
"Aku yang memimpin Nona?" Mitchell auditor pengawas senior berusia pertengahan empat puluh tahun itu berbicara pelan padaku. Aku mengangguk, karena belum ingin membongkar indentitas asliku.
Kami masuk ke ruangan kepala cabang setelah dipersihlakan oleh sekertarisnya.
"Tuan Mitchell, kau membawa manager keuangan dsn manager pembelian meeting, adakah sesuatu yang ingin kau bahas bersama."
"Tentu saja ada hal yang harus kita bahas! Saya ingin bertanya langsung saja sekarang, kenapa harga pembelian herring dari nelayan jauh dibawah standar minimal yang kami beritahukan."
Kepala cabang duduk di meja besarnya, sementara dua manager duduk di sofa tak berani menatap Kepala Cabang. Sesaat dia tidak bisa menjawab sama sekali pertanyaan Mitchell.
__ADS_1
"Oh ya ampun aku lupa melaporkannya. Tuan Mitchell jangan salah paham aku melakukannya untuk keuntungan perusahaan ." Aku hampir ingin melempar dokumen yang kupegang ke mukanya. Lupa?! Alasan anak taman kanak-kanak. Alasan yang sama dengan Mike Pence, keuntungan perusahaan.
"Kami tak menerima kata lupa, aku di depanmu, kau lupa dengan mukaku?! Dengan tenggat waktu beberapa hari sebelum pemancingan di mulai! Maksudmu kau lupa adalah, supaya kau dan dua orang ini bisa melaporkan harga palsu ke kantorku dan mengakali semua nota pembelian?! Bangsat kalian!" Mitchell langsung naik nadanya, bagus itu yang aku inginkan. Tunjuk! Marahi! Pojokan!
"Saya tak tahu Tuan Mitchell." Sekarang manager keuangan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.
"Kau pembohong bangs*at, Mike Pence sudah mengaku kalian semua tahu! Bangsat, kalian berusaha mengakali kami! Menekan nelayan yang baru mulai melabuhkan kapalnya! Dan kau!" Kau sudah tahu harga pembelian tidak boleh jatuh dibawah minimal! Berani sekali kau menurunkan harganya lagi demi kantongmu sendiri!" Mitchell dengan berani membentak semua orang, dan menunjuk kepala cabang.
"Tuan Mitchell, ini salah paham. Salah paham... Saya benar-benar lupa, lagipula ini untuk keuntungan perusahaan. Saya tak mungkin mengakali seperti yang Anda katakan. Anda benar-benar salah paham."
__ADS_1
"Saya salah paham?" Mitchell tertawa. "Boss saya salah yang menaruh harapan pada Anda Tuan Donald. Saya tak punya cara lain selain melaporkan pelanggaran ini ke atasan. Ini baru permulaan operasi tapi Anda sudah berniat mengakali perusahaan seperti ini. Di masa depan, Anda akan terbiasa melakukannya. Kami tidak punya alasan memelihara lintah penghisap seperti kalian."
"Tuan Mitchell, ini keteledoran saya. Saya bekerja di sini seumur hidup saya, saya mengenal pabrik ini seperti tangan saya sendiri. Jangan lakukan ini. Kita bisa membuat kesepakatan ini tidak akan terjadi lagi." Dia beranjak dari kursinya. Dan bicara pada Mitchell dengan memegang tangannya.
"Lalu Anda mengulang lagi mengakali uang perusahaan? Dan saya harus ke sini memeriksa Anda lagi? Anda bercanda rupanya."
"Di masa depan ini tak akan terulang lagi saya jamin."
"Anda jamin Anda tak tertangkap lagi maksudnya."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, lewatkan yang ini. Kita bisa membagi sama rata, tidak anggap saja Anda dan tim bisa dapat 40% dan kami sisanya. Atau 50%, ambil saja yang Anda inginkan ..." Mitchell sesaat terperangah dengan apa yang keluar dari mulut orang itu sebelum dia tertawa.
"Anda mencoba menyuap saya? Dengan uang yang bahkan belum Anda dapatkan. Sungguh langkah yang sangat pintar."