
"Apa sudut pandangmu." Aku bertopang dagu mendengarkan pembicaraannya sekarang.
"Kau dan James itu cocok. Dan lupakan walikota menyebalkan itu." Aku tersenyum sendiri. James dan aku hanya teman. Dia mungkin merasa bertanggung jawab karena aku adik teman baiknya. Dia tak tahu apapun tentang itu hanya melihat luarnya.
"Baiklah terima kasih kurasa untuk sudut pandangmu." Aku melanjutkan makanku, dia hanya orang luar yang belum mengenal hubungan aku dan James.
James duduk di sampingku kemudian tanpa diduga. Kurasa tadi dia sedang terlibat pembicaraan dengan Edward, tapi ternyata dia bergabung di sini.
"Halo dokter Javier, boleh bergabung di sini."
"Tentu saja Boss." Dia duduk di samping Javier.
"Bagaimana, kau betah di sini?"
"Sangat, kota yang indah. Kehidupan yang teratur lagi, pasti ada makanan, tidak terbangun karena bunyi kecil mencurigakan. Sebuah kemewahan yang sudah lama tak kurasakan."
"Itu bagus. Kami juga terbantu dengan kehadiranmu."
"Dan bertemu dengan teman-teman yang baru di sini. Banyak perawat cantik disini." Javier tertawa, apa Don Juan ini sedang berusaha memancing James?
"Perawat cantik? Termasuk Jen yang kau bicarakan nampaknya."
__ADS_1
"Ohh aku tak berani, bukannya kau dan perawat Jen kekasih." Apa yang akan dia jawab dengan pancingan Javier.
"Hmm." Jawaban apa itu? Hanya bergumam tak jelas. Dia diam sesaat nampak mempertimbangkan jawabannya. "Sebenarnya bukan. Kami hanya teman lama, tapi aku sangat tak suka jika seseorang mempermainkan orang yang sudah kuanggap adik."
Sudah kubilang, dia menganggapku adik. Aku sudah selesai di mengharapkannya kurasa, dulu sekali ketika aku masih muda.
"Benarkah, padahal kalian terlihat cocok."
"Jika kau ingin mendekati Jen, aku izinkan. Tapi jika kau mempermainkannya aku akan membuat hidupmu bermasalah." Malah James mengancamnya,menghayati sekali perannya sebagai seorang Kakak.
"Kalian membicarakanku seperti aku tak ada di sini. Javier hanya senang jadi pengorek informasi. Jangan terlalu menanggapinya." Sekarang aku ingin pembicaraan aneh ini berakhir.
"Benar Boss, aku setuju." Dia memanggil James boss, kurasa selama dia dia diluar ada seseorang juga yang dipanggilnya sebagai boss. "Aku hanya mengatakan padanya, jika dia harus menghajar seseorang jika perlu. Itu akan lebih melegakan daripada berperan sebagai malaikat."
"Kau tahu ceritanya?"
"Jen populer di sini. Semua orang tahu ceritanya. Aku senang mendengarkan cerita." Semua orang kasihan padaku sekarang.
"Kau terdampar dimana selama di luar?" James yang bertanya mengalihkan pembicaraan.
"Aku di Jakson, di luar Arkansas sebenarnya. Ada sebuah mansion luas dengan perlindungan bagus di sana yang tidak di huni, makanan cukup sulit. Lalu aku mengikuti kelompok kamu ke Lake Village. Kami di temukan tentara di Lake Village. Di sana ada sebuah komunitas, tapi yang menguasai di sana seorang tiran. Dia tidak menyukaiku dan menempatkanku di wilayah tidak aman, aku sering di suruh berjaga jika malam, kau tahu aku dianggap ancaman oleh sesama Alpha, aku di bully karena dianggap sebagai ancaman, aku harus menerimanya karena memang aku tak punya kekuatan untuk melawan. Tapi di sini seperti kau katakan, kita saling support, rasanya mungkin seperti kembali ke kehidupan normal dan damai."
__ADS_1
"Keluargamu."
"Aku belum berkeluarga, Ayah dan Ibuku tak bertahan. Tapi aku masih punya kakak di Michigan. Setidaknya aku masih punya keluarga. Banyak yang lebih tak beruntung dariku."
Noah datang ke meja kami dengan wajah bersemangat dan menghenyakkan dirinya di depanku.
"Kau tahu aku punya berita. Kau harus mendengarkan ini Jen."
"Berita apa yang membuatmu semangat seperti ini."
"Kau tahu Andrew dan Bella bertengkar, kelihatannya mereka putus." Wow, apa karena kami saling melihat tadi?
"Bukan urusanku, aku tak ingin terlibat urusan mereka lagi."
"Benar sekali." James langsung mendukungku.
"Mungkin dia ingin kembali padamu."
"Tidak ada kesempatan kedua untuk pengkhianat." Sekarang James yang menjawab.
bersambung besok x
__ADS_1