
"Kenapa Ayah Laura bilang kau tidak memperdulikannya di Montreal?" Dia mengadu kepada Ayahnya! Dan Ayah menanyaiku. Dia pikir masalah ini tak berbalik padanya?
"Aku memang punya acara sendiri, aku sudah bilang padanya."
"Bukankah kau pernah berjalan bersamanya? Kau tidak tertarik dengan putri Paman Robert yang cantik itu."
"Aku memang tak tertarik."
"Ohh ya? Kenapa? Dia cantik, lagipula dia anak Paman Robert, kau sudah lama mengenalnya." Sampai sini aku masih menghargai Paman Robert, anggap saja aku tak pernah mengalami masalah ini.
Ibuku melihat padaku. Dia mungkin sedikit tahu dari Kakak apa yang terjadi walaupun aku tak cerita padanya.
"Sudahlah, dia bisa memutuskan sendiri siapa yang dia inginkan. Anakmu sudah tahu siapa yang dia inginkan."
"Dia sudah hampir 39, keadaan sudah semangkin membaik sekarang. Apa yang dia tunggu. Laura secantik itu, kenapa dia tidak mencoba? Lagipula kenapa kau memperlakukannya buruk di Montreal, dia bahkan pulang sendiri, dia bilang kau dan rombongan pulang tanpa dia. Dia dititipkan oleh Paman Robert padamu langsung. Kenapa kau bersikap seperti kau musuhnya sampai Pamanmu membuat keluhan ke Ayah? Kau harus menjelaskan ini ke Ayah dan Paman."
__ADS_1
"Baiklah, jika sudah sampai sini akan kuceritakan semuanya...." Sampai di sini lebih baik kubuka semuanya. Aku tak dendam, tapi masalah aku dan Laura adalah tidak mungkin.
Kuceritakan semua kejadian dari beberapa tahun yang lalu, Ayah sekarang tak bisa bicara lagi.
"Aku sudah punya kekasih. Kemarin dia sengaja muncul dan mengatakan dia dijodohkan didepannya dan kekasihku membalasnya dengan mengatakan dia gadis bodoh. Kejadian yang sebenarnya itu."
Ayah diam tak bisa bicara, sementara Ibu diam karena sudah tahu awal ceritanya.
"Laura menghinamu seperti itu?"
"Jadi sudahlah, masalah kemarin dia sendiri yang tak ingin pergi bersamaku, karena dia sudah dipermalukan oleh kekasihku."
"Siapa kekasihmu? Dia orang Kanada?" Ibu mengalihkan pembicaraan.
"Dia keluarga Dugard, keluarga besar yang banyak berinvestasi di US, kemarin kita minta mereka juga invest di bisnis perikanan di Alaska, dan beberapa bisnis lain, dia investor besar."
__ADS_1
"Semoga hubungan kalian lancar, tapi kalian berjauhan? Kariermu di sini, apa dia bersedia pindah ke DC?" Ibu langsung kuatir.
"Dia punya banyak investasi di US, apalagi investasi retail yang akan berjalan ini Ibu, kami akan berusaha ini sukses, dia bisa punya kantor di sini dan bisa pindah ke sini karena perkembangan investasi besar mereka di Amerika."
Ayah masih diam saja. Mungkin dia terganggu dengan apa yang kuceritakan.
"Ayah, tak usah pikirkan kejadian Laura. Sudah kubilang aku tak mendendam. Yang kuinginkan sebenarnya dia minta maaf. Tapi ya sudahlah anggap saja dia memang wanita sesombong itu. Aku hanya memandang Paman Robert saja."
"Dia perlu tahu kelakuan putrinya sendiri. Aku tak menyangka Laura bisa meremehkanmu seperti itu, dia kenal denganmu dari usia kalian kecil."
"Mungkin dia hanya sedang mengincar seseorang saat itu Ayah dan menjadikanku sebagai sasaran. Tapi kemudian tidak berhasil. Kurasa itu yang terjadi, permintaan maaf sudah cukup jika dia tulus."
"Yang jelas dia memang harus minta maaf."
Itu terserah padanya. Jika dia ingin minta maaf aku akan menerimanya, jika tidak aku juga tak akam mengharapkannya. Sebenarnya tidak usah jika dia tidak punya kesadaran sendiri.
__ADS_1
\=\=\=\=