan. Kau jangan bilang aku memanggilnya begitu."


"Apa Tootsie, kau memanggilku apa heh!? Aku mendengarmu." Dari belakang ada yang menarik rambutku ke belakang, ba*ngsat James ini. Dia sering menarik rambutku dulu. Aku langsung membalas meninju lengannya.


"Itu sakit!" Aku mengertakkan gigi karena rambutku ditarik ke belakang. Andrew diam saja melihat kami bercanda.


"Pak Walikota aku keatas sebentar, aku mengecek komunitas diatas. Bawa packing obat-obatan darurat, takut kita bertemu orang sakit di atas." Dia langsung memerintah.


"Dokter James, kau mau satu orang membawa persediaan kalian, kalian mau ke atas, dia bisa membantu, supaya kalian lebih aman juga."


"Ehm boleh, pack perlengkapan bedah darurat dan obat-obatannya juga Tootsie. Ada yang akan membawanya." Giliran dia memanggilku Tootsie.

__ADS_1


"Yes Boss, tapi ingat aku mau mencari blueberry, dan hiking bukan bekerja diatas sana. Kau mau buka klinik darurat, cari hari lain." Aku tak mau terjebak membuka klinik di atas. Kami ke atas sana untuk hiking dan liburan hari ini. Dia meringis.


"Iya aku tahu, semoga kau bertemu ulat bulu di sana." Aku memelototinya. "Tenang saja, dia kebal dengan ulat bulu Andrew, ulat bulu sangat menyukainya."


__ADS_2