
"Benarkah ini tidak mempengaruhimu."
"Percayalah aku sudah di kondisi yang memungkinkanku untuk tidak memperdulikan urusan Moskow lagi, aku hanya kembali ke sana setahun sekali, jika tidakpun tidak apa. Hidupku sekarang bersama kalian." Aku sudah membayangkan akan ada seseorang lagi bersama kami.
"Jika ini benar... Aku tak pernah membiarkanmu pergi. Kau tidak boleh berpikir untuk mengambil posisi CEO Moskow lagi, kita tidak kekurangan apapun disini. "
"Moon, aku tak pernah pergi bahkan ketika kau mengusirku pergi." Dia tertawa kecil. Kapan aku pernah pergi darinya, bahkan saat dia membuatku sangat marah dengan memutuskan semua komunikasi kami sekalipun aku tak pernah pergi.
"Jadi jika ini terjadi, kau akan bahagia?"
"Aku sangat bahagia, bahkan jika bisa aku akan lebih bahagia jika itu bisa dipastikan sekarang juga." Dia tersenyum melihatku.
"Terima kasih untuk mengatakannya, tapi mungkin ini hanya sakit karena kelelahan."
"Jika bukan kita hanya diberi waktu mempersiapkan lebih baik. Tak apa aku tak akan kecewa. Bagaimana kalau kita ke dokter saja hari ini."
__ADS_1
"Aku bertanya ke Eliza dia bilang lebih mudah jika kita membeli alat tes kehamilan saja, jika sudah pasti kita bisa ke dokter kandungan saja."
"Begitu." Apapun yang dikatakan orang yang lebih berpengalaman jelas lebih baik.
"Baik jika begitu. Aku akan ke pharmacy terdekat dan menemukannya sekarang juga."
"Aku ingin jalan-jalan bersamamu."
"Jalan-jalan? Ini sudah malam..."
"Baiklah, nampaknya aku juga akan sulit tidur karena menunggu pagi." Svetluny-ku tertawa lalu memeluk pinggangku.
"Kau benar mengharapkan ini Tuan Mafia?" Aku balas memeluknya dan menekan perasaanku yang bergejolak, aku mungkin memang tak akan bisa tidur malam ini.
"Sangat, mungkin aku akan sedikit kecewa jika bukan. Tapi sudah kubilang tak apa asal kita tetap bersama. Akan ada saat lainnya."
__ADS_1
"Akan ada saat lainnya. Yang penting sekarang kita jalan-jalan dan mencari es-krim." Aku tertawa dan merangkul Moon-ku dengan rasa bahagia yang membuncah.
"Ayo kita jalan-jalan ke groceries tengah malam."
Aku berjalan dan merangkulnya dengan santai, berjalan berdua, ini bagian yang membahagiakan, penantian ini membuatku percaya apa yang dikatakan Moon, tak ada gunanya. Aku ingat dulu aku pernah menemaninya mencari es-krim saat tengah malam. Itu jadi kenangan awal kencan kami sekarang.
"Apa kau ingat di awal-awal aku dekat denganmu. Kita pernah jalan-jalan tengah malam mencari es-krim." Aku masih ingat awal pertama-tama dia mulai ramah padaku, saat itu aku masih mendekatinya dengan kata teman.
"Iya, aku ingat itu saat aku mulai dekat denganmu. Saat itu aku baru mulai jatuh cinta padamu." Senyumnya mengembang melihatku, itu mungkin sudah hampir tiga tahun yang lalu. Rasanya baru kemarin kami melaluinya.
"Kau baru jatuh cinta padaku. Benarkah."
"Benar." Kami sekarang saling tersenyum. "Kencan di toko groceries itu akan jadi kenangan yang indah."
Malam itu berlalu seperti mimpi, kenangan yang ada terasa manis. Aku merasa hampir pasti dia hamil karena dia sendiri merasa begitu. Aku tak akan memikirkan Moskow lagi, atau memforsir semua pekerjaan karena sekarang pekerjaanku adalah Moon-ku bahagia dan sehat.
__ADS_1