BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 138. Little Sister


__ADS_3

"Kenapa dia bermasalah denganku?"


"Dia mulai bergosip kau masuk ke kamar James semalam dan kau tahu selanjutnya. Dia bilang kau munafik dan pembohong mengatakan kalian tak punya hubungan apapun."


"Dia cemburu dengan apa yang tak pernah dipunyainya. Sudahlah biarkan saja Martha."


"Dia menjadikanmu bahan gosip di sini. Kau seharusnya memberinya pelajaran. Jangan diam saja."


"Kau pikir aku harus menanggapinya."


"Kupikir iya. Kalau tidak dia akan merusak reputasi James. Wanita itu menyebalkan, apa urusannya dengan hubungan pribadi orang lain. Dia cemburu karena tidak mendapatkan apa ya g diinginkannya. Mental putri manja yang sedang mengamuk." Martha sudah tidak suka dengan gadis itu dari lama.


"Kupikirkan bagaimana menghadapinya tingkah konyolnya nanti, kau benar dia bisa merusak reputasi James."


Dan gosip yang disebarkannya dengan cepat menyebar.


"Jen, kau dan dokter James pacaran." Jeanette teman di Emergency bertanya padaku keesokan harinya.


"Tidak, itu disebarkan oleh Michelle yang cemburu karena James menolaknya 2x. Yang terakhir di depan mataku. Kemarin aku harus membantu Boss karena tertembak dan dia membuat gosip aku tidur dengan boss."


"Ohh benarkah. 2x, dia sangat berusaha heh." Jeanette tertawa mendengarnya.


"Iya dia putri manja yang mengamuk karena kehilangan pangeran impian. Nanti akan kutampar sendiri dia." Kupikir benar kata Martha aku harus membalasnya sebelum dia kelewatan. James sudah bersikap baik padanya, tapi wanita seperti dia memang tak tahu batas.


"Pantas saja, sebenarnya aku juga berpikir dia cemburu padamu."

__ADS_1


"Bisa minta tolong aku membalasnya dokter manja itu. Aku ingin menyebarkan berita dia ditolak dokter James 2x sehingga dia malu."


"Aku akan membantumu!" Martha yang menjawab paling kencang sekarang.


"Martha kau sangat tidak menyukainya bukan."


"Sejak dia mengeluh soal makanan, aku membenci Tuan Putri itu. Dia menyebarkan gosip soal Boss James dan Jen, tentu saja aku dengan senang hati mencercanya, kenapa dia perlu membuat keributan seperti itu. Kurasa kau harus membalasnya di depan mukanya Jen, biar dia tak berani lagi mencari masalah denganmu."


"Kita lihat saja nanti dia bicara apa."


Aku melihat Michelle di makan malam. Dia berkumpul di satu meja dengan dokter dan perawat lain.


"Kalian tak tahu semalam dia masuk ke kamar dokter James dan menemaninya semalaman, dia baru diselamatkan oleh Dokter James..."


Aku duduk di sampingnya langsung.


"Banyak saksi yang melihatmu mendorong James ke kamarnya kau tak usah berkelit."


"Mia dan Alice yang melihatku mendorongnya ke kamar karena di tidak mau beristirahat di bangsal. Tapi kau bilang aku menemaninya semalaman? Kubuka rekaman keamanan berapa lama aku di kamar James? Jaga mulutmu! Lagipula urusan pribadi boss bukan urusanmu."


"Kau bangga bisa mendapatkannya?"


"Kami disini untuk bekerja, bukan mencari pacar. Kau tak usah merusak reputasi James hanya karena kau tidak mendapatkannya. Jelas."


"Sok perhatian sekali." Orang-orang do meja melihat perdebatan kami. Tapi kemudian dia pergi dari meja.

__ADS_1


"Dia dari tadi menjelek-jelekkanmu dan juga dokter James. Dia iri dan cemburu James tidak menanggapinya. Kami sudah tahu dan menjadikannya bahan candaan saja." Salah seorang dokter di sana bicara.


"Benar kau tidak usah menghabiskan kesabaranmu menghadapinya. Percuma saja."


"Aku hanya tak ingin dia bertindak seenaknya di sini. Kita di sini bekerja, masih panjang sampai florida jadi zona hijau, tak perlu di rusak oleh satu orang yang membawa masalah pribadinya."


"Tenang saja, tak ada yang percaya padanya. Semua juga tahu dia iri padamu. Kalau aku jadi kau akan kubilang sekalian aku pacarnya James. Biar dia tahu dia tak punya harapan...." Perawat lain menimpali.


"Ohh itu memang yang kau mau. ġokter James yang tak mungkin mau dekat denganmu." Dan suara tawapun pecah sekarang.


Jika dia berani menyebarkan berita macam-macam lagi akan kutampar mulutnya itu .


"Kau mengajak Michelle bertengkar kemarin?" Sekarang James yang bertanya padaku saat aku bertemu dengannya keesokan hariny Dia sudah bisa mengurus dirinya sendiri sekarang, tak usah aku membantunya.


"Iya. Aku di sangka tidur denganmu, dia bilang dia melihat aku tidur bersamamu." James meringis sambil aku menyerahkan form permintaan perlengkapan Emergency.


"Harusnya kau bilang iya saja, lalu tanya apa dia iri. Tak akan ada yang percaya padanya."


"Aku lebih perduli dengan reputasimu."


"Adik yang perhatian. Tenang saja jika aku pacaran juga tak akan merusak reputasiku." Dia bilang adik?


"Ohh begitu."


"Lain kali bilang saja kita pacaran. Biar dia cepat pulang ke Atlanta."

__ADS_1


Aku meringis sana. Adik. Kenapa sebutan igu jadi begitu mengecewakan.


l.


__ADS_2