
"Kau atase perdagangan untuk Kanada , sering berhubungan dengan Ayahnya Rachelle." Gadis dengan wajah menarik itu menatapku antusias dengan mata bulatnya.
"Iya cukup sering."
"Kami punya beberapa bisnis bersama, nampaknya keluarga kami juga punya beberapa investasi di perusahaan kakakmu. Lagipula Ayahku harusnya mengenal Ayahmu dengan baik."
"Iya mungkin saja, yang lebih terlibat ke bisnis keluarga adalah kedua kakakku, aku memberikan mereka dukungan yang mereka butuhkan. Aku lebih fokus membantu pemerintah."
"Jenderal ini sangat serius dengan pekerjaannya, Ayahku sering memujinya." Sekarang Rachelle menambahkan.
"Baguslah aku terlihat bagus di mata Ayahmu. Berarti aku bekerja dengan benar." Aku tertawa menanggapinya.
"Jika dia tidak bekerja bagus, bagaimana mungkin dia bisa dia bisa punya jabatan sebagus ini waktu muda." Sekarang Kylie yang memuji sambil tersenyum.
"Aku berusaha Nona Kylie, aku percaya usaha yang bersungguh-sungguh selalu memberikan hasil yang baik."
Sementara aku berbicara dengan kedua orang gadis ini.
"Tuan Gillian, rupanya itu Anda." Adrian Russell yang pernah mengatakan hal buruk tentang gelar Komandan berada di depanku sekarang.
__ADS_1
"Tuan Adrian Russel, rupanya itu Anda." Aku menerima uluran tangannya. Sekarang rupanya dia sudah memasang tambahan 'sir', tambahan satu bintang nampaknya cukup membuat dia tak berani mempertanyakan gelar 'komandan' lagi.
"Kylie, Rachelle, senang bertemu dua Nona cantik ini pagi ini." Dia tersenyum kepada dua orang gadis itu. "Kylie sayang, kau kemana saja, kenapa tak datang ke acara kemarin."
"Aku memang tidak berniat datang." Kylie mengabaikannya. Ternyata tak semua orang menyukainya salah satunya Kylie ini.
"Nona Rachelle, Anda juga tak datang. Padahal kami menantikan kehadiran Anda."
"Aku agak sibuk belakangan maaf tak bisa menemukan waktu untuk menghadiri acaramu Adrian." Rachelle memberikan alasannya.
"Minggu depan jika begitu. Aku akan menunggu kalian." Dia beralih padaku. "Kau ingin ikut pesta anak-anak muda Tuan Gillian?"
"Mungkin tidak Tuan Adrian, kuingat aku tak cocok dengan list pesta semacam itu." Kuingatkan lagi dia aku pernah ditolak pada Top 2000 beberapa tahun lalu.
"Aku tak cocok permanen kurasa." Dia melihatku dengan pandangan menilai apa yang kukatakan.
"Keadaan bisa berubah Tuan Gillian..."
"Ada beberapa hal yang tetap tidak berubah Tuan Adrian."
__ADS_1
"Menolak berubah berarti tidak beradaptasi dengan lingkungan."
"Aku punya idealisme soal lingkungan. Tidak perlu beradaptasi dengan siapapun, apalagi dengan list TOP 2000 yang kau buat dan tentukan." Kami berdua bertatapan.
"Apa yang sebenarnya kalian bicarakan. Apa itu list top 2000." Kylie dan Rachelle melihat kami bergantian.
"Bukan apa-apa, kami hanya list konyol yang tak berharga apapun." Aku tersenyum ke Rachelle, aku memang tidak akan berbaik hati mengatakan aku menghargai Adrian Russell atau ingin masuk satu group dengannya.
"Tentu saja setiap orang bisa punya pilihannya masing-masing. Konsekuensi di tangan masing-masing orang bukan."
"Kau benar." Dia melihatku sambil tersenyum sinis. Mau mencari masalah, akan kulayani jika kau tersinggung.
"Kalian ini punya masalah sebelumnya?" Kylie bertanya.
"Tidak tentu saja." Aku yang menjawabnya
"Kapan-kapan jika ada acara mungkin kau bisa berkumpup bersama kami Tuan Gillian?" Sekarang Kylie yang bertanya.
"Tentu saja aku tak akan menolak undanganmu." Demi untuk mempermalukan Adrian aku sengaja menunjukkan bahwa Kylie yang mengundangku duluan daripadanya.
__ADS_1
"Kau punya acara dimana, kau tak mengundangku." Adrian yang sudah tampak iri. Mungkin top 5 ini incarannya dari sejak lama.
bersambung besok