
"Berita ini baru menyebar ke unit kesehatan hari ini. Terutama unit yang akan menghadapi garis depan diminta segera melapor untuk mendapatkan obatnya. Komandan akan kuberitahu jika aku bisa mendapatkan obatnya."
"Itu berarti kita juga akan mendapatkan obatnya."
"Kurasa begitu. Tergantung obatnya cukup atau tidak. Tapi dengan waktu dua minggu kurasa kita bisa mendapatkannya."
"Kau tahu mungkin dalam setahun lebih kita bisa ke kehidupan normal lagi, tanpa takut ada infected." Katrina jadi berkhayal. Aku juga ingin kembali ke El Paso, pemerintahan komando militer berakhir, mandat dikembalikan ke sipil.
"Satu tahun terlalu cepat, difinisi normal akan sangat berbeda. Terlalu banyak yang hilang ... Tapi setahun lagi memang mungkin infected hilang." Dengan juga dengan perkiraan 1/4 populasi hilang.
Kehidupan normal...Bagiku normal itu jika aku bisa kembali ke El Paso dan meminta cuti kerja militer, menerima gaji.
Sekarang bisa di katakan dimana kau bertugas, disitulah rumahmu, tak ada gaji, karena uang tidak punya harganya, tidak ada yang menjual, semuanya sibuk bertahan hidup, ekonomi hancur, semuanya dikendalikan oleh militer, yang ada adalah keamanan, kupon makanan dan faselitas tempat tinggal.
"Jika kehidupan kembali normal apa yang akan kau lakukan Doc?" Katrina bertanya pada James.
"Hmm... Entahlah, aku sendiri tak tahu." Jika itu ditanya kepadaku jawabanku adalah aku akan menebus waktu yang hilang bersama Mama.
__ADS_1
"Tak ingin punya keluarga Doc?" Pertanyaan Katrina membuat James tertawa.
"Itu terlalu jauh untuk dibayangkan sekarang."
Iya, jika kami bisa menetap di suatu tempat untuk jangka waktu yang lama akan baik, punya kepastian hidup, tapi jika seperti sekarang rasanya berkeluarga adalah pilihan yang buruk. Itu terlalu jauh untuk dipikirkan seperti kata James.
"Kenapa? Kau ingin berkeluarga Kat?" Aku tersemyum pada gadis yang mungkin seumurku itu untuk menggodanya.
"Belum menemukan yang cocok." Dia melihat kw James saat mengatakannya sementara James sibuk dengan makanannya dan tidak memperdulikannya.
"Ahh iya harus menemukan pujaan hati dulu." Aku hanya ikut mengiyakan supaya dia senang.
"Karen." Gadis ini dekat dengan James. Bukan kekasih tapi teman kencan yang sama-sama mengerti, tak melibatkan hati. Hanya teman bicara.
"Mau jalan-jalan setelah ini." Nada itu diucapkan seperti nada biasa. Tanpa kesan rayuan atau manja. Seperti teman hangout, ada satu lagi yang dekat dengannya seperti ini. Yang bisa mendekatinya sekarang adalah wanita yang mengerti bahwa dia hanya mencari teman kencan tanpa melibatkan hati.
"Hmm boleh,..." Katrina akan patah hati sekarang kurasa, aku hanya mengulum senyumku.
__ADS_1
"Ayo. Aku pergi dulu Jen, Nona Katrina."
"Ok." Dan aku hanya menjawabnya singkat dan menganggapnya hal yang biasa. Katrina mengikuti mereka dengan matanya.
"Jen, apakah itu pacarnya." Dan dengan penuh rasa penasaran dia bertanya padaku.
"Ohh aku tak tahu, mungkin saja. Aku tak ikut campur urusan pribadi Boss." Dan aku selalu punya jawaban aman untuk wanita manapun yang penasaran ke James. Yang jelas yang seperti Katrina ini sekarang tak akan bisa mendekati James. Belum apa-apa sudah terlalu mengharapkan.
Dan karena mengharapkan James terlalu sempurna, dia tak akan mendapatkan apapun.
"Kau tak tahu?" Katrina masih penasaran.
"Aku tak tahu."
"Aku malah berpikir kau yang adalah pacarnya, kalian sering sekali terlihat bersama-sama."
__ADS_1
"Kau salah. Aku hanya temannya, partner kerja." Dia jadi diam dan kecewa nampaknya. Satu lagi gadis yang mengharapkan James dipatahkan hatinya, entah gadis ke berapa yang mengharapkannya. Mungkin ke -1.000
Yahh, cinta pertamaku itu memang pematah hati banyak wanita. Bagaimana kau tak patah hati, dia memang setampan anak dewa.