
Dua minggu kemudian, aku berada di sebuah makan siang bisnis di sebuah hotel Montreal bersama Albert, ketika aku mengenali keberadaan Alexsey Mashkov.
Dengan Dave Thomas sudah ditangkap karena terlibat dengan penculikan adikku, walaupun kami tak bisa mendakwanya secara langsung atas penculikan lain tapi itu sudah cukup.
Sekarang aku penasadan pada Alexsey Mashkov ini. Pria itu sedang di sebuah meja lain di hotel itu menjamu tamunya. Seperti yang di katakan Monica, selalu ada seorang wanita berambut pirang di sampingnya, kali ini dengan outfit formal, tapi memakai pants. Sepertinya memang pengawalnya.
"Albert, itu Alexsey Markov, bangsat pemilik CSL Technology. Tapi CEOnya bukan dia, orang US." Aku menunjukkan daguku padanya.
"Ohh, kau pernah berkenalan padanya."
"Sekilas, dulu pernah dikenalkan Ayah saat acara makan malam relasi."
"Apa yang ingin kau lakukan? Kurasa kita tak usah membuat keributan dengannya. Tak ada gunanya. Dia akan dengan mudah mengatakan hal itu diatur oleh orang lain."
"Russian sialan, selalu bangga menggunakan cara apapun untuk mencapai tujuannya." Karena aku mengatakannya dengan ekspresi kesal dan mata terang-terangan tertuju kepada mereka, ditambah jarak kami yang tidak terlalu jauh, wanita pengawal yang ada di sampingnya itu jadi memperhatikanku dan melaporkan ke Tuannya.
__ADS_1
Alexsey Mashkov melihat ke arahku, aku tak takut dan menentang matanya. Terang-terangan menunjukkan permusuhan padanya. Saat itu kami masing-masing menjamu tamu, jika tidak aku akan datang ke mejanya dan mengatakan masalahku terang-terangan padanya.
Acara makan siang berakhir dan kami berjalan kembali keluar restoran.
"Tuan dan Nona Dugard, selamat siang." Alexsey Mashkov sekarang yang menyapa kami duluan.
"Selamat siang." Albert yang menjawabnya, aku tak menjawabnya.
"Sangat kebetulan bisa bertemu lagi Nona Dugard. Dia tidak menyerah, masih mencoba menyapaku.
"Nona, kita pernah bertemu sebelumnya, tapi sebentar saya rasa. Apa saya melakukan kesalahan pada Anda." Orang ini benar-benar tak tahu apa yang dilakukan CEO-nya.
"Kau tak tahu masalah yang di sebabkan oleh CEO-mu, dia menculik adikku untuk dijadikan kelinci percobaan?! Kalian bangsat Russian yang menempuh segala cara demi uang! Menjijikkan." Sekarang aku mengatakan dengan terus terang. Albert tak mengatakan apapun.
Sekarang dia melihat ke assistennya. Assistennya mengatakan sesuatu.
"Saya mendapatkan laporan masalahnya beberapa hari yang lalu, tapi saya tak menyangka bahwa yang diculik adalah adik Anda."
__ADS_1
"Yang jelas kalian akan membayar apa yang kalian lakukan." Omong kosong yang tidak berguna untuk di dengarkan. "Albert, ayo kita pergi saja."
"Tunggu dulu Tuan dan Nona, mungkin kita bisa bicarakan ini. Saya benar-benar minta maaf. Bagaimana kalau kita .."
"Maaf, kami punya janji dengan kolega Tuan Mashkov." Albert berkata dengan tegas sekarang. "Ayo Eliza." Dia tahu bagaimana aku harus mencari Monica dengan segala upayaku. Tidak ada pembicaraan diantara kami, yang ada sekarang adalah membuat perhitungan.
Aku memberikan pandangan permusuhan padanya dan pergi meninggalkannya bersama Albert.
"Kira-kira apa yang dia ingin bicarakan?" Albert jadi penasaran sekarang.
"Basa-basi minta maaf, apa lagi yang bisa dia lakukan."
"Hmm... ya sudah biarkan saja dia mengalami kesulitan. Lakukan yang kau bisa untuk mempersulit perusahaannya." Albert juga tak ingin bersabar pada Russian itu.
"Beres, kau bisa menyerahkan urusan itu padaku."
\=\=\=
__ADS_1