
POV Monica
Tak ada jejak perdamaìan diantara dua saudara tiri. Jika mereka tak saling berkelahi satu sama lainpun sudah bagus. Lima hari di Moscow berlalu begitu saja, tanpa penyelesaian apapun.
Kupikir satu-satunya cara untuk menyelesaikan ini adalah mereka tak terlibat satu sama lain, perselisihan antara mereka sudah berakar. Jadi jika satu orang tidak terlibat perebutan kepentingan dengan yang lain baru masalah ini secara otomatis terselesaikan. Seiring waktu mereka akan mencoba berdamai.
Aku dan Candice bertukar pesan satu sama lain membahas dua kakak adik itu, Candice juga tahu bagaimana asal mereka bertengkar punya pikiran sama denganku.
"Kau tahu seharusnya mereka dipisahkan wewenangnya, tidak diadu satu sama lain, tapi pengaturan yang ada adalah pemegang kekuasaan di pusat bisa melakukan intervensi. Akan ada pertengkaran yang lain di masa depan."
"Kau benar Candice, aku tak tahu persoalan apa lagi yang akan terjadi di masa depan."
"Aku tak ingin membela siapapun, tapi semua ini berasal dari Ibu mereka. Rasanya percuma mengatakan seharusnya Sergie tak membenci Alex, Ibunya membuat semua ini rumit."
__ADS_1
"Perselisihan mereka dimulai ketika ada perebutan posisi di Moskow, jika tidak ada kejadian persaingan ini tak akan ada semua kejadian ini. Ayahnya mencari masalah sendiri dengan mengadu kedua anaknya kukira."
"Sangat benar, masalah ini karena perebutan kekuasaan di kantor pusat Moskow."
"Jika sesuatu terjadi di masa depan, kau dan aku adalah satu-satunya pendamai."
"Kita akan berusaha." Aku dan Candice untungnya lebih suka kami semua bisa berdamai .
Satu hal lain yang kusadari selama di Moskow adalah, Alexsey akan kembali ke Moskow bagaimanapun caranya. Dia ingin kembali ke Moskow, duduk di posisi Ayahnya menjadi calon tunggal untuk mengepalai CSL Group Rusia. Aku memikirkan itu, aku semangkin tak ingin menghabiskan hidupku di Moscow.
Belum lagi masalah perselisihan keluarganya. Aku tak ingin membayangkan bagaimana pertengkaran kami dan masalah keamanan yang akan terjadi. Semuanya terlalu nyata untukku.
"Ada apa belakangan kau nampaknya punya banyak pikiran." Aku melapor ke Albert untuk beberapa pekerjaan di partai.Tinggal aku dan Albert di sini
Eliza sudah di Washington tinggal Albert yang bisa kutemui di Montreal.
__ADS_1
"Alexsey..." Aku tak tahu apa aku bisa membicarakan ini ke Albert. Tapi daripada aku tak punya sudut pandang lain akan kuusahakan mendengarkan dari sudut pandang Albert.
"Ada apa dengan Alexsey? Dia membuat masalah dengan wanita lain?" Aku tertawa saat Albert langsung pada tebakan terburuk.
"Bukan, bukan seperti itu." Aku tak pernah kuatir dengan wanita lain kurasa, dia cukup dapat diandalkan untuk masalah kesetiaan.
"Lalu?"
"Aku merasa dia akan kembali ke Moskow, dia bilang kami tidak akan tinggal di Moskow. Tapi dari apa yang aku lihat, satu saat jika kami sudah menikah dia akan membawa kami ke Moskow. Aku benar-benar tak ingin tinggal di sana. Aku tak ingin anak-anak tinggal di sana, ada perselisihan keluarga yang terjadi di Moskow dan belum selesai, nampaknya jika Alexsey ada di sana itu hanya semangkin buruk. Itu tempat yang sangat asing."
"Jika kau tak ingin, katakan tidak. Cinta tidak akan berhasil, kau akan mendapatkan saat yang sulit jika kau sudah punya keluarga apalagi anak, jangan anak kalian menjadi . Yang berhasil cuma kesepakatan."
"Hmm..."
"Bukankah bisnisnya berkembang pesat di sini? Bahkan dia bilang dia membuka pasar sampai Amerika Selatan. Apa itu salah?"
__ADS_1
"Itu tidak salah, hanya dia punya dendam dengan keluarga Ibu tirinya..." Kuceritakan semua ke Albert tanpa ada yang di tutup-tutupi. Semua masalah keluarga Alexsey. Albert mendengarkan sambil mengerutkan kening tentang perselisihan yang begitu intens.