
Hari berikutnya dipenuhi diskusi tactical dan keadaan lapangan. Kami semua menganggapnya serius dan ingin menyelesaikan ini lebih cepat seperti di Florida. Walaupun sebulan juga waktu yang nampaknya sangat sulit dipenuhi.
"Kalian jangan membicarakannya lagi, sekali lagi dia menangkap kalian membicarakannya, persoalan ini tidak akan selesai dengan mudah. Bersikap hormat padanya, libatkan dia pada pembicaraan serius, untuk sementara jangan mengajaknya bercanda lebih dahulu. Belum tentu humor kita di area yang sama." Aku jadi melihat sekeliling dulu sebelum aku mulai bicara.
"Ya baiklah, sebenarnya kita tak pernah meremehkannya, komentar kemarin juga walaupun memang keterlaluan, tapi itu sebenarnya pujian." Evan memimpali.
"Apa dia mengancammu Boss?"
"Tidak, aku hanya tidak ingin ada masalah di operasi singkat ini."
Jelasnya adalah aku tak ingin membuat masalah dengan promosi kenaikan jabatanku karena lawakan sexist.
Sekarang kami bekerja dengan map dan foto udara di meja kami.
"Kita akan mengurung wilayah ini dulu, kami sudah melihat perilaku mereka, mereka standart hanya beegerak berdasarkan insting, cara kita yang lama akan mempan kepada mereka." Steve menjelaskan pengamatannya padaku.
"Kalau begitu lakukan saja. Kita persingkat semua proses. Kalian maju dan bersihkan. Jika kita bertemu.yang lebih pintar kita ganti strategi langsung. Jangan memulai pertempuran sebelum kita yakin bisa."
"Mengerti Sir." Empat Komandan batalyonku menjawab bersamaan.
__ADS_1
"Kalian memakai strategi apa, batalyon kami bisa membantu?"
"Ohh bisa, seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kami memakai darah hewan liar untuk memancing mereka lalu memancing mereka dengan bunyi-bunyian, penembak jitu kami tinggal menghabisinya tak ada amunisi sia-sia, tak ada kontak tak perlu dengan infected. Mereka hanya perduli mencapai sumber makanan, itupun jika infected sudah lama tak mendapat makana mereka bergerak dengan sangat lambat.
"Ohh begitu, kalian bisa berikan contoh di lapangan, kami akan ikut mengerjakannya." Dia kali ini berpartisipasi, aku heran aku sudah membicarakan ini sebelumnya apa dia belum memerintahkan kemarin, apa yang dia tunggu.
"Tentu saja, lebih banyak orang bergerak lebih cepat kita selesai. Tim Evan dan Steve akan membersihkan sektor utara ini terlebih dahulu, sementara Hudo dan Daniel akan mengambil sektor selatan. Maju secepat kita bisa. Perintahkan anak buahmu untuk maju, kau bisa mengambil sektor tengah..."
"Chris, William, George kalian minta setiap wakil kapten untuk ikut ke misi mereka. Lakukan apa yang mereka lakukan."
"Baik jika begitu. Akan kami kerjakan." Semua bergegas.
"Apa ini sesuai targetmu?" Dia berdiri di sampingku ketika aku menghitung luasan area yang kami bebaskan di hari ke lima.
"Ini bagus, melampaui target sebenarnya. Pasukanmu juga bekerja dengan cepat, dengan kecepatan ini kita bisa 7-10 hari lebih cepat, walaupun kita harus menguji coba taktik baru nanti. Tapi kita sudah punya beberapa rencana."
"Kita akan sampai Toronto kurang lebih 10-13 hari lagi kurasa. Aku tak tahu kepadatannya tapi anggaplah perhitunganku begitu."
"Iya. Toronto adalah wilayah terberat seperti katamu, dengan percepatan ini kita bisa lebih berhati-hati di Toronto. Kita bisa menguji coba taktik baru sebelum di sana."
__ADS_1
"Aku akan turun sendiri di Toronto memimpin satu peleton. Di sini akan ada Christian yang mengawasi keseluruhan."
"Kau apa?! Kenapa kau yang harus turun?!"
"Ada yang harus kupastikan."
"Tidak bisa, Komandan utama tidak bisa turun ke lapangan! Suruh Kaptenmu yang lain, kau tidak bisa meninggalkan 3 batalyonmu." Aku hampir meninggikan suaraku, darimana dia punya ide meninggalkan meja komando. Dia komando utama.
"Aku memberitahumu bukan agar kau mendebatku." Dia menatapku dan bicara datar tanpa emosi, tatapannya, entah kenapa aku merasa dia memang seperti benci padaku.
Aku baru ingat jangan-jangan ini ada hubungannya dengan keluarganya yang menjadi korban. Mungkin daerah yang ingin dia periksa adalah kediaman keluarganya.
Siapa keluarga gadis ini?
Dia meninggalkanku dan kembali ke ruangan pribadinya sendiri. Komandan ini punya banyak masalah pribadi yang dia bawa kesini. Bukan hal yang baik. Jika hal buruk terjadi, aku juga yang akan terkena imbasnya.
"Evan, coba kau cari tahu siapa keluarga Komandan Dugard? Dia akan turun sendiri di Toronto, kurasa ini ada hubungannya dengan keluarganya. Jika Komandan itu kena masalah di Toronto, aku juga akan kena masalah. Coba korek dari pasukannya apa yang mereka dengar tentang situasi di Toronto."
"Siap Sir." Evan tak banyak bicara dan menghilang dari sampingku.
__ADS_1