BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 66. Margarita Jovovich 16


__ADS_3

Ular itu menatapku seperti momok berduri saat aku lewat di depannya dari sisi lain mansion besar ini. Sudah kukatakan ini bukan rumah tapi rumah penyiksaan, setiap tahun aku harus kembali ke sini untuk mengingatkan diriku sendiri aku harus kembali ke Moskow.


Tahun sebelumnya, aku masih menjaga sikap dan tidak membuat permusuhan terang-terangan dengannya tapi saat ini ketika dia menginginkan nyawaku, tujuanku sekarang adalah membuat dia meninggalkan rumah ini.


Aku tidak memperdulikannya, melewatinya seperti dia tidak ada di depanku, nampaknya dia juga akan keluar, aku mengambil sebuah kunci mobil di garasi mobil dan berniat pergi dari sana. Tapi matanya mengunciku, seperti yang kuduga dia tak akan melepasku tanpa mengucapkan sepatah kata.


"Kau nampaknya sangat senang dengan kemenanganmu. Rupanya selama ini kau lebih licik dari yang kuduga." Ular tua itu melihatku dan tidak tahan untuk tidak membuat masalah.


"Kemenangan? Kau nampaknya sangat senang menjadi berkuasa." Aku menghela napas melihat dia melipat tangannya di depan dada.


"Ini belum berakhir. Kau telah membuatku jadi penjahat besar, jangan pikir aku akan berhenti dan melupakan semua masalah ini di sini."


Aku hanya menghela napas melihatnya.

__ADS_1


"Terserah padamu penyihir. Dulu aku kalah karena tak punya apapun di tanganku untuk melawanmu. Kali ini keadaan berbeda. Kau yang tidak punya apa-apa bukan, kudengar keluargamu sedang mengalami masalah keuangan? Kau punya hutang besar ke Ayah? Jika aku menguasai kebijakan pusat, aku tak akan bersikap lunak ke kalian."


Aku memang sengaja memancingnya, jika dia berbuat masalah lagi. Ayah yang akan mengurusnya. Bahkan mungkin dia akan dipaksa meninggalkan rumah ini jika dia bertindak di luar batas.


"Bicaramu seperti kau bisa melakukannya. Kapitalisasimu tak lebih besar dari Sergie."


"Oh rupanya kau belum mendengar gosip soal obat infected yang sudah ditemukan?"


"Kau boleh bertanya ke pada Paman atas nama siapa semua kapitalisasi itu tercatat di pembukuan internal." Sekarang wajahnya memucat, seakan dia melihatku seperti hantu.


"Tak mungkin..." Dia memang sudah melihat hantu kutukan di depannya, di depannya sekarang masa depan suram telah terbentang.


"Kau terlihat menyedihkan Ibu tersayang. Kau harus tahu aku berlari di lintasanku sendiri sekarang, dan kau dan anakmu... sudah tertinggal jauh di belakangku." Di masa lalu dia memaksaku memanggilnya Ibu di depan Ayah dan membuat pengakuan bahwa dia merawatku dengan baik di depan Ayah.

__ADS_1


Sekarang dengan kata-kata terakhir 'Ibu tersayang' itu aku mengejeknya dan tawa tergantung di udara aku meninggalkannya. Melihat dia tidak bisa membalasku lagi, sebuah kepuasan kudapatkan.


"Jadi selama ini kau merencanakan ini?"


"Aku tidak merencanakan apapun, aku bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan sejak berumur 16 tahun, saat anakmu masih mendapat yang jajan bulanan aku sudah punya bisnisku sendiri. Kadang aku berterima kasih kau sudah melemparku keluar saat aku 13 tahun. Tapi mungkin saja kau bisa merubah keadaan masih 3 tahun lagi bukan."


"Sergie tetap akan mengalahkanmu." Dia masih bisa sengit.


"Bagus, aku akan menunggu kemajuanmu."


Aku bergegas pergi. Di masa depan keluarga Jovovich tidak akan mempunyai prospek yang bagus, jika mereka tidak bisa membayar akan kupastikan membangkrutkan perusahaan mereka dan mengirim asset mereka ke pelelangan.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2