BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 170. Suspicious Commander 3


__ADS_3

Malamnya Evan bicara denganku di ruanganku.


"Elizabeth Dugard, 29 tahun, Ayahnya adalah Alex Dugard, penasihat keamanan PM Canada, Ibunya Catarina Glaus, seorang pengusaha sukses di Canada, komisaris beberapa perusahaan top 50 dengan suaminya, gadis itu punya lulus universitas jurusan politik umur 19 tahun, punya double major di hukum, umur 20 dia masuk ke militer kariernya langsung melesat, posisi perwira menengah langsung dibabatnya dalam dua tahun pertama setelah lulus. Adik wanitanya yang hilang seorang model yang baru berusia 21 tahun. Paman dan Bibinya pengusaha semua, gadis itu punya koneksi level perdana menteri."


Latar belakang yang mengagumkan. Pantas dia punya kepercayaan diri begitu besar.


"Lalu ada info lainnya?"


"Dia membawa pasukan khusus di sini tiga group pasukan khusus disini. Menurut cerita saat hilang kontak di Toronto, mereka punya pengawal pribadi, wonder woman itu percaya keluarganya masih hidup."

__ADS_1


"Apa Toronto punya kantong pengungsi? Atau kelompok pengungsi?"


"Inilah yang sulit dikatakan, karena entah kenapa infected di kota ini bisa mengembangkan kecerdasan komunikasi dasar, menurut info yang kutanyakan ke prajurit mereka, mereka percaya infected di Toronto bisa berburu berkelompok. Mereka pernah masuk ke Toronton memakai taktik gerilya untuk menghindari sergapan. Karena itu Toronto tidak bisa di masuki, walau oleh group militer, tanpa izin, kau tahu aku sekarang merasa kita seperti diumpankan. Kami mendengar Pemerintah Canada tadinya mau meratakan kota ini saking mereka tak yakin bisa mengatasi kota ini dan takut infeksi meluas. Ini situasi yang berbahaya Komandan." Penjelasan Evan membuat banyak pikiran tumpang tindih di kepalaku.


"Apa tak ada catatan infected bisa berevolusi?"


"Aku memang sudah menelitinya. Ada catatan perkembangan seperti ini di wilayah tengah, tapi hanya kelompok kecil, ada juga yang punya kemampuan beberapa bagian otak belum terinfeksi, sehingga mengembangkan naluri grup pemburu, tapi bukan manusia lagi, mereka pemburu pintar. Aku meminta bantuan James mengakses dokumen penelitiannya, ini yang bisa kita dapatkan."


"Aku sekarang tak yakin Canada bicara terus terang, bisa jadi infected yang kita hadapi di Toronto evolusinya seperti ini, kalau tidak kenapa mereka ingin membumi hanguskan Toronto, itu kota besar dengan infrastructure lengkap, kurasa yang kita hadapi bukan hanya soal kemampuan dasar menghindar dan menyerang secara berkelompok. Jika masalahnya begitu, banyak hal yang harus kita pikirkan ulang Komandan."

__ADS_1


Pandangan benci yang kurasakan itu. Tujuannya kemari, kenapa dia hanya membawa 3 batalyon, bisa jadi memang dia tidak berniat menyelamatkan kota ini? Dia memasang batalyon-nya hanya sebagai pancingan agar kami yang mencoba menyelesaikannya, sementara dia pun punya tujuan pribadi.


"Aku ingin laporan empat regu penyusup menilai situasi di Toronto, beritahukan ke group khusus dari masing-masing batalyon untuk maju diam-diam ke Timur dan menilai situasinya. Akan kuputuskan setelah menerima laporan lengkap, kondisi, pola perilaku, dan uji coba kasus, bilang pada mereka untuk melakukan uji coba umpan sehingga kita bisa menilai perilaku. Lakukan dengan berhati-hati, jangan mencoba tindakan beresiko."


"Mengerti Sir."


"Satu lagi...." Aku menghentikan Evan yang akan segera keluar. Dia melihatku. "Cari tahu dimana kediaman keluarga Dugard."


"Siap."

__ADS_1


Jika Komandan Dugard tak berniat menyelamatkan Toronto dan situasi begitu berbahaya bagi batalyonku, berarti benar dia hanya memasang kami sebagai umpan untuk mencari keluarganya.


Aku tak akan menaruh orang-orangku dalam bahaya tak perlu seperti ini. Gadis ini memang licik, tapi terus terang dia dan otak liciknya itu memang perlu di apresiasi. Jika semua kecurigaanku benar, dia harus membayar ini.


__ADS_2