BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 107. Don Juan


__ADS_3

"Kau sedang main-main denganku bukan?" Aku akhirnya membuat kesimpulan.


"Tidak, itu pertanyaan sederhana, apa kau mau pergi kencan denganku." Dia tersenyum kecil, senyumnya itu terlihat sedikit licik di mataku. Darah Spanish panas itu terlihat jelas di sikapnya sekarang setelah dia menurunkan wajah profesional pekerja medisnya.


"Ohh maksudmu kencan yang itu. Tidak."


"Kenapa?" Aku bersumpah dia bisa mengubah nada pertanyaannya seperti rayuan. Yang seperti ini lebih berbahaya dibandingkan dengan James.


"Aku tidak suka, kau tahu, ...kencan seperti itu."


"Ehmm, begitu." Seakan dia bisa mencari cara mengetahui bagaimana yang kusuka sekarang. "Baiklah, makan malam berdua jika begitu. Hanya makan malam. Duduk dan mengobrol?"


Dia bisa menerka apa yang harus dilakukannya. Aku tak suka ajakan langsung, tapi jika aku nyaman itu akan terjadi. Aku agak takut dengannya sekarang. Dia memang tampan, tapi seseorang yang bisa memperhitungkan langkah seperti ini kuhindari. Aku tak suka merasa di targetkan.


"Masih banyak perawat dan dokter cantik di sini Javier, lagipula aku akan sibuk, aku harus pergi ke Hot Spring." Aku lebih baik menghindar saja.


"Aku akan menunggumu kembali." Aku meringis dengan rayuan Don Juannya. "Ini hanya makan malam? Atau kau sedang ingin makan malam dengan dokter James? Jika itu yang terjadi aku akan mundur tentu saja." Dia masih terus di sampingku.


"Aku dan James hanya teman lama."


"Aku tak percaya teman antara pria dan wanita. Apalagi tipe-tipe seperti James. Nampaknya kau hanya bersembunyi dengan kata teman agar bisa dekat dengannya?"


"Tidak, kami hanya teman oke." Aku menyangkalnya lagi.

__ADS_1


"Baik, makan kalau begitu oke. Kecuali kau memang ingin makan malam dengan Jamesmu."


"Kau suka tantangan bukan dan tidak menerima kata tidak." Dia tertawa dengan pertanyaanku.


"Ini hanya makan malam semeja, di dapur umum. Kau tak perlu memikirkannya begitu jauh." Aku teringat perkataan James. Harusnya aku berkencan saja. Tapi aku tak bisa terlibat kencan singkat seperti yang dia lakukan. Tapi baiklah ini hanya duduk semeja dengan Javier, bukan kencan!


"Ya baiklah. Kau menang." Dia tertawa kecil.


"Kau membuatku seperti sedang bertanding denganmu. Ayolah ini bukan seperti berkencan dengan infected. Aku tak seburuk itu."


"Kau memang terlihat seburuk itu di mataku." Dia tertawa, tapi tidak tersinggung.


Kami berjalan ke dapur umum tanpa perdebatan akhirnya. Mengambil makanan dan duduk berhadapan. Tapi bertepatan dengan itu aku melihat Andrew sedang berjalan dengan Bella. Mereka nampak bahagia. Rasa benci menyeruak begitu saja.


"Ada apa dengan mereka?" Ternyata dia memperhatikanku.


"Bukan apa-apa." Pendek saja kujawab.


"Kudengar kau sebelumnya adalah pacar walikota."


"Kau mendengar banyak hal bukan? Kau mengajakku makan untuk semacam interogasi."


"Aku hanya penasaran dengan seseorang yang di katakan 'high class girls'. Itu julukanmu di sini. Karena kau terlibat dengan dua orang paling penting di kota aman ini." Aku hanya mengangkat bahu. Ternyata dia mengajakku kencan untuk mencoba keberuntungan plus melakukan semacam uji coba psikologi saja.

__ADS_1


"Ya cinta itu rumit bagi wanita doc, tapi mungkin bagi pria hanya sebatas, 'kau mau berkencan denganku', walaupun tak semuanya. Dan aku sebenarnya lebih memilih menghindar."


"Itu sindiran yang sangat gamblang. Kau belum apa-apa sudah mengasah pedang di depan." Dia masih senyum-senyum menanggapi kata-kataku.


"Itu lebih bagus bukan, daripada kau menghabiskan waktu mencoba."


"Jangan melampiaskan emosimu padaku. Jika kau marah pada walikota kau tidak bisa menyalahkanku saat ini." Dia mengenai intinya dengan tepat. Tapi aku juga merasa dia mencoba menyisirku dengan pertanyaannya, aku seperti berhadapan dengan mesin yang bisa menentukan kepribadian seseorang.


Aku melihat ke Andrew, bertepatan dengan dia melihat padaku. Mata kami bertemu, kupikir tadinya ini akan mudah melupakannya. Tapi ternyata tak semudah bayanganku. Aku bisa beralih dari Fred karena dia, tapi dia melepasku untuk gadis cinta pertamanya begitu saja, menjadi pihak yang kalah itu benar-benar tidak enak rasanya.


"Sorry..." Aku mengatakannya dengan pelan kepada Javier, setelah menghela napas panjang. Mungkin aku hanya perlu waktu. Semoga penugasan di Hot Spring lebih panjang. Supaya aku tak perlu melihatnya yang seperti ini lagi.


"Tak apa. Makanlah... Anggap dia tak ada, lusa kau pergi dari sini bukan."


"Kau benar." Lebih baik tak melihatnya lagi.


"Kau belum pernah menghajarnya atau kau playing angel?" Pria yang satu ini senang sekali menginterogasi orang.


"Aku tidak sedang dalam penilaian kepribadian bukan?"


"Menghajarnya akan melegakan. Daripada kau melampiaskannya kepada orang tak bersalah." Sekarang aku kesal.


" Kau yang memancingku duluan." Dia malah tertawa.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah. Kita berdamai malam ini. Aku sebenarnya senang bisa terdampar di sini. Hidupku mungkin terasa normal lagi. Aku tak akan mencoba merayumu lagi. Aku minta maaf, kadang aku hanya iseng melakukannya. Maksudku pekerjaan dan hal-hal yang biasa kukerjakan. Tidak seperti sebelumnya mungkin kami akan kehabisan makanan, mungkin kami kedatangan infected... Tapi di sini, ada yang memikirkan semua itu. Aku memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah orang lain. Bagaimanapun berbeda ketika menyelesaikan masalah orang lain dan masalahmu sendiri. Jadi aku tadi hanya mencoba memberimu sudut pandang saja."


__ADS_2