BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 86. Moskow 1


__ADS_3

February, Maslenitsa di depan mata. Svetluny terlihat senang akan pergi bersamaku ke Moskow. Dia bahkan berusaha belajar beberapa kata dan kalimat percakapan umum dalam bahasa Rusia. Menantikan hari kepergian kami dengan banyak rencana di kepalanya.


Dua bulan belakangan cukup tenang, membuatku bisa bekerja dengan tenang dan terus meningkatkan penjualan. Deal-deal berjalan mulus khususnya di US yang sedang melesat kembali mendekati normal, sudah enam tahun sejak bencana infected berakhir dan yang membuatku senang adalah ada sebuah deal dengan pihak militer yang akan terjadi.


Berkat Gillian aku mengenal beberapa orang dan membantuku memuluskan deal itu, dan pabrik baru akan segera beroperasi, akan mampu memenuhi permintaan baru. Liburan kali ini aku akan bisa bercerita banyak hal kepada Ayah.


"Kau nampaknya sedang senang?" Saat kami menuju bandara, Svetluny-ku memperhatikan ekspresiku.


"Ada kontrak besar di tandatangani, cukup membuat hati senang." Aku membagi cerita padanya kenapa aku begitu senang.


"Ehm ternyata begitu, lab di USA sudah beroperasi?"


"Sudah hampir dibuka, beberapa penyesuaian akhir sedang diselesaikan." Kurasa dalam dua bulan paling lama itu sudah bisa beroperasi sepenuhnya.b


"Jadi nampaknya setelah masalah yang kubuat untukmu, labmu sekarang malah kapasitas produksinya dua kali lipat?" Aku tersenyum pada kekasihku yang dengan mudah bisa melihat gambaran besarnya.


"Iya. Begitulah kira-kira. Serupa dengan pemangkasan yang baik. CEO yang kemarin adalah cabang buruk." Svetluny tertawa dengan perumpamaanku.

__ADS_1


"Hmm... Tuan Mafia ini memang tak buruk." Aku tertawa dengan komentarnya.


"Tidak buruk, nampaknya itu sedikit merendahkan."


"Itu pujian tulus." Dia mengengam tanganku sekarang. "Karena bisnismu telah maju banyak disini, lupakan saja mengambil alih kantor pusat Moskow." Aku tersenyum padanya, dia masih berusaha sepenuhnya mempengaruhikù untuk meninggalkan Moskow.


"Sayang aku akan mengaturnya nanti oke. Kau tak usah khawatir terlalu banyak. Percaya saja padaku." Walaupun aku tak bisa mengatakan apapun padanya. Sialnya, nampaknya dia tahu aku tidak berniat meninggalkan Moskow, tapi karena aku berkata aku sedang mengurusnya dia diam.


"Hmm..." Dia hanya menyandarkan dirinya padaku.


"Tidak banyak, kita mengunjungi Bibi, Paman dan tentu saja ke rumah Ayah. Hanya tiga tempat itu. Ada makan malam beberapa kali. Dan kali ini ada agenda khusus menghajar Sergie." Dia melihatku dan cemberut.


"Hmm... kau sangat bersemangat menghajar adikmu itu."


"Dia harus dihajar agar dia patuh."


"Bagaimana jika dia yang menghajarmu?"

__ADS_1


"Itu akan memalukan jika aku kalah. Tapi ini untuk membalas apa yang dia lakukan padaku dan padamu." Dalam keyakinanku 90% aku tak akan kalah padanya, 10%nya adalah antisipasi dia belajar berkelahi sedikit sehingga dia mampu mengembalikan pukulamku.


"Ibunya tak mengamuk padamu?"


"Ayah yang menanganinya."


"Jadi kau didukung Ayahmu untuk menghajarnya sendirì?" Dia mengangkat alisnya dengan heran, aku segera mengganguk.


"Dia mengirim orang untuk membunuhku, kasus itu tak kuperpanjang, kali ini dia mengirimkan orang untuk menggangu kekasihku, jika aku tak bisa menghajarnya akan tidak adil." Dan jika Margarita tidak setuju, aku akan dengan senang hati membuat masalah dengan keluarganya. Itu sebabnya dia tidak bisa melakukan apapun ketika dipaksa menyetujui kondisi ini.


"Hmm... aku tetap tak setuju. Nampaknya dipukul itu sakit. Bagaimana jika karyawammu melihat kau dipukul dan luka-luka." Aku tertawa kecil.


"Dulu kau bahkan berani memukul seniorku yang jauh umurnya darimu, dimana semua keberanianmu itu sekarang." Dia mencebik manja.


"Itu karena aku kasihan melihat kau dipukuli dan dikeroyok, aku punya tujuan mulia, itupun aku dimarahi habis-habisan karena berkelahi tapi sekarang kau sengaja berkelahi. "


"Sama saja sayang, bedanya adalah dia mengirim orang untuk memukulku. Yang kulakukan hanya membela diri. Dan menunjukkan padanya dia tak bisa seenaknya keluar tanpa kubalas."

__ADS_1


__ADS_2