
"Baik." Aku langsung mempersiapkan ampul infus obat, sementara para dokter masuk dan berbicara pada pasien baru ini.
"Apa aku bisa tertolong Dok?"
"Sir, kami berusaha yang terbaik untuk memantau kondisimu. Pasien yang kutangani semuanya selamat dengan obat ini." James membesarkan hatinya.
"Jika aku tak sadar lagi, segera bunuh aku Dok, jangan sampai aku mencederai orang lain. Anak dan istriku sudah jadi korban, tak ada gunanya aku di sini, aku menjadi beban komunitas sebenarnya."
"Sir, Anda harus optimis. Obat sedang bekerja. Bantu diri Anda untuk tetap positif. Istirahatlah biarkan obat dan tubuh Anda bekerja. Tetaplah bersemangat."
Beberapa dokter menceritakan tentang kota aman yang sekarang kami tempati dan kemajuan green zone Florida untuk membesarkan harapannya.
"Tom, Jen, Jean, yang ini harus diawasi lebih ketat. Aku khawatir soal yang ini. Pastikan semua personel tahu prioritas ini." Di belakang kami James sudah punya perhitungan lain. "Jeanny kau akan bertugas sampai jam delapan pagi, ini mungkin harus membuatmu benar-benar konsen. Langsung beritahu aku jika ada emergency. Irama jantungnya akan langsung terpengaruh dengan obat ini, tapi kita tak punya pilihan. Asal dia tak mengalami henti jantung dosis obatnya harus tetap." Dokter jaga yang bertugas diberitahu.
__ADS_1
"Aku mengerti Dok."
Aku bisa istirahat sekarang. Dan bertugas jam 7.30 lagi.
"Kau baik?" James tetap mengecekku.
"Aku baik. Tapi hari ini memang melelahkan. Besok aku akan butuh sedikit booster, semoga ada teh atau kopi besok." Aku baru selesai jam 2, lima jam ke depan aku harus bangun.
"Langsung saja tidur." Aku melambai padanya. Kakak yang terlalu baik ini. Kadang aku tak tahu harus sedih atau senang.
James datang tak lama kemudian dan meminta catatan mereka, seperti yang diduga satu stabil, satu lagi mengkhawatirkan.
"Dengan irama jantung seperti ini, naik ke dosis 100% akan langsung menyebabkan resiko henti jantung terlalu besar. Kita tidak bisa naik...taruhan kita hanya di 50% ini entah berhasil atau tidak."
__ADS_1
"Aku juga berpikir begitu Dok. Taruhan kita cuma bisa begini." Aku mendengarkan pembicaraan dokter-dokter itu.
"Baiklah, kita tetap di 50% dosis, semoga ini bisa mengcover. Jen, tetap di 50% dosis selama 18 jam kedepan."
"Baik Dok."
Dalam 18 jam kedepan kemungkinan besar hasilnya mungkin sudah diketahui. Kami harus sangat berhati-hati. Dalam.24 jam biasanya status infeksi sudah ditetapkan.
James ingin aku mengawasi sendiri perubahan di pasien ini. Aku dan Laura bergantian mengawasi ruang dua, membesarkan hati pasien. Tapi segala usaha kami akhirnya tak membuahkan hasil.
Jam 3 siang dia kehilangan kesadaran, harapan kami semangkin kecil. Kelihatannya yang ini kami kalah. Sementara kondisi pasien satunya tetap stabil.
"Tom, borgol penuh. Aku tak ingin dia tiba-tiba turun dalam kondisi tak sadar. Tempeli 'PEMBATASAN PENUH', Infected baru sangat berbahaya." Aku segera meminta pembatasan gerak, kemungkinan hasil buruk sudah di depan mata. Sementara James juga sudah tahu apa yang harus dilakukan lagi jika sudah sampai ke penurunan kesadaran.
__ADS_1
Dalam 1 sampai 3 jam perubahan perilaku akan terjadi setelah penurunan kesadaran. Yang berarti satu hal terminasi alias tembak di tempat.
"Baik." Kubiarkan Tom yang mengurusnya. Aku mengunci pintu. Protokol Pembatasan Penuh di tangani oleh militer. Setelah penurunan kesadaran kemungkinan besar kami sudah kehilangan dia.