BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 75. Little Rock 3


__ADS_3

Di depan kami ada tanjakan yang nampaknya dipenuhi dengan infected di kejauhan kami tak bisa melihat jalan di belakangnya.


"Mereka bergerak ke kita."


"Kau benar." Pasti karena kami satu-satunya yang lewat, sumber suara yang ada hanya kami, sementara infected sensitif terhadap suara. Sementara suara drone militer itu juga di arah depan, pasti perhatian mereka teralih ke kami.


Drone itu bergerak ke depan belakang mereka secara insting mereka juga mengejarnya ke belakang. Itu nampaknya dapat menarik perhatian mereka. Tapi tidak semuanya, setengah dari mereka nampaknya lebih tertarik mengejar ke arah kami.


"Ini nampaknya tidak baik, sebagian dari mereka lebih tertarik mengejar kita."


"Semuanya naik ke mobil. Pimpinan tim mengatakan mereka akan menembus ini."


Kami semua langsung naik. Beberapa infected yang mengejar drone nampaknya di sesatkan karena mereka mengejarnya jauh ke dalam pepohonan.

__ADS_1


Mobil berjalan lebih cepat siap menembus populasi infected yang telah berkurang banyak itu. Dalam lima ratus meter kemudian kami menyelesaikan tanjakan, tapi ternyata ada yang salah perhitungan. Karena mendengar suara mobil lebih banyak lagi yang muncul.


Suara rentetan tembakan muncul. Mereka akan mengundang lebih banyak masalah dengan suara tembakan itu.


Tapi nampaknya kami masih terus berjalan walau beberapa kali berhenti untuk membersihkan jalan.


"Semuanya bantu membuka jalam dan mempertahankan konvoi." Perintah itu menyebkan sepuluh orang di truk kami turun, tinggal satu oramg di truk itu dan mulai terdengar mereka menembak.bersamaan Aku melihat semua itu dengan gugup sementara Aaron memegang tongkat pemukulnya dengan kencang.


"Apa yang harus kita lakukan?" Aaron bertanya dengan ketakutan padaku.


Apa mereka salah mengambil keputusan, berapa tebal lagi kami harus menembus gelombang infected ini.


"Di belakang kita banyak sekali." Aaron ketakutan sekarang, kurasa mereka tak memperhitungkan ada begitu banyak di hutan bersembunyi. Ini seperti gelombang menyerbu kami.

__ADS_1


Aku melepaskan pengaman senjataku. Bersiap untuk kemungkinan terburuk.


"Naik-naik! Cari peluang menerobos terbaik!" Terdengar perintah kepala regu kami. Semua orang naik kembali, sementara pengejar di belakang rasanya semangkin dekat. Raungan mesin truk di tekan ke posisi maksimal mengikuti kami.


"Di depan masih banyak?"


"Iya Nona. Drone tidak bisa melihat yang tersembunyi di pepohonan tadi. Ternyata banyak sekali." Kendaraan truk kami bergoncang, kami melindas banyak hal di bawah kami. Humvee yang memimpin di depan terus - menerus menembak.


"Ganti truk di depan. Reload!" Suara perintah kembali terdengar. Rupanya Humvee itu harus mundur digantikan truk untuk membuka jalan. Suara tembakan terdengar berhenti, terdengar suara truk yang menekan gas lebih kencang untuk mendapatkan momentumnya.


"Di aspal depan sangat tebal Sir. Aku akan masuk bahu jalan! Bersiap keluar jalur." Sekarang kami terlonjak-lonjak di belakang. Kepalaku beberapa kali tidak bisa menghindari benturan, lenganku pegal mempertahankan posisi agar tubuhku tak terbentur.


"Terus bahu jalan! Kelihatannya lebih sedikit! Dalam 200 meter ke depan truk ke dua ganti posisi."" Aku mendengar radio itu dengan tambah takut. Kapan ini akan berakhir..

__ADS_1


Sementara di belakang kami terus mengejar. Dalam.200 meter berikutnya giliran kami menunggu kami di depan senentara guncangan dan suara meremukkan seseuatu terus terdengar.


bersambung besok......


__ADS_2