
Ottawa, 2 tahun kemudian...
"Nona Elizabeth, Tuan perdana Menteri ingin Anda terlibat pada pembicaraan dengan pihak US."
"Aku punya banyak pekerjaan Oscar, lagipula aku sudah tak ingin lagi terlibat di militer dan pemerintah sejak Ayah tak terlibat lagi. Tolak saja permintaannya bilang aku di luar kota." Oscar assiten pertamaku itu tak bicara, dia melihat pesan yang masuk ke ponselnya. Dia melihatku lagi ingin bicara, aku memandangnya dengan kesal.
"Apa lagi?"
"Masalahnya adalah Tuan Perdana Menteri sedang berada disini, Anda bisa mengatakan sendiri padanya." Oscar tersenyum tak berdaya.
"Apa?!" Aku harus menarik mataku dari dokumen yang aku baca.
"Dia sedang naik lift."
"****!? Sebenarnya kenapa aku harus ikut!" Aku marah-marah Oscar meringis seakan bilang ini bukan salahnya sama sekali.
Dalam tiga puluh detik kemudian, sekertaris di depanku membukakan pintu. Aku terpaksa tersenyum meyambutnya.
"Paman David." David Greene perdana menteri Canada, teman dekat Ayah dan Ibu. Dia yang membuatku bisa menyelamatkan Ayah bertahun-tahun yang lalu.
__ADS_1
"Eliza, bagaimana kabarmu." Kabarku tak baik-baik saja karena kau memaksa ke sini.
"Aku baik Paman dan ... sibuk." Aku terpaksa memelas kali ini, Paman yang baik hati ini tega sekali menambah beban kerjaku. Aku berharap libur dua hari di akhir pekan saja jarang terkabul.
"Ya..ya ..ya Paman tahu kau sibuk. Kau dan Ayahmu sama, tak pernah otaknya bisa diam."
Belakangan setelah semua bencana lewat. Kanada berubah menjadi pimpinan di daratan Amerika. US perlu waktu untuk memulihkan diri, sedangkan kami hanya kehilangan satu kota besar yaitu Toronto, itupun dengan cepat kami bisa pulihkan. Walaupun mereka juga berusaha memulihkan diri mereka sendiri secepatnya. Tapi jelas biaya pemulihan sangat besar, mereka masih terkendala dengan biaya.
Tapi satu, mereka punya obat. Mereka berhasil menemukan obat, itu yang menjadi modal mereka. Mereka menjualnya ke seluruh dunia dan itu menjadi modal mereka membangun kembali. Dan mereka mulai dari dasar pertanian, kemudian memastikan industry mereka tumbuh kembali. Bisa dibilang di saat militer USA memimpin mereka melakukan pekerjaan bagus.
Tapi ada masalah, bagian dunia lain seperti Amerika bagian selatan yang juga terdampak parah baru mulai pulih. Pergolakan politik di sana menjadi sangat intens.
"Paman David sebenarnya kenapa aku harus ikut delegasi perdagangan? Apa yang kau harapkan dariku?" Bukankah banyak diantara stafnya yang jauh lebih cakap dariku.
"Iya aku dengar itu, Brazil kehilangan banyak tenaga ahli di saat ini. Kudengar mereka meminta bantuan dari USA."
"Brazil kurang dana, kurang orang. Dan USA kekurangan dana sekarang, mereka baru memulai. Lalu aku ingin kau melobi US, untuk menjual sahamnya perusahaan petronya pada kita. Dengan punya saham di sini, kita bisa mengamankan kebutuhan Canada di masa depan. Mereka pun mendapatkan modal." Baiklah, kenapa harus aku orang lain bisa disuruh maju.
"Kenapa harus aku Paman."
"Pimpinan tim USA adalah Gilbert Gillian." Gilbert Gillian. Sudah lama aku tak mendengar nama itu. Tidak lama sebenarnya, tapi aku punya masalah dengannya.
__ADS_1
"Gillian. Paman terakhir di Toronto aku dan dia punya masalah, kau tahu itu."
"Tapi kau juga bilang dia tidak menyulitkanmu akhirnya."
"Iya dia tidak menyulitkanku, tapi itu tidak ada hubungannya, aku hanya berhasil minta maaf. Mungkin, aku tak tahu pikirannya. Untungnya dia tidak memperpanjang masalah. Membawaku dalam perundingan ini secara langsung akan menyulitkanmu. Percayalah padaku. Aku sudah katakan aku akan menyokong bagian dana saja, sudah ada Mr. Julian ikut di delegasi." Paman David nampaknya tidak mendengarkan kata-kataku, dia masih tersenyum kecil padaku.
"Aku akan memberimu 3% dari seluruh bagian yang bisa kau dapatkan di perusahaan petroleum mereka. Tapi mereka harus menjual paling tidak 30% dengan maksimal harga tertentu. Jika di atas harga itu kau tidak mendapatkan komisinya."
"3%?"
"Ayolah kau kandidat terbaikku untuk tugas ini. Paman yakin kau akan berhasil." 3% itu jumlah yang besar. Komisi sebuah tugas mangambil alih saham perusahaan US.
"Maksudmu kau akan memindahkan 3% sahamnya atas nama pribadiku Paman?"
"Iya, tapi dengan perjanjian kau harus menuruti kebijakan pemerintah. Kau bisa menjualnya juga pada kami kembali dengan harga pasar diatas 10 tahun. Bagaimana?"
"Jika aku tidak berhasil?"
"Kau tidak mendapatkan apapun. Aku yakin kau berhasil, mereka butuh ladang minyak itu untuk mendapatkan uang cash, tapi untuk itu mereka juga perlu modal. Aku hanya membebankanmu mengurus kesepakatan yang itu, yang lain akan di urus oleh orang lain."
"Baiklah. Kau menang Paman David, aku akan membantumu."
__ADS_1
Tinggal sekarang aku yang harus putar otak. Bagaimana aku memenangkan nego ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=