BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 169. Go Home


__ADS_3

"Jen, ..."


Aku membuatnya menyebutkan namaku lagi pagi ini. Nampaknya sudah terlalu lama dia menyimpan energinya. Sehingga mudah merayunya untuk memulai.


"Aku kekasihmu bukan."


"Kenapa kau menanyakan itu lagi, Toothsie."


"Panggil aku Honey. Jangan memanggilku dengan nama aneh itu lagi." Aku protes dengan panggilan masa kecil itu. Gigiku sudah bagus sekarang.


"Itu lebih mesra. Hanya kau yang punya panggilan seunik itu."


"Aku tak ingin di panggil seperti itu." Dia tertawa.


"Baiklah Honey, seperti yang kau inginkan Toothsie." Dan sekarang sebagai aku punya kesempatan mencubit perutnya yang punya lekuk*an panas itu.

__ADS_1


"Kau bilang apa? Sudah kubilang jangan memanggilku Tootsie lagi."


"Toothsie, kau menang penyiksa. Berhentilah. Kita harus pergi bekerja sekarang walaupun pasien tidak ramai." Dia menghentikanku dengan menciumku. Pemaksa ini tahu bagaimana memanfaatkan keunggulan fisiknya pagi ini.


"Baiklah aku pergi."


Dan aku pergi dengan senyum di bibir. Dan sekarang sudah rapi dengan tangan memegang pekerjaan. Hari ini kami membebaskan pasien terakhir di bawah pengawasan kami. Tak ada pasien lagi di zona merah, karena prajurit-prajurit itu sudah tahu bagaimana menangani wilayah kota yang padat tanpa membahayakan diri mereka.


"Nampaknya ada pelangi di langit pagi ini." Laura tiba disampingku dan meneliti wajah cerahku.


"Apa maksudmu?" Aku meliriknya masih dengan senyum terulas di bibir.


"Kau jangan membuat gosip tak jelas, jelas bukan itu yang terjadi."


"Lalu apa...?" Dia menatapku, dan aku tetap meringis lebar.

__ADS_1


"Aku dan James akhirnya menjadi kekasih." Dia mungkin merasa mendengar hal yang salah.


"Kau bercanda, bukannya dari sebulan yang lalu kau sudah yakin kalau dia tidak punya perasaan padamu?"


"Akan kuceritakan alasannya untuk yang itu..." Aku berbagi kebahagian dengan Laura sekarang, tapi juga tentang cerita sedih, soal Ibuku yang harus menjalani transplantasi hati. Dan sampai sekarang aku belum tahu àpa aku bisa pulang ke El Paso segera.


"Rupanya begitu... James itu sangat memperhatikanmu ternyata, dia bahkan tahu kau berbohong."


"Iya..." Bukankah itu setengahnya patut di syukuri. "Aku sedang menunggu kabar dari Gilbert sekarang sekarang, semoga dia bisa membantuku untuk pulang..." Kuceritakan tentang penurunan korban drastis kami, alasan aku bisa diizinkan pulang dan juga bahwa kemungkinan besar sebelum akhir tahun kami sudah bisa deklarasi green zone total dan kemungkinan personel militer sudah diizinkan mengajukan cuti.


"Mengajukan cuti... akhirnya." Laura juga ikut gembira karena ini berarti walau dari sipil dia kemungkinan juga bisa mengajukan cuti.


"Akhirnya kita semua bisa pulang ke rumah."


Jika kemungkinan aku tak bisa mendapatkan transport itu, dokter Mom bilang kemungkinan Mom bisa menunggu beberapa bulan sampai dengan setahun sampai kondisinya benar-benar memburuk dengan pengobatan yang sekarang, walaupun aku berharap itu secepatnya tapi aku juga tak bisa mendesak Gilbert.

__ADS_1


Empat hari setelah permintaan James, Gilbert memanggilku. Aku harap-harap cemas sekarang, mungkin ini tanda dia berhasil mengatur menyelipkanku ke sebuah transport militer.


"Jen, senang melihatmu lagi. Ayo duduklah, aku punya berita gembira untukmu." Aku duduk di depannya dengan cepat, berharap yang terbaik. Mungkin dia sudah mendapatkan tiket untuk membawaku pulang.


__ADS_2