BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 77. Little Rock 1


__ADS_3

"Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Aku baik-baik saja, selain rasanya tak begitu enak badan dari beberapa hari lalu yang lainnya baik-baik saja."


"Kita akan ke Atlanta. Kurasa untuk mencapai Pangkalan Militer Little Rock perlu sekitar sejam untuk perjalanan biasa, tapi dengan kondisi sekarang kita mungkin jauh dari jadwal. Sedangkan penerbangan ke Atlanta sejam lebih sedikit. Sore harusnya kau sudah sampai." Kami telah selesai briefing singkat tadi, semua prioritas dan skenario darurat telah dibahas.


"Kau tak boleh terlalu tertekan atau stress, jangan memikirkannya terlalu jauh, anggap saja kau akan sembuh. Dokter-dokter di sana pasti akan berusaha menyembuhkanmu."


"Aku mengerti Dok. Tentu saja, aku akan berusaha seperti yang kau katakan. Jangan khawatir."


"Aku akan menemui seseorang dulu James, dalam lima belas menit aku akan kesini. Tim pendukungku bilang kami akan berangkat jam 1.30."


Aku perlu memberitahu Andrew aku dapat tugas, entah dia sudah tahu atau belum. Aku tiba di ruangannya dengan cepat. Assisten di ruangannya bilang aku bisa menemuinya langsung.

__ADS_1


Dia melihatku waktu aku masuk.


"Jen, ada apa?"


"Ehm, aku mau kau tahu aku mendapat tugas ke Little Rock mengantar pasien. Tampaknya dia salah satu yang kebal di tahap awal."


"Ohh kau yang di tugaskan pergi." Dia tak tahu yang mengatur keamanan keluar adalah tugas Komandan Batalyon, pun yang mengatur tugas bagian medis langsung adalah James.


"Aku salah satunya perawat senior dan tahu bagaimana membela diri dan pasien untuk tugas ini jadi James mengirimku." Dia nampak menghela napas dan datang ke depanku.


"Iya baiklah. Tenang saja aku akan baik-baik saja. Aku punya 25 orang pengawal paket istimewa ini. Sampai nanti, aku pergi dulu. Matahari terbenam 8.30 hari ini, ini musim panas, kami kurasa masih punya banyak waktu jika berangkat jam 5."


"Aku akan mengecek kondisi kalian, jika ada apa-apa kami akan langsung minta heli mencari kalian dari Pangkalan Udara Little Rock."

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Briefing juga sudah bilang hal yang sama tadi."


"Aku tak akan bisa makan malam sebelum kau pulang jika begitu." Aku mau tak mau tersenyum mendengar kata-kata Andrew.


"Ini jaraknya hanya sejam perjalanan. Tak akan ada apapun Tuan Walikota." Dia tidak tersenyum dengan kata-kataku. Tuan Walikota ini khawatir akan kepergianku. Dia manis bukan.


"Baiklah tidak akan ada apa-apa. Terima kasih sudah kesini memberi tahuku. Pulanglah dengan selamat."


"Iya. Baiklah. Aku pergi oke. Terima kasih sudah mengurus pria pecundang itu tidak bisa memasuki kota lagi." Aku berterima kasih untuk Donna.


"Pergilah jangan lupa semua perlengkapan dan senjatamu. Ingat pulang jangan terlalu malam." Untuk perhatian yang manis ini kupeluk saja dia. Pelukan terima kasih.


"Aku pergi." Pelukan singkat itu berakhir. Senang rasanya bisa memeluknya. Dia sekarang tersenyum ketika aku melewati pintunya.

__ADS_1


Sekarang kita siap ke Little Rock mengantar si kebal dari parasit ini.


__ADS_2