BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 174. Revenge 2


__ADS_3

"Sangat benar Komandan, mereka yang mencari masalah duluan kita hanya membalas mereka dengan mencari masalah yang lebih menguntungkan."


Aku puas dengan rencanaku sendiri sekarang. Kediaman Dugard di pusat kota, mereka tak punya pesawat heli di sini , mereka harus menerobos jalur darat sementara mereka meminta pasukanku mengamankan daerah itu.


"Anda mau menjebaknya di sana Sir?"


"Dia yang menjebak dirinya sendiri. Bukan aku."


"Ya..ya. Dia yang pergi sendiri bukan kita yang menyuruhnya. Kenapa aku yang merasa bersalah." Evan tertawa sendiri.


"Kurasa kau merasa bersalah kepada semua gadis cantik yang kau temui." Steve membalasnya.


Dia akan tahu bantuan gratis tak ada lagi, saat itu aku akan berdagang dengan Christian dan memaksa Perdana Menteri yang menyetujui misinya.


"Aku akan bicara dengan Jenderal soal ini." Tentu saja aku perlu dukungan atasanku, aku cuma atase militer, pimpinanku juga perlu tahu aku akan memaksa mereka membayar double.

__ADS_1


Tak lama aku menelepon atasanku. Menjelaskan bagaimana Kanada menaruh pasukanku dalam bahaya, sampai kebohongan mereka.


"Bangsat Kanada itu memang perlu dihajar ternyata. Aku mengeluarkan dana tidak sedkit untuk mereka dan mereka membayar dengan makanan tidak seberapa seperti makanan mereka seharga emas. Rencanamu di setujui, jika mereka mau obat untuk seisi kota, ada harga yang harus dibayar. Dan biarkan saja Komandan mereka terjebak di Toronto sampai aku mendapatkan kesepakatan dengan perdana menteri brengsek itu! Dia akan membayar karena mempertaruhkan nyawa pasukan kita!" Dan Jenderal Michael langsung mengambil kesempatan ini berdagang dengan Kanada untuk mendapatkan supply yang mungkin berlimpah di Kanada.


Jangan mencoba mempermainkan kebaikan seseorang. Karena jika dia tahu, kau akan membayar sangat mahal untuk kebaikan berikutnya.


\=\=\=\=\=


Semua diatur sesuai dengan perintahku beberapa hari kemudian. Kami sudah berpindah pusat Komando, ke Hamilton, 70 km dari Toronto, di Ujung Barat danau Huron untuk mendukung operasi di hari ke 15.


Kota Hamilton ini sudah dibersihkan . Mereka benar-benar pergi ke Toronto, pagi hari jam delapan ke kediaman orang tuanya yang hanya 1,5 sampai 2 jam perjalanan dengan membawa 35 orang pasukan khusus dan dukungan kendaraan militer.


Christian Stone Komandan senior yang berusia 45 tahun tampak yakin tak akan ada yang salah hari ini.


"Komandan Christian , kau tak mencegah Komandanmu masuk ke kota." Menurut pesan dari lapangan mereka sudah terlihat di sana.

__ADS_1


Bunyi dari iringan kendaraan militer akan membuat banyak perhatian tertuju ke mereka. Mereka pikir kami akan datang membantu karena ribuan orang di sana, yang terjadi adalah pasukanku kutarik ke garis aman 5 km dari kontak infected pintar pertama.


Komandan Christian melihat padaku, yang duduk dengan tangan terlipat di depan dada siang itu.


"Aku tak bisa, dia punya dukungannya sendiri jika dia mau pergi.


"Dari Perdana Menteri langsung?"


"Bagaimana kau tahu Komandan?" Dia sekarang melihat ke arahku. Aku tersenyum.


"Aku bahkan tahu kau hanya punya 1.500 pasukan, dan bahkan sebelumnya kalian mau merencanakan meratakan Toronto. Apa tak sayang meratakan kota sebagus itu." Sekarang dia diam, mukanya terlihat pucat.


"Apa yang Anda..." Aku langsung memotong basa-basinya.


"Aku tak suka perasaan dijebak Komandan, kalian membuat nyawa pasukanku dalam bahaya, aku sudah mengirim pemantau terlebih dahulu kesana. Mempelajari medan terlebih dahulu."

__ADS_1


"Kami tidak berusaha menjebak Anda."


"Oh ya, lalu kenapa tim Anda sekarang berada 10 km dari luar kota Toronto, kita sudah sepakat membagi wilayah. Tapi Anda membiarkan kami yang maju ke depan." Sekarang dia terdiam tidak bisa bicara.


__ADS_2