
"Aku menyisir Oklahoma dan Arkansas."
"Oklahoma, itu daerah yang ber*at,... kudengar musim tornado tahun lalu sangat int*e*ns." Tom ikut membalas.
"Ohhh kami hampir beberapa ratus meter di lintasan tornado, zona pembatas kami waktu itu roboh, saat dimana infected masih sanggup mengejarmu dengan kencang, plus kami pernah menghadapi kontaminasi total satu camp di sana. Kalau dipikir-pikir mungkin itulah kenapa sekarang kamp pengungsian dihap*us dan digan*ti jadi kota aman."
"Ohhh cerita kontaminasi satu kamp itu, aku juga pernah mendengarnya, makanya kubilang itu wilayah yang be*rat."
"Kau tahu Michelle, kau sama sekali tak pernah keluar dari kota aman, kau adalah sedikit state yang beruntung. Jika kau di tar*uh di bagian tengah kau tak punya kesempatan bertahan sama sekali, jadi berempatilah sedikit, jangan memikirkan dirimu sendiri. Jika kau punya tujuan pribadi ke sini, itu sangat mema*lukan. Semua orang di sini bekerja untuk mengaman*kan orang lain. Tapi kau malah memikirkan agenda pribadi." Martha menyindirnya lagi, kali ini untuk alasan dia mengejar James.
Michelle tak berani bersuara lagi di depan perawat senior itu. Kuharap dia mengerti dari detik ini mengejar James tak ada gunanya lagi. Karena James tak akan menanggapinya.
\=\=\=\=\=\=\=
Pengungsi mulai masuk beberapa hari kemudian, kami di rumah sakit memulai kesibukan, sementara yang lemah dan sakit di rawat, yang sehat mulai diarahkan untuk bekerja di lahan pertanian, mengumpulkan panen dan makanan.
"Jen, apa aku boleh membantu? Setidaknya aku lulus dokter umum, walaupun aku pin*dah bidang ke biologi molecular." Michelle dengan kapasitas otak besar ini akhirnya mau menyingsing*kan lengan baj*unya juga.
__ADS_1
"Baiklah, katakan padaku apa yang bisa kau tangani? Kau terbiasa menj*ahit luka?" Dia menggeleng.
"Aku hanya pernah praktek teori di kuliah 3 tahun, tak pernah masuk bagian praktek rumah sakit. Kareka aku berganti bidang." Bahkan perawat lebih ahli dari dia.
"Bantu bagian farmasi saja. Kau mengerti obat-obatan?"
"Iya aku tahu, aku bagus di obat-obatan." Aku menemukan bidang yang cocok untuknya.
"Ikut denganku."
"Oh baik Jen. Akhirnya aku tak sendiri di sini."
"Bekerjalah bersamanya, tanya padanya jika kau bingung."
Nampaknya dia setuju. Aku meninggalkannya kembali ke tempatku. Sesaat kemudian dia sudah terlihat sibuk mondar-ma*ndir bersama Nicky. Bagus juga dia akhirnya mau membantu.
James yang kebetulan ada di Emergency melihat gadis itu mondar-mandir membawa obat dan perlengkapan dengan heran.
__ADS_1
"Kenapa dia jadi kurir obat?" Aku jadi meringis dan merasa lucu James menamainya kurir obat.
"Ohh dia jadi gadis baik setelah banyak yang tidak menyukainya dan memusuhinya karena dia tukang mengeluh dan tak punya kontribusi di sini. Karena dia tak pernah praktek medis, tapi mengerti obat-obatan jadi kutaruh dia di farmasi dengan Nicky."
"Hmm...kemajuan untuk gadis ma*nja. Kau mengerj*ain*ya?"
"Tidak, aku tetap jadi kepala perawat yang baik ke semua orang, aku hanya membiarkannya mengeluh dengan bebas dan membuat semua orang memarahinya. Dia sadar itu bagus bukan. Jika dia tidak sadar, perawat-perawat di sini akan menjadikannya sasaran b*ullyan, pilihannya dia pulang. Kujamin dia tak berani menganggumu lagi."
"Kau memang hebat Tootsie." James meringis lebar dan memberiku pujian.
"Aku tahu aku hebat."
"Sombong." Kepalaku di doro*ngnya ke belakang tapi bibirnya mengulaskan senyum. Itu pujian bagiku.
Dia melindungiku, aku akan membantunya tanpa diminta.
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1