BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 22. Flower Bouquets 1


__ADS_3


POV Monica


"Kesinilah. Bunga akhir pekanmu datang lagi." Assitenku menarikku ke meja di ruang depan butikku.


Beberapa akhir pekan ini ada bunga yang selalu datang ke mejaku. Dan dari orang yang sama Alexsey Mashkov.


Hanya bunga, tidak ada yang lain, tidak ada telepon, tidak ada pesan. Hanya kartu ditulisi sebaris ucapan. Pesannya pun biasa, semoga harimu menyenangkan, jaga kesehatanmu, semoga akhir pekan ini menbuatmu gembira, tanpa rayuan-rayuan gombal apapun. Plus, rangkaian bunga itu datang dengan vas besar, dengan variasi bunga yang menakjubkan dan berbeda-beda jenisnya.


"Astaga yang ini cantik sekali. Sekarang kita punya banyak vas bunga." Assitenku menarikku ke depan di minggu ke-8 bunga itu datang. Kali ini paduan lilac, mawar, lily dan aster yang menakjubkan dengan warna dasar dominan putih dan pink.


Dia menaruh vas besar itu di ruang pamer butik karena tahu aku tak mau mamasukkannya ke ruanganku. Tapi yang ini cantik sekali sehingga aku pun ingin memandangnya lebih lama.


"Iya ini cantik, ..." Aku terpaku ke karangan besar itu, mengaguminya dengan tangan terlipat di depan dada. Sepertinya bunga-bunga ini sudah jadi penantian kami karena terus datang saat akhir pekan seperti ini selama berminggu-minggu.

__ADS_1


"Ini minggu ke 8 dia mengirimkan bunga. Sangat konsisten bukan. Kau punya penggemar yang sangat loyal nampaknya." Assistenku tidak pernah melihat penggemar yang mengirimiku konsisten seperti ini.


Sebenarnya tahun belakangan aku tak punya pengemar, mereka takut, aku ada survivor, mereka takut aku membawa virus dan menularkannya pada mereka. Padahal dokter mengatakan itu tidak akan terjadi. Jadi selama tiga tahun ini baru kali ini lagi aku mendapatkan bunga.


"Biarkan saja sampai tiga bulan atau setahun." Aku tertawa sekarang.


"Kau kejam sekali, bukankah sebaiknya kau meneleponnya."


"Biarkan saja."


"Svetluny, kau meneleponku akhirnya. Bagaimana kabarmu."


"Siapa yang kau panggil Svetluny, namaku Monica." Svetluny apa artinya itu?


"Baiklah Monica. Aku senang kau menelepon, apa yang bisa kubantu." Suara penculikku ini terdengar sangat tenang dan dia mungkin melupakan dia punya tagihan kiriman bunga untukku tiap minggu. Mungkin Blonde itu pekerjaannya jelek sehingga dia lupa membatalkan pesanan bunganya.

__ADS_1


"Kau... kenapa kau terus mengirim bunga." Dan berlaku seperti mengirim bunga seperti itu tak ada gunanya.


"Aku hanya ingin kesempatan meminta maaf, kau bilang jika aku meneleponmu terus kau akan memblok nomorku. Jadi apa yang bisa kulakukan, hanya mengirimimu bunga. Aku tak mau teman lamaku marah padaku." Russian(orang rusia) ini masih berkeras bahwa dia temanku.


"Aku bukan teman lamamu, sudah kubilang kita tak pernah bertemu."


"Dan aku yakin kita pernah bertemu, 100% kita pernah bertemu ... " Dia berhenti. "Bunga-bunga itu hanya untuk meminta maaf, tanpa maksud apapun, tanpa aku sadar aku sudah membuat kesalahan padamu, seharusnya saat kita bertemu lagi aku bisa berterima kasih padamu. Menceritakan apa yang sudah terjadi sejak pertemuan terakhir kita...tapi yang terjadi malah orangku menculiikmu dan menjadikanmu subjek percobaan, aku mengerti kau sama sekali tak ingin melihatku." Dia berkeras bagaimanapun kami pernah bertemu. Dan sekarang aku penasaran.


"Dimana kita pernah bertemu sebenarnya?"


"Aku tak akan mengatakannya di telepon. Bertemulah denganku dan kita bicara tatap muka. Ayo makan siang denganku di akhir pekan." Aku berpikir ini akal-akalannya saja untuk mengajakku keluar, aku tidak akan makan siang dengan mafia Rusia ini.


"Aku tak akan keluar denganmu. Aku tak tertarik padamu sama sekali. Jangan berharap terlalu tinggi denganku."


"

__ADS_1


__ADS_2