
Ada yang belum jelas dengan episode lalu hihi.. Jadi kali ini penjelasan sedikit.
Sebelumnya pernah ada percakapan begini
James : "Kenapa kau begitu keras kepala."
Jen : "Entah. Mungkin karena sudah terbiasa sendiri, terima kasih kau sudah berada di sini, memperhatikanku selama bertahun-tahun ini, tapi aku juga ada saatnya tak ingin memberatkanmu selamanya kau tahu itu, terima kasih untuk itu, di masa depan nanti ada saatnya kau juga akan pergi bukan. Aku juga akan sendiri, jadi apa bedanya sekarang atau nanti. Kau tak usah khawatir. Aku tahu siapa dia.
Dan jawaban pertanyaan Jen itu dijawab oleh James, ada di episode kemarin
Jen : "Aku selalu menyusahkanmu bukan." Dia menunduk seperti anak yang bersalah. Aku tersenyum padanya, seperti yang kuharapkan dia mengerti apa yang aku lakukan.
James : "Tak apa Tootsie. Kapan aku pernah pergi dari sampingmu." Dia memandangku sekarang, menyeka air mata kekhawatirannya. Mungkin bertanya apa arti perkataanku barusan.
Jen : "Apa artinya itu? Kau berjanji tidak akan pergi? Kau berjanji akan di sampingku?"
James : "Aku tak akan pergi kemanapun."
"Kau tidak perlu terbeban dengan perkataan Mom. Kau sudah melakukan banyak hal. Sebulan ini aku sudah belajar tidak berharap padamu." Dia tertawa kecil dengan leluconnya tapi air matanya mengalir lagi. Aku tak tah*an melihatnya, kupeluk saja dia sekarang.
...... dan akhirnya James bilang.
Dia memang adik kesa*yan*ganku. El Paso telah mempertemukan kami kembali dua tahun lalu. Dia telah membuatku punya sesuatu untuk dilindungi lagi. Punya tujuan lagi, saat ku tak tahu apa yang harus kulakukan lagi.
Dan kali ini aku mengakuinya, aku tak bisa lagi kehilangan Tootsie kecilku.
__ADS_1
......................
So...itu artinya mereka jadian yak 😁
Karena mereka asalnya seperti kakak adek jadi gak pake kata-kata I lo*ve you jadiannya. Kata-kata gak seperti harus I lo*ve you. Karena dasarnya memang James menganggap Jen adiknya sebelumnya.
Ntar kalimat sa*kti I lo*ve You nya dikasih diujung-ujung aja hehehe..
\=\=\=\=\=\=\= Back to the story.
POV Jen
'Aku tak akan pergi kemanapun.' Akhirnya dia berjanji untuk selalu tetap di sampingku.
"Iya rasanya aneh setelah sekian lama."
"Kau tidak ce*mburu aku bersama Gilbert?"
"Pertama iya, waktu dia mengantarmu ke kama*rmu, tapi setelah kupikir-pikir kau tidak akan sebodoh itu. Lagipula aku tahu Rosie sedang mengejarnya. Aku saat itu sedang berpikir bagaimana mengirimmu kembali ke El Paso. Permintaan dari Ibumu membuatku sakit kep*ala, aku takut kau berakhir membenciku karena ini. Maaf kalau aku membuatmu menangis..."
"Kau memang jah*at." Sekarang aku melihatnya tersenyum.
"Aku tak pernah bermaksud begitu, sejak dulu aku bahkan membelamu dari Kenneth jika dia memarahimu." Aku tertawa kecil, ketika dia mengeringkan air mataku. "Maaf oke."
__ADS_1
"Kau tahu, kau c*in*ta pertamaku..."
"Apa?" Wajah bingungnya membuatku meng*ulu(m senyum.
"Tapi aku tahu kau hanya menganggapku anak kecil. Aku baru 14 tahun, baru tahun ke dua jun*ior high school, kalian sudah di universitas. Kalian dikagumi gad*is-gadi*s dewasa, cantik, aku hanya boca*h." Sekarang dia tertawa.
"Bagaimana kau bisa..." Dia tersenyum sendiri. "Jika Kenneth tahu, aku tak diberi izìn datang kerumah lagi. Dia itu sangat melindungimu walaupun caranya kadang dengan memarahimu."
"Saat kita pertama bertemu lagi, aku mem*era*s uangmu tapi kau memberikannya tanpa syarat, aku tahu entah bagaimana kau masih Dic*khe*ad yang dulu. Rasanya seperti menemukan seseorang kembali setelah sekian lama aku ditinggal sendiri."
"Kupikir kau akan menjadi dokter juga karena kau menggagumi Ayah dan Ibuku, aku tak pernah berpikir akan melihatmu sebagai pe*raw*at, dengan meminjam dana kuliah, dari situ aku tahu hidupmu tidak mudah setelahnya."
"Hmm, tak apa. Aku sudah melewati itu. Sekarang aku mendapatkan kembali Ibuku. Itu lebih berharga dari apapun sebenarnya. Dan mendapatk*anmu ..."
"Baiklah, kau mendap*atkanku Tootsie." Aku mengi*git bib*irku saat dia mengatakan aku mendapat*kannya.
"Buktikan padaku aku mendapatkanmu?"
"Apa maksudmu?"
"Ci*u*m aku..." Sekarang dia terdiam. Kakak yang terlalu baik hati ini, dia masih merasa aku adik Kenneth. Dia tidak bisa melakukannya. Jadi sekarang aku yang duduk di pan*gku*annya.
"Jen! Apa yang kau lakukan." Kukunci tengk*uknya dengan lenganku. Dia kaget, dan ku*ci*u*m saja dia sekarang. C*iu*man yang pernah kumimpikan itu sekarang kudapatkan.
"Jen, tunggu dulu..." Dia malah yang gega*gapan dengan ci*u*man itu. Dia menjauhkan wajah(ku.
__ADS_1
"Ken tak akan datang memuk*u*lmu, jika dia menghaja*rmu aku akan mengh*ajar*nya balik." Aku tertawa. "Kau kek*asihku bukan?"