BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 41. Lover 3


__ADS_3

POV Eliza


Aku terbangun dengan pria ini untuk kedua kalinya. Kali ini dia masih tertidur pulas, tak ada yang menyangka hal yang terjadi semalam. Kenapa dia impulsif sekali, cemburu aku punya pria lain. Aku hampir tak percaya bahwa dia serius ingin mengha*miliku.


Di sisi lain aku senang dan aku punya perasaan yang sama. Walaupun itu dikatakan dengan cara yang sangat tak biasa. Menghamiliku? Aku tak suka ide dia ingin meng*hamil*iku tentu saja. Tidak tanpa persetujuanku sebelum pernikahan, itu gila dan tidak dapat di benarkan.


Sekarang aku melihatnya masih tertidur aku menyusup masuk pelan-pelan dalam pelukannya, dan dia langsung terbangun. Dia memelukku, langit musim panas sudah memberikan cahaya temaramnya.


"Kau sudah bangun."


"Tidak aku ingin tidur lagi, ini masih pagi.


"Tidurlah." Sesuatu menyentuhku ketika berdekatan dengannya. Mor*ning woo*dnya. Dia melihatku tersenyum kecil. "Tak usah perdulikan itu, dia memang suka bangun di pagi hari." Dia menjawabku sambil memejamkan mata lagi. Aku tertawa kecil. Sesuatu yang bisa menyebabkan kau harus masuk rumah sakit dan mendapatkan bayi kecil.


Aku ingin memeluknya, tapi mendapatkan itu mengelitik. Aku jadi tak bisa tidur lagi. Aku membelakanginya dan memintanya memelukku sensasi di dirinya yang terbangun di bawah sana membuatku tak bisa menahan suaraku.


"Apa yang kau lakukan?" Dia akhirnya terbangun juga.

__ADS_1


"Ehm...hanya memanfaatkan apa yang sudah ada." Sekarang pelukannya menjadi lebih erat.


"Begitu?"


Napasnya menjadi lebih berat di belakang tengkukku. Dia bergerak, tangannya menjangkau bo*xernya yang kupinjam. Dalam sekejab dia memposisikan dirinya di belakangku dan sesaat kemudian aku sudah mengerang tertahan saat dia menyisipkan dirinya padaku. "Ini cara yang benar sayang, kau boleh menggunakannya semaumu sekarang. Aku milikmu... " Kata-kata yang terlalu mengg*oda itu, sapuan bib*irnya di tengku*kku dan tangannya yang memelukku terlalu panas untuk di tanggung pagi ini.


"Kau milikku Jenderal."


"Aku milikmu."Dan gerakan kecil membuat semuanya menjadi menyenangkan.


"Aku akan merindukanmu besok." Aku sudah punya seseorang yang kusebut kekasih tapi dia akan terpisah 1.5 jam penerbangan setelah ini.


"Aku juga akan merindukanmu selama dua minggu ini. Tapi aku akan berusaha membuat bisnis kita berjalan dengan baik di sana, untuk membuat Kakakmu mempercayaiku. Menurutmu apa kita harus memberitahu ini padanya dalam waktu dekat."


"Mungkin nanti saja seiring waktu. Akan ada cara untuk memberitahunya, dan aku mungkin perlu waktu meyakinkan diriku sendiri kau orang yang tepat. Sudah kukatakan aku baru di tahap menyukaimu Jenderal."


Dia tersenyum.

__ADS_1


"Nampaknya aku harus lebih berusaha lagi, benar wonder woman." Pelukannya lebih erat, baguslah


"Dan jika kau mencoba sabotase seperti semalam lagi, aku yakin kau akan dihajar oleh Albert. Tak mungkin dia menyetujui cara-cara, kuharap kau mengerti, keluargaku sangat penting bagiku, kuharap kau menghargainya."


"Itu kesalahan yang tak akan terjadi lagi."


"Baiklah itu janjimu, kau sebaiknya memegangnya."


Kami mengakhiri minggu ini dengan status kekasih dan kejadian mengejutkan. Pikirannya selalu tak dapat di duga seperti awal kami bertemu.


Kupikir dia tak akan tahu rencanaku, tapi ternyata dia sudah tahu semuanya,


Kupikir dia akan membenciku dan membatalkan semua operasi tapi ternyata dia masih membantuku sesudahnya,


Kupikir dia hanya menganggapku selingan tapi dia malah berani langsung bicara anak?


Jenderal ini terlalu banyak memberiku kejutan.

__ADS_1


__ADS_2